Portal Berita & Informasi JATMAN


Sifat Ajaran Thariqah Al Muktabarah adalah:

  1. Universal artinya: thariqah memiliki sifat yang mendunia melampui batas-batas wilayah dan negara karena tiap-tiap aliran Thariqah walaupun diamalkan oleh tiap-tiap warga negara tetapi secara sanat masing-masing masih berhubungan antara satu dengan yang lainnya.
  2. Sifat menyeluruh artinya pelaksanaan ajaran thariqah sekaligus meliputi pelaksanaan Al Aqidah Al Syariah Al Muamalah dan Al Akhlaq yang bertujuan untuk wushul ila Allah.
  3. Tertib dan terbimbing, setiap pengamal thariqah harus didasarkan kepada kitab-kitab yang muktabar dengan bimbingan para Mursyid.
  4. Al Wushul Ila Allah, thariqah adalah tidak semata-mata bentuk amalan bacaan atau dzikir untuk mencari pahala tetapi Thariqah bertujuan membentuk manusia seutuhnya, lahiriyah bathiniyah, yang bisa mengembangkan dan merasa didengar dan dilihat oleh Allah, atas dirinya sehingga dapat memiliki beberapa sifat Al Hauf, Ar Raja’, As Shidiq, Al Mahabbah, Al Wara’, Az Zuhud, As Syukur Al Shabar, Al Khaya’ dan Al Khusyu’. Semuanya itu merupakan bagian dari syarat dalam mencapai mardhotillah.
  5. Amanah; Fathanah; Shidik dan Tabligh, sebagai cahaya pancaran dari baginda Nabi yang seharusnya mewarnai setiap anggota Thariqah, sehingga dari sifat-sifat tersebut dapat melahirkan sifat handarbeni dan menghargai segala pemberian hak individu dari lingkup yang kecil sampai yang besar baik yang diberikan oleh Allah SWT maupun pemberian oleh sebab manusia.

Tujuan Jam’iyyah Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah adalah:

  1. Mengupayakan berlakunya syari’at Islam Ala Ahlussunah wal Jama’ah secara konsisten dalam bidang syari’at, Thariqah, Hakikat dan Ma’rifat di tengah masyarakat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Menyebarluaskan dan mengembangkan ajaran Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah melalui kegiatan-kegiatan khususiyyah Thariqiyyah/Tawajjuhan.
  3. Mengembangkan, mempercepat, mempergiat dan memelihara ukhuwah Thariqiyyah An Nahdliyyah sesama pengamal thariqah, meningkatkan tasamuh antar aliran–aliran thariqah dan meningkatkan ilmu nafi’ dan amal shalih dzahir dan bathin menurut Ulama Shalihin dengan bai’at yang shahih.