Rahasia Do’a Setelah Wudhu

0

“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang senantiasa bertaubat, dan jadikanlah aku termasuk orang yang senantiasa bersuci, dan jadikanlah aku termasuk dari hamba-Mu yang sholeh”. Demikian kurang lebihnya transliterasi dari do’a setelah berwudhu yang nampaknya semakin jarang di baca, kalaupun di baca jarang timbul keinginan untuk menghayati maknanya”.

Dalam do’a tersebut terdapat tiga tingkatan seorang hamba, pertama, ahli atau senantiasa bertaubat (tawwabin). maknanya, taubat itu bukan sekali dua kali, atau hanya di lakukan setelah sadar dari maksiat lahir seperti mabuk, mencuri, berzina. Tapi harus dilakukan setiap hari bahkan setiap saat, dari dosa lahir maupun batin. Seperti saat terbesrit rasa sombong, ujub, riya maka hendaknya bertaubat. Minimalnya dengan senantiasa mengucapkan “astaghfirullah”.

Jika maqam (level) tawwabin ini sudah konsisten di jalankan, maka ia akan menempuh maqam selanjutnya yaitu senantiasa bersuci (mutathohhirin) dari berbagai kotoran lahir dan batin. Kotoran lahir di bersihkan dengan bersuci (wudhu dan mandi), kotoran batin di bersihkan dengan dzikir, istighfar, shalat taubat, dan riyadhah ruhaniyah (olahraga ruh) lainnya.

Jika seorang hamba sudah konsisten dalam maqam tawwabin dan mutathohhirin, barulah ia masuk dalam golongan hamba Allah yang shaleh (ibadillahi as-shalihin). Jadi, seseorang itu tidak ujug-ujug menjadi shaleh, kecuali telah mantap di dua maqam sebelumnya. Adapun hamba yang shaleh (‘ibadillah as-shalihin) pun bukan final, malah baru permulaan untuk menuju maqam-maqam selanjutnya.

Oleh: Mukhrij Shidqy

Comments
Loading...