Connect with us

Berita

Ro’is Idaroh Syu’biyah JATMAN Kabupaten Bekasi Tekankan Pentingnya Punya Guru Mursyid

Published

on

Syu'biyah JATMAN Kabupaten Bekasi

Bekasi, JATMAN Online: KH. Agus Salim HS, Ro’is Idaroh Syu’biyah JATMAN Kabupaten Bekasi, memimpin khususiyah Jama’ah Thoriqoh Syadziliyah wal Qodiriyah wan Naqsabandiyah Pondok PETA Tulungagung, Bekasi, Jawa Barat. Jamaah yang diimaminya tersebut, rutin melaksanakan kegiatan pengajian, dzikir, yang dikenal dengan sebutan khususiyah setiap malam selasa dan malam Jum’at. Kegiatan rutin ini, dilaksanakan di Gedung Yayasan Manba’ul Hikmah Warrisalah, Cikarang Utara, Bekasi, pada malam Selasa, (06/09).

Rutinan khususiyah tersebut di awali dengan pembacaan shalawat, dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah. Selesai shalat dilanjutkan dengan dzikir ba’da shalat, kemudian disambung dengan dzikir aurad Syadziliyah dan aurad Qodiryyah, beserta hizbul bahri, asyfa’, khotmil hizb, ditutup dengan doa.

Dalam rutinan khususiyah yang dipimpinnya KH. Agus Salim HS, menyampaikan pentingnya punya guru yang mau membimbing jiwa kita kepada Allah. Kemudian Abi Agus Salim (sapaan akrab murid-muridnya) mengutip sebuah hadits dari Abu Daud, yang berbunyi:

كن مع الله فإن لم تكن مع الله كن مع من مع الله فإنه يصيلك الى الله

Jadikanlah dirimu bersama Allah, jika Engkau belum bisa menjadikan dirimu bersama Allah, maka jadikanlah dirimu bersama dengan orang yang bersama Allah, maka sesungguhnya orang itulah yang menghubungkan engkau kepada Allah (HR. Abu Daud).

Kyai Agus kemudian mengutip juga sebuah ayat Al Qur’an yang berbunyi;

يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُو اللهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصَّٰدِقيْنَ

Hai orang-orang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang benar (Q.S. At Taubah 9: 119).

Dari hadits dan ayat al-Qur’an di atas maka secara tersirat kita diharuskan untuk mempunyai seorang pembimbing rohani, guru yang bukan sembarang guru, akan tetapi mursyid kamil yang mau bertanggung jawab membimbing jiwa kita, agar sampai kehadirat Allah Subhanahu wata’ala.

Syu'biyah JATMAN Kabupaten Bekasi

Guru yang di maksud adalah mursyid, yaitu guru yang sudah sampai dan bersama dengan Allah. Seorang mursyid bukan hanya memimpin, membimbing dan membina murid-muridnya dalam kehidupan lahiriah dan pergaulan sehari-hari agar taat ajaran Islam dan tidak terjerumus ke dalam maksiat, akan tetapi juga memimpin, membimbing dan membina murid-muridnya melaksanakan kewajiban yang ditetapkan olah syariat dan melaksanakan amaliyah Islam secara integral yaitu syariat, thoriqoh, dan haqiqat untuk bertaqarrub kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Di samping memimpin yang bersifat lahiriah tersebut, seorang mursyid juga membimbing jiwa para murid-muridnya, menuntun dan membawa murid-muridnya kepada tujuan utama guna mendapatkan ridha Allah. Oleh sebab itu seorang mursyid pada hakikatnya adalah sahabat rohani yang sangat akrab dengan rohani muridnya dan bersama-sama tidak bercerai berai, beriring-iringan, berimam-imam melaksanakan dzikrullah dan ibadah lainnya menuju kehadirat Allah.

Kyai Agus Salim HS yang merupakan Pembina MATAN Kabupaten Bekasi juga menegaskan, bahwa seorang mursyid silsilahnya harus bersambung sampai kepada Nabi Muhammad. Selain itu sorang mursyid haruslah mendapatkan izin dari mursyid sebelumnya. Dengan demikian seorang mursyid haruslah mendapatkan tempaan pendidikan rohani yang sempurna, sudah arif billah, dengan kata lain seorang wali yang mendapat izin dalam kemursyidannya.

“Guru, pembimbing, atau mursyid itu harus menerima mandat secara langsung, yang biasa kita sebut dengan ma’dhun bis syeikh,” ujar Kyai Agus.

Kyai Agus, juga menjelaskan seorang murid atau salik yang berthoriqoh tanpa mursyid maka gurunya adalah setan. Seperti ungkapan yang cukup populer:

مَن لا شيخَ له؛ فشيخُه الشيطان

”Barangsiapa yang tidak punya guru, maka gurunya adalah setan”.

Hal ini diperkuat juga dengan ungkapan Imam Syafi’i yang mengatakan:

اَلَّذِي يَطْلُبُ اْلعِلْمَ بِلَا سَنَدٍ كَحَاطِبِ لَيْلٍ يَحْمِلُ حزمةَ حَطَبٍ وَفِيهِ أفعى وَهُوَ لَا يَدْرِي

“Orang yang belajar ilmu tanpa sanad kepada guru bagaikan orang yang mengumpulkan kayu bakar digelapnya malam, ia membawa pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu”.

Oleh karena menurutnya, di sinilah letak sangat penting berthoriqoh, bagi setiap muslim untuk mempunyai Guru Mursyid.[Abdus Saleh/Andre]

Berita

Petanesia Gelar Rakernas II, Habib Luthfi Serukan Pesan Damai

Published

on

Mojokerto, JATMAN Online – Pencinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) menggelar forum Rapat Kerja Nasional II 2022 di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (6/8). Dalam Rekernas tersebut disuarakan pesan damai.

Pesan damai dari puluhan tokoh agama dan tokoh budaya itu disampaikan karena potensi konflik yang memecah belah bangsa sangat mungkin terjadi jelang momentum 5 tahunan Pemilu 2024.

“Kepentingan partai politik yang bersifat sesaat jangan sampai mengalahkan kepentingan bangsa yang lebih luas,” kata pendiri sekaligus Ketua Dewan Fatwa Petanesia Habib Lutfhi Bin Yahya dalam siaran pers kepada JATMAN Online.

Harapannya, Petanesia menjadi garda terdepan dan benteng merawat keberagaman budaya, kultur dan ragam agama di Indonesia.

Indonesia saat ini akan berusia 77 tahun. Jika diibaratkan manusia, kata Habib Luthfi, usia 77 tahun sudah tua. Namun bagi sebuah bangsa, usia tersebut masih sangat muda dan masih sangat rentan mengalami perpecahan.

“Bangsa Indonesia tidak boleh terpecah dalam momentum apapun, bangsa Indonesia harus tetap cinta tanah air,” jelasnya.

Sementara itu, penasihat Petanesia KH Asep Saifudin Chalim mengingatkan para pejabat dan tokoh politik akan adanya kelompok-kelompok tertentu baik itu kelompok ekstrem kiri maupun ekstrem kanan.

“Para tokoh politik dan pejabat harus menjunjung nilai toleransi dan tidak berpihak kepada kelompok manapun demi kepentingan bangsa,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto ini.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Petanesia Deni R Sagara, menyampaikan bahwa Petanesia adalah gerakan kebangsaan yang memiliki tugas mulia yakni merawat keberagaman,merawat budaya nusantara, mencintai indonesia.

“Karena itu, Petanesia harus tampil terdepan melayani semua elemen bangsa dalam menjaga keutuhan NKRI,” ungkapnya.

Kata pria yang akrab dipanggil Bung Sagara ini mengutip pesan populer Bung Karno yakni “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri,”.

Menurutnya, pesan tersebut mengandung makna bahwa Indonesia memiliki potensi perpecahan yang disebabkan oleh bangsanya sendiri.

Continue Reading

Berita

Bedah Buku ‘Toleransi’ Milik Prof Quraisy Shihab, TGB: Harus Lebih Tebal Lagi

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Dr KH Muchlis M. Hanafi memandu acara Launching dan bedah buku ‘Toleransi” karya Prof Quraisy Shihab yang diterbitkan oleh Muslim Council of Elders (مجلس حكماء المسلمين) pada event Islamic Book Fair 2022 di JCC Senanyan Jakarta pada hari Sabtu (06/08).

Pada bedah buku ini dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin, MA, menyampaikan perlunya warga Indonesia membaca dan memahami buku yang sangat bagus ini sebagai pedoman bertoleransi.

“Bahwa narasi gagasan beliau sangat kuat sekali, sangat sistematis, berbasis argumentasi Al-Qur’an dan Hadist, pengalaman dari sejarah, sehingga betapa pentinganya toleransi,” katanya.

Ia berpesan dan menganjurkan agar masyarakat membaca buku ini sebagai pedoman toleransi.

“Negara multi kultural yang majemuk, dari budaya, bahasa diperlukan sikap toleransi hal ini adalah sebuah kemestian, harus kita jalani,” terang Kamaruddin.

Bahwa buku Toleransi ini, lanjut dia, akan memberikan banyak manfaat untuk semua masyarakat sebagai warga Negara Indonesia.

“Mencerahkan mencerdaskan umat yang hidup ditengah Negara dan Bangsa yang sangat multi kultur,” ucapnya.

Dalam kesempatan lain, pembicara kedua Dr Tuan Guru Bajang (TBG) Muhammad Zainul Majdi Lc MA mengatakan bahwa hadirnya buku ini menjadi istimewa karena sesuai dengan tempatnya.
وضع شيئ على محله “Meletakkan sesuatu pada tempatnya” (proporsional).

Karena itu wadhoa syai’ fimahalihi menjadi penting.

“Hadirkanlah muamalah yang baik, diruang publik tentunya dengan bertoleransi,” jelas Ketua Organisasi Alumni Al-Azhar Internasional (OIAA) Cabang Indonesia ini.

TGB mengungkapkan, satu hal yang kurang dari buku ini adalah kurang tebal saja, isi dari pembahasannya akan menjadi rujukan untuk kita semua sebagai warga Indonesia yang cinta kepada tanah airnya.

“Satu saja yang Syekh (Prof Quraisy Shihab) bahwa harus lebih tebal lagi,” klakar ulama dan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat ini.

Muchlis M. Hanafi mengungkapkan kebanggaannya pada acara ini yang dihadiri langsung oleh penulis buku Toleransi yaitu Prof. Quraisy Shihab.

“Sehingga acara ini terasa keberkahannya, semoga beliau senantiasa Allah berikan kesehatan dan umur yang selalu memberikan kemanfaatan untuk kita semua sebagai warga Negara Indonesia,” Punkas Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pewarta: Abdul Mun’im Hasan

Editor: Warto’i

Continue Reading

Berita

Habib Luthfi Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan TNI Angkatan Darat

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Ketua Sufi Dunia Maulana Habib Luthfi bin Yahya Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan TNI Angkatan Darat oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, Pengukuhan digelar di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (5/8/22).

Dudung mengatakan bahwa Habib Luthfi merupakan sosok ulama besar yang telah berkontribusi kepada bangsa Indonesia.

“Beliau ini senantiasa mengedepankan tiga pilar pemberdayaan umat yaitu agama, kebangsaan atau nasionalisme dan pertumbuhan ekonomi.” kata Dudung dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Darat, Jumat malam (5/8).

Ketiganya dirangkai harmonis dalam platform sejarah kebangsaan menjadi strategi dakwah yang damai, berkarakteristik ke-Indonesia-an yang multi etnis, ” sambung Kasad.

Pada kesempatan tersebut, Habib Luthfi bin Ali Yahya berterima kasih banyak kepada Angkatan Darat dan khususnya kepada Kasad yang telah mempercayai dirinya, sehingga diangkat sebagai warga kehormatan Angkatan Darat.

Seberapa besar kita menghargai jasa para pendahulu dan pendiri bangsa Indonesia, serta sejauh mana kita berterima kasih, sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, katanya pula.

“Semoga dengan pengukuhan ini, saya akan menjadi perekat kekuatan-kekuatan, terutama kekuatan pertahanan nasional,” kata Habib Luthfi.

Pengukuhan Habib Luthfi Bin Yahya ditandai dengan penyematan jaket loreng dilanjutkan penyerahan sertifikat, plakat dan merchandise dari Kasad. Selanjutnya acara diakhiri dengan doa dan foto bersama.

Turut hadir dalam acara ini Wakasad beserta PJU Mabesad, Pangkostrad, Pangdam Jaya dan Wadanjen Kopassus.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending