Portal Berita & Informasi JATMAN

Tokoh pendiri Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah ini ada dua tahap. Pada mulanya Jam’iyyah ini bernama Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah (tanpa An Nahdliyyah), nama ini dipakai mulai muktamar I yang diadakan di Tegalrejo Magelang.

Pemrakarsa muktamar pertama itu adalah;

  1. KH Muslih Abdurrohman, Mranggen Demak Jawa Tengah
  2. KH Nawawi, Berjan Purworejo Jawa Tengah
  3. KH Masruhan, Mranggen Demak Jawa Tengah
  4. KH Khudlori, Tegalrejo Magelang Jawatenghah
  5. Andi Potopoi, Bupati Grobogan Jawa Tengah

Nama itu digunakan mulai;

Muktamar I, di Tegalrejo Magelang Jawa Tengah (12 OKT 1957 M / 18 R AWAL 1377 H)
Muktamar II, di Pekalongan Jawa Tengah (9 Nopember 1959 M / 8 Jumadil Ula 1379 H)
Muktamar III, di Tulung Agung Jawa Timur (28-30 Juli 1963 M / 26-28 Shafar 1383 H)
Muktamar IV, di Semarang Jawa Tengah (28-30 Oktober 1968 M / 4-7 Sya’ban 1388 H)
Muktamar V, di Madiun Jawa Timur / dengan istilah konggres V (24-27 Rajab 1395 H / 2-5 Agustus 1975 M)

Kedua, sedang mulai Konggres VI di Kraksaan Probolinggo sudah menggunakan nama Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah. Nama inilah yang digunakan sampai sekarang, menjelang Muktamar ke XI.

Adapun dasar perubahan nama itu adalah Keputusan Muktamar NU ke-26 di Semarang. Keputusan NU itu dibuat berdasarkan usulan sebagian besar Tokoh Ulama’ Thariqah sendiri dengan alasan agar Jam’iyyah ini tidak dibawa-bawa kekancah politik praktis.

Hasil keputusan itu berupa penetapan bahwa NU mempunyai Badan Otonom yang namanya; Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah.

Berdasarkan keterangan ini maka disepakati bahwa Tokoh pendiri Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah adalah

  1. KH Abdul Wahab Hasbullah, Ra’is ‘Am PBNU
  2. KH Bisri Syamsuri, Katib ‘Am PBNU
  3. KH Dr. Idham Cholid, Ketua Umum PBNU
  4. KH Masykur, Sekjen PBNU
  5. KH Muslih Abdurrohman , Ra’is ‘Am Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah

Selanjutnya nama itulah yang digunakan dalam muktamar-muktamar berikutnya;

Muktamar VI, di Kraksaan Probolinggo Jawa Timur, (KONGGRES VI) (12-14 Rabiul Awal 1405 H / 5-7 Desember 1984 M)
Muktamar VII, di Mranggen Demak Jawa Tengah (16 J ULA 1410 H / 15 DES 1989 M)
Muktamar VIII, di Cabean Pasuruhan Jawa Timur (1-5 R TSANI 1416 H / 27-31 AGUSTUS 1995 M)
Muktamar IX, di Pekalongan Jawa Tengah (26-28 pebruari 2000 M / 21-23 Dz Qo’gah 1421 H)
Muktamar X,di Pekalongan Jawa Tengah (25-30 maret 2005 / 14-17 Shafar 1426 H)