Ratib dan Hizb; Perlu Ijazahkah Mengamalkannya?

Habib Luthfi bin Yahya menjelaskan bahwa ratib berasal dari kata rataba yang maknanya susunan. Hizb dan ratib sama-sama berisi kumpulan ayat, dzikir dan doa yang dipilih dan disusun oleh ulama salafush shalih yang termasyhur sebagai waliyullah (kekasih Allah).

Menurutnya yang membedakan suatu ratib dengan ratib lain, atau hizb dengan hizb lainnya adalah asrar atau rahasia-rahasia yang terkandung dalam setiap rangkaian ayat, doa, atau kutipan hadits, yang disesuaikan dengan waqi’iyyah (latar belakang penyusunan)-nya.

Ratib sejak awal dirancang oleh para aulia untuk dikonsumsi secara umum untuk memperkuat benteng dirinya. Artinya semua orang bisa mengamalkan ratib tanpa perlu ijazah sebelumnya. Adapun menyertakan ijazah itu untuk afdhaliyah saja.

Sementara hizb, kata Habib Luthfi, sejak awal dirancang untuk kalangan tertentu yang oleh sang wali (penyusun) dianggap memiliki kemampuan lebih, karena hizb mengandung dosis yang sangat tinggi.

Hizb juga biasanya mengandung banyak sirr (rahasia) yang tidak mudah dipahami oleh orang awam. Seperti kutipan ayat yang isinya terkadang seperti tidak terkait dengan rangkaian do’a sebelumnya. Padahal yang terkait adalah asbabun nuzul-nya. Selain itu, hizb juga biasanya mengandung lebih banyak Ismul A’zham (asma Allah yang agung), yang tidak ada dalam ratib.

Habib Luthfi melanjutkan, dan yang pasti hizb tidak disusun berdasarkan keinginan sang ulama. Karena hizb rata-rata merupakan ilham dari Allah Swt. Ada juga yang mendapatkannya langsung dari Rasulullah Saw seperti Hizb Bahr, Hizb Nasr, Hizb Khofi, yang disusun oleh Syaikh Abul Hasan Ali Asy-Syadzili, Hizb Nawawi yang disusun oleh Imam an Nawawi. Karena itulah, hizb mempunyai fadilah dan khasiat yang luar biasa.

Selanjutnya, Habib Luthfi mengibaratkan ratib dan hizb seperti kapsul atau tablet yang memiliki dosis yang tidak sama satu sama lain. Seperti dosis obat antibiotik dan vitamin. Jika yang satu bisa diminum sehari tiga kali, yang lain mungkin hanya boleh diminum satu kali dalam sehari. Bahkan vitamin, yang jelas-jelas berguna pun jika diminum melebihi dosis yang ditentukan dokter; efeknya akan berakibat buruk bagi tubuh. Badan bisa meriang atau bahkan keracunan. Begitu pula halnya dengan hizb dan ratib. Bukan langsung mengambil dari maknanya yang baik dan hebat saja agar nantinya tidak over dosis.

Lebih lanjut, pimpinan Forum Ulama Sufi Dunia itu menyatakan bahwa ratib itu dosisnya sudah direndahkan karena diambil langsung dari lisan baginda Rasulullah supaya siapapun boleh membaca dan mengamalkannya. Misalnya Ratib Al Hadad, Ratib Al Athas.

“Setiap ratib juga memiliki keistimewaan tersendiri dan saling melengkapi serta tidak saling berebut. Jadi, jangan sekali-kali merendahkan salah satu ratib, karena itu mencakup tentang akhlak dan adab. Ada juga Ratibul Kubra, kenapa dinamakannya seperti itu? Karena fatihah di dalamnya waliyul qutub semuanya maka disebut ratibul kubra, jadi ini bukan ratib kubra,” ucap Rais ‘Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah (JATMAN).

Menurut Habib Luthfi, dalam hizb itu ada syarat usia yang cukup bagi pengamalnya. Sebab orang yang sudah mengamalkan hizb biasanya tidak lepas dari ujian. Ada yang hatinya mudah panas, sehingga cepat marah. Ada yang, karena Allah Swt, menampakkan salah satu hizbnya dalam bentuk kehebatan, lalu pengamalnya kehilangan kontrol terhadap hatinya dan menjadi sombong. Ada juga yang berpengaruh ke rezeki, yang selalu terasa panas sehingga sering menguap tanpa bekas dan sebagainya.

Karena itu pula, untuk hizb ini diperlukan ijazah dari seorang ulama yang benar-benar mumpuni dalam arti mempunyai sanad ijazah hizb tersebut yang bersambung dan mengerti dosis hizb. Selain itu juga diperlukan guru yang shalih yang mengerti ilmu hati untuk mendampingi dan ikut membantu si pengamal dalam menata hati dan menghindari efek negatif hizb.

Habib Lutfhi mengingatkan dalam pengamalan ratib atau hizb ini bisa dilaksanakan secara istiqamah. Karena istiqamah sangat penting dan sangat sulit untuk melakukannya.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...