Prasasti Hubbul Wathan Minal Iman di Masjid Agung Changchun Tiongkok

JAKARTA – “Sebenarnya Islam di Tiongkok tumbuh berkembang dengan baik. Karena Islam di Tiongkok dengan Islam Nusantara mirip konsepnya,” tutur Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU), Nurwidiyanto pada acara Bedah Buku yang berjudul ‘Islam Indonesia dan China: Pergumulan Santri Indonesia di Tiongkok’ Rabu (17/7) yang digelar di Gedung PBNU, Jakarta Pusat (17/7).

Hal tersebut bisa dilihat dari perkembangan Islam tumbuh di tengah masyarakat Tiongkok yang masih memegang ajaran Konfusius, Taoisme dan leluhurnya yang juga mengajarkan bangsa Tiongkok untuk mencintai tanah airnya.

Bahkan, Widi panggilan akrabnya memaparkan bukti bahwa di depan Gapura Masjid Agung Changchun terdapat prasasti yang bertuliskan ‘Qalannabiy: Hubbul Wathan Minal Iman’ dalam bahasa Arab dan di bawahnya tertulis dalam bahasa Mandarin yang artinya Nabi bersabda: Cinta tanah air adalah sebagian dari iman.

Selain itu, menurut alumni ponpes Tahfidzul Qur’an Raoudlatul Muhsinin Tlogosari, Semarang ulama Tiongkok juga tergolong ramah, santun, moderat serta mengajarkan kasih sayang.

Ia menyebutkan berdasarkan data statistik, ada 35 ribu masjid dan 10 Institusi Islam seperti IAIN dan UIN di Tiongkok.

“Inilah saatnya Islam Tiongkok dan Islam Nusantara bisa menjalin kerjasama,” tutur Mahasiswa S3 Jurusan Pendidikan Matematika di Northeast Normal University, Chanchun.

Jangan ada lagi saling menuduh diantara masing masing apalagi menyebarkan hoaks. Kita harus saling mendukung, ulama disana berusaha untuk menyatukan umatnya mempersatukan bangsanya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada PBNU yang sudah menyediakan tempat kepada donatur dan sponsor membantu kelancaran acara pada hari ini,” pungkasnya. (eep)

Komentar
Loading...