Connect with us

MATAN

Rahasia 926 Cairo

Inspirasi pertama dan utama bagi saya untuk menulis catatan perjalanan selama di Mesir adalah seperti yang terpampang dengan jelas di profil Kompasiana saya dan sudah saya tulis sejak pertama kali bergabung di blog kroyokan miliknya group Kompas ini pada bulan Oktober 2009.

Published

on

Hampir sepuluh tahun yang lalu, yakni saya adalah orang yang sangat penasaran kenapa di dalam kitab suci al-qur’an, hampir sebagian besar kisahnya, ketika menyebutkan tentang sejarah, selalu berkaitan dengan Mesir. Ya selalu Mesir. Sejarahnya Nabi Musa bersama Fir’aun, hampir di banyak sekali surat-surat di dalam al-qur’an, ada kisahnya Nabi Musa yang nota bene rata-rata berada di Mesir.

Sejarahnya Nabi Musa yang berada di Mesir saja tidaklah cukup. Penasaran dan pertanyaan saya berlanjut ketika Allah Swt. memberikan satu surat khusus yang hampir 100 % isinya, lokasinya berada di Mesir juga, surat itu adalah surat Yusuf yang berkisah antara Nabi Yusuf kecil bersama keluarganya, hingga dirinya dibuang saudaranya ke dalam sebuah sumur, dan ditemukan oleh para pedagang dari tanah Mesir, lalu dijual sebagai budak di Mesir, hingga dibeli oleh seorang perempuan kaya raya dari keluarga kerajaan yang bernama Siti Zulaikha.

Hingga kisah itu berlanjut sampai dipenjarakannya Nabi Yusuf gara-gara fitnah yang menimpa dirinya, sampai Nabi Yusuf di dalam penjara bawah tanah Mesir bertemu dengan dua orang laki-laki yang curhat kepadanya perihal mimpi yang mereka alami. Satu laki-laki akhirnya dipenggal, dan satunya menjadi pelayan di kerajaannya fir’aun. Disinilah nasib berpihak ke Nabi Yusuf, saat sang raja mencari seorang yang pandai dalam mentakwilkan sebuah mimpi, dan Nabi Yusuf menjadi pahlawan karena bisa mengartikan mimpi itu secara tepat.

Hingga akhirnya Nabi Yusuf diangkat sebagai tangan kanan dari fir’aun pada masanya. Istilah kerennya adalah menjadi Menteri Kordinator Ekonomi waktu itu. Karena mimpi yang dialami oleh raja terbukti nyata dan Nabi Yusuf sebagai pengendali atas seluruh peristiwa yang terjadi dari implementasi adanya mimpinya fir’aun itu. Nah, semua kisah Nabi Yusuf ini terjadi di Mesir. Ada apa dengan Mesir? Apa istimewanya Mesir?

Selama 4 tahun selama di Mesir, saya mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu. Keterbatasan otak saya untuk menyimpan memori perjalanan selama di Mesir, menjadikan saya secara perlahan, sejak oktober 2009  memutuskan untuk bergabung di blog Kompasiana, agar segala sesuatu yang saya lihat, yang saya dengar, yang saya ketahui, bisa saya tuliskan. Walaupun mungkin bagi sebagian orang sesuatu itu adalah terlihat sederhana.

Hasil dari catatan-catatan perjalanan yang saya tulis di Mesir bisa dirasakan hasilnya pada saat sekarang ini. Saat catatan itu menjadi sebuah buku. Tepatnya menjadi 3 buku serial “Catatan Perjalanan Mahasiswa Al-Azhar Mesir” berjudul “926 Cairo”, “Cairo Oh Cairo”, dan “Umroh Koboy”. Setelah menunggu hampir sepuluh tahun lamanya. Saat saya membaca kembali catatan itu, yang dulu ketika di Mesir, saya menganggap banyak dari catatan itu terlihat sederhana, saat ini tidak menjadi sederhana lagi. Semakin saya membacanya, kerinduan kepada Mesir semakin menjadi-jadi. Saya juga akhirnya meyakini, bisa jadi inilah jawaban yang dulu pernah menjadikan saya bertanya “Kenapa banyak kisah dalam al-qur’an saat berbicara sejarah, banyak terjadi di Mesir?”. Saya mengungkap nol koma nol nol nol…sekian dari rahasia besar itu dalam catatan-catatan sederhana yang pernah saya tuliskan.

Dari catatan sederhana, lahirlah 3 buku. Itupun masih ada sekitar 150 artikel lain yang belum saya edit kembali dan belum dijadikan sebagai buku. Mungkin nanti, saya akan mengeditnya kembali dan juga menjadikannya sebagai buku lanjutan dari 3 serial buku yang ada sekarang. Pada tulisan ini, saya hanya ingin sedikit mengungkap apa rahasia dari judul “926 Cairo” itu?. Perlu diketahui, angka 926 bagi saya saat di Mesir merupakan angka yang selalu menolong untuk sampai kepada kampus Al-Azhar.

926 adalah nama bus yang ada di Toubromly, yang menjadi kawasan flat apartemen tempat saya tinggal. Untuk pergi ke kampus Al-Azhar, saya selalu menggunakan bus 926 yang bermesin Mer-C. Dengan bus inilah, saya bisa berangkat kuliyah, bisa tau suasana sekitar kota Cairo. Berawal dari dalam bus ini, malamnya saat berada di flat Toubromly, saya menuliskan catatan perjalanan hampir setiap hari.

Pertama kali saya mencatatkan tentang perjalanan pertama saat berangkat ke Mesir. Hanya bermodal 40 dolar saat saya datang di Cairo dan dijemput oleh seorang teman di bandara. Belum genap satu hari di Cairo, sorenya uang itu sudah habis. Saya memutar otak, bagaimana mampu bertahan di ganasnya ibu kota negara Mesir ini. Sebagaimana banyak anggapan bahwa, kejamnya ibu tiri tidaklah lebih kejam dari kejamnya ibu kota.

Dari sini, saya akhirnya tidak pilih-pilih pekerjaan untuk bertahan, mulai dari membantu laundry, jualan tempe, membantu membuat produksi tauge, hingga bekerja di pengiriman barang dari Mesir ke Indonesia, semua saya lakukan dan kisahnya saya tuliskan yang catatannya sudah menjadi buku “926 Cairo”. Walaupun ada beberapa artikel yang belum saya cantumkan di sana untuk melengkapi kisah-kisah itu.

“Disetiap ada kesulitan, pasti ada kemudahan”. Kalau kita melihat ayat al-qur’an yang menjalaskan tentang perkataan barusan, di sana diketahui bahwa satu kesulitan paling tidak akan lahir dua kemudahan. Faktanya, dari kesulitan hidup yang saya alami ketika di Mesir, ada banyak sekali kemudahan yang saya rasakan. Seluruh kemudahan itu terwujud dari banyaknya kisah yang saya dapat dari catatan perjalanan yang tertulis dan bisa mengelilingi negara Mesir.

Jika biasanya, teman-teman di Mesir yang kuliyah di universitas Al-Azhar akan keliling berwisata di Mesir pada saat musim panas ketika liburan sekolah. Saya hampir tiap hari keliling Cairo. Saya sering menemani Omar, sahabat saya orang Mesir untuk mengambil karton-karton barang yang akan dikirim ke Indonesia, saya juga sering berkeliling di kota-kota sekitar Cairo, ke restoran-restoran, mall, hingga supermarket yang ada di Mesir untuk mensuplay kebutuhan masyarakat di Mesir yang diimport oleh bos saya dari Thailand. Beberapa catatan perjalanan itu juga ada dalam artikel di buku “926 Cairo”.

Berkat kuliyah sambil bekerja, di setiap liburan, saya bisa menyisihkan keuangan untuk bisa berjalan-jalan wisata bersama teman-teman para mahasiswa Al-Azhar, diantaranya ke Sarm Syeikh yang konon terkenal sebagai kota Bali-nya Mesir. Ke Pantai Dahab, Hurgada, yang semuanya menawarkan keindahan laut merah. Juga wisata sejarah ke gunung Sinai yang dulu menjadi tempat bertapanya Nabi Musa selama 40 hari. Hingga ke 12 sumur Nabi Musa yang masih ada dan terpelihara.

Dalam satu kesempatan, saya dipertemukan dengan Mas Ippho Santosa saat beliau ke Mesir, beliau adalah seorang pembicara dan penulis terkenal di tanah air, saya menuliskan beberapa catatan perjalanan bersama beliau, kami mengunjungi gunung sinai kembali, yang berbeda kali ini adalah kami semua pergi ke puncak gunung dengan mengendarai onta, mengunjungi sumurnya Nabi Musa, juga berziarah ke pemakaman yang di dalamnya ada 5000 sahabat Nabi pada masa Sayyidina Amr bin Ash saat membuka tanah Mesir saat kepemimpinan Khalifah Sayyidina Umar bin Khatab Ra. Juga berkunjung ke benteng perang yang dibangun oleh panglima perang Shalahuddin Al-Ayyubi yang terkenal dalam sejarah Islam.

Alhamdulillah. Pertanyaan penasaran saya tentang Mesir yang terpampang di profil Kompasiana mulai sedikit memberikan jawaban. Semakin saya menulis tentang Mesir, semakin saya menemukan ada banyak sekali hal-hal menarik dan istimewa yang saya temukan. Masih banyak sekali hal-hal yang belum saya tuliskan tentang Mesir. Saya berharap bisa mengunjungi Mesir kembali dan menuliskan kisahnya dengan gaya dan kondisi yang berbeda. Bahkan, saya menganggap, potensi dari Mesir yang perlu dituliskan tidaklah terbatas. Mesir sampai kapanpun, akan selalu menjadi misteri dan menarik untuk diungkap dalam sebuah tulisan. Buku “926 Cairo” sedikit mewakili untuk mengungkap misteri itu. Tentu dalam hal sesuatu yang sederhana. Selamat berburu dan membaca bukunya.[Bis]

Berita

Sinergitas Perkuat Kemandirian Ekonomi, MATAN Lebak Adakan Taman Sufi

Published

on

By

Banten, JATMAN.OR.ID – Dalam rangka memperkuat hubungan antar lembaga, Mahasiswa Ahlith Thariqah al Mu’tabarah (MATAN) Cabang Lebak menggelar acara Taman Sufi (Ta’aruf MATAN) dengan tema Silaturahmi Menjalin Sinergi pada Rabu (27/04) Sore.

Koordinator MATAN kecamatan Malingping Sohib Adi Yusdinar, menyampaikan bahwa  MATAN harus mampu membangun perekonomian, pertanian dan sebagainya.

“MATAN itu harus yang mandiri dan dapat menjadi pionir baik dari segi perekonomian, pendidikan, dan pertanian. Sebagaimana pesan Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Hasyim Bin Thoha Bin Yahya “Matan Harus Mandiri”,” katanya ketika menyampaikan sambutan di Gedung MWCNU Malingping, Banten. 

Selaras dengan yang disampaikan Sohib Adi, Ketua PC MATAN Lebak Sohib Dede Ahmad Nazmudin menegaskan, “Para kader Matan harus bersifat mandiri dan diharapkan siap menjawab tantangan umat dan tantangan bangsa kedepan,” tegasnya.

Ketua PC MATAN Lebak Sohib Dede menambahkan, MATAN dalam pergeraknnya selalu berpegang teguh kepada para alim ulama dalam mensyiarkan tarekat dikalangan pemuda.

“MATAN adalah organisasi yang mengenalkan thoriqoh dan peranannya terhadap bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang selalu berpegang pada nilai spiritualis Intelektualis dan Nasionalme, dan tidak lepas dari landasan utamanya berpegang pada asasul khomsah yang tercantum pada SOP Juknis Matan,” jelasnya.

Diakhir sambutannya Sohib dede mengutip perkataan Gus Anam, MATAN harus bisa menjadi generasi penerus bangsa yang dapat menjawab problematika dan tantangan umat.

“Diantara bagian generasi penerus yang akan meneruskan perjuangan-perjuangan para pendiri bangsa adalah sangat diharapkan sekali siap untuk menjawab tantangan umat dan tantangan bangsa sehingga menjadi kader – kader yang tidak memalukan para leluhur bangsa. MATAN harus bisa Mandiri, berpikiran yang universal hindari dari kancah politik titik beratkan pada kepentingan bangsa dan Negara, lebih – lebih agama,” kata ketua MATAN Lebak.

Kegiatan ini juga sekaligus buka bersama dengan MATAN Koordinator Kecamatan Malingping, MWCNU serta Para Banom-banom nya diantaranya IPNU, IPPNU, PMII, Ansor, Fatayat, Muslimat. Dihadiri pula oleh Camat Kecamatan Malingping Bapak Lingga.

Kiyai Usep Saepudin selaku tanfidziyah MWCNU sangat mensupport kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh MATAN.

“Saya sangat mendukung dengan agenda-agenda MATAN, terutama dalam waktu dekat ini MATAN akan melaksanakan Suluk MATAN 1 dan bisa diadakan di Wilayah kesultanan Banten lebih tepatnya di Desa. Kenari Kec. Kasunyatan. Selain tempat tersebut nyaman juga mempunyai pusat sejarah,” ujarnya.

Penasihat MATAN Lebak KH. Ali Su’udi berpesan MATAN harus mendiri dengan menjalankan ekonomi kreatif.

“MATAN selain daripada mengenalkan tarekat juga harus menjalankan ekonomi kreatif yang mandiri yang dicontohkan para guru-guru dan ulama-ulama kita terdahulu, dan berperan aktif dalam lingkungan masyarakat. Karena Matan harus dapat menjawab tantangan umat dan tantangan bangsa kedepan,” ungkapnya. [Dede Ahmad Nazmudin/ap]

Continue Reading

Berita

MATAN Yudharta Cetak Kader Ahlul Mal melalui Obrol MATAN Inspiratif

Published

on

MATAN Yudharta

PASURUAN, JATMAN.OR.ID: MATAN Yudharta hadir tidak hanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan penerus perjuangan ulama’, salah satunya melalui bidang perekonomian yakni pengusaha, maka dari itu, tak hanya mencetak ahlul Ilmi dan ahlul dzikri saja, tapi juga mencetak Kader Ahlul Mal melalui kajian online inspiratif dalam obrol MATAN.

Kajian online yang diadakan oleh CO.Departemen Ekonomi Kreatif MATAN Yudharta sebagai bahan acuan inspiratif dan inovatif untuk para pengusaha di masa sekarang. Kajian tersebut dilaksanakan kemarin pagi dini hari sekitar jam 08.00 WIB hingga selesai. (26/04/21).

Dalam Kajian tersebut membahas materi berupa tahap awal bagi pengusaha adalah Managemet, yang mana inti dari materi tersebut adalah “The way we influence people to achieve your goals” atau bagaimana cara kita untuk mendapatkan sesuatu dengan /menggunakan orang lain.

Tak hanya itu, materi yang dijelaskan oleh narasumber kita seorang Bussines Consultants juga pendamping DEK MATAN yudharta, Nasrul Fikri. Mempunyai 2 cara JITU yakni point pertama. Gunakan  bantuan orang lain, Pekerjakan orang sukses dan gunakan teknologi, sedangkan point kedua adalah Optimalisasi sistem kerja dan layout, supaya kerja lebih sedikit tapi dapat lebih banyak karena hal tersebut merupakan salah satu kiat-kiat cerdas seorang pebisnis.

Pentingnya membaca dalam berbisnis, karena membaca (wawasan) dan pengalaman (praktik) harus seimbang maka dari itu, bila Orang yang menginginkan hasil yang berbeda tapi tindakannya sama itu namanya orang gila” ujar Fikri, Bussines Consultants juga pendamping DEK MATAN yudharta

Sudah dijelaskan dalam kitab Tanbihul Ghofilin halaman 165 bahwasannya tiang agama itu ada 4, yakni ulama, umaro’, TNI/Polri, dan Pengusaha, hal tersebut menjadi dorongan untuk sahabat MATAN Yudharta dalam berupaya menjadi pengusaha yang cerdas, apalagi dimasa pandemi sepereti sekarang ini. (Fit).

Continue Reading

Berita

MUSKERCAB PC. MATAN Pinrang Masa Khidmat 2021-2023

Published

on

muskercab

Pinrang, JATMAN.OR.ID: Mengikuti buku SOP, Juknis dan Pedoman Penyelenggaraan Tertib Administrasi MATAN, PC. MATAN Pinrang telah melaksanakan MUSKERCAB masa khidmat 2021-2023 untuk menilai Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pengurus cabang demisioner, menetapkan keputusan-keputusan lain yang dianggap perlu, mengusulkan calon ketua kepada Rais JATMAN, dan menetapkan/memilih Pengurus Cabang atas persetujuan JATMAN.

muskercab

Rancangan materi MUSKERCAB dan Tata Tertibnya disipakan oleh Pengurus Cabang dengan menunjuk kepanitian berdasarkan persetujuan Ketua PW MATAN SULSEL. Dr. KM. Mahmud Suyuti, M. Ag. melalui media virtual menyampaikan, “Selamat ber-MUSKERCAB, semoga terpilih pengurus baru yang berkah.” Ketua PC MATAN demisioner Hardianto dalam penyampaian LPJ yang telah diterima oleh forum MUSKERECAB menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus PC. MATAN Pinrang atas kerja keras sehingga tercapai beberapa agenda kegiatan berikut:

  1. Dua kali kegiatan SULUK PC. MATAN Pinrang, yaitu di Villa Rumah Jabatan Walikota Parepare di Bonging Ponging Kec. Suppa (2018) dan di Pesantren Mazra’atul Akhirah Baramuli Pinrang (2019).
  2. Sosialisasi MATAN ke pondok pesantren Mambaul Ulum DDI Patobong dan masjid-masjid (https://jatman.or.id/ingin-lebih-dikenal-pc-matan-pinrang-sosialisasi-tarekat-di-masjid/ ).
  3. Mewadahi pembacaan ratib secara rutin melalui majelis ratib Ar-Rahimiyah, majelis ratib kampus STAI DDI Pinrang, dan majelis ratib masjid ( https://matan.or.id/2020/07/25/istiqamah-melestarikan-amalan-mursyid/?preview_id=8482&preview_nonce=4b72175a97&preview=true )
  4. Mendata maqam ulama dan raja-raja (https://jatman.or.id/?p=7515 )
  5. Kegiatan sosial (https://jatman.or.id/?p=11450, https://matan.or.id/2020/10/16/bagaikan-mujahid-disiang-hari-dan-seorang-faqir-dimalam-hari/?preview_id=8999&preview_nonce=4c0312b40f&preview=true)
  6. Diskusi kepemudaan dan sebagainya. (https://jatman.or.id/?p=7612, https://jatman.or.id/?p=8589, https://jatman.or.id/?p=8204 )
muskercab

Dr. Alamsyah Sya’bann Miru, M. Th. I selaku ketua JATMAN Kab. Pinrang dalam tausiyahnya menyampaikan perlunya inovasi dakwah tarekat kepada generasi milenial dengan bekerja keras menghadapi tantangan dakwah, dan secara resmi membuka pelaksanaan MUSKERCAB PC. MATAN Pinrang pada hari Ahad,tanggal 25 April 2021, pukul 22.45 Wita di Menralo Beach Pinrang.

Pembacaan hasil MUSKERCAB dibacakan oleh ketua Pimpinan Sidang Ust. Sabuddin, S. Pd. I., M. Pd yang beranggotakan ust. Muhseng Hasan, S. Sos dan Ust. Abd. Rahman, S. Pd. I., menetapkan Ust. Abd. Rahim Hadi, S. Pd. I., M. Pd. I. sebagai ketua masa khidmat 2021-2023 yang nantinya akan diusulkan kepada Rais JATMAN dan Ketua PC. MATAN Pinrang terpilih bersama tim formatur agar menyusun pengurus baru.

Selamat dan Sukses Ketua PC. MATAN Pinrang masa khidmat 2021-2023.[Har]

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending