PPM Aswaja Nusantara Gelar Haflah Tasyakkur Lil Ikhtitam IV dan Launching Karya Civitas Santri

0

YOGYAKARTA – Pesantren Pelajar Mahasiswa (PPM) Aswaja Nusantara Mlangi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Haflah Tasyakkur Lil Ikhtitam IV dengan tema ‘Menyemai Ilmu, Menegakkan Keadilan, Memuliakan Kemanusiaan’ pada Sabtu (27/4) malam di kompleks pondok yang terletak di Jl Masjid Patok Negoro, Mlangi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua panitia Haflah, Mahbub menjelaskan, acara haflah kali ini dimeriahkan dalam rangkaian kegiatan di antaranya bakti sosial berupa cek kesehatan untuk masyarakat umum, pameran karya seni santri, dan puncaknya yakni pengajian serta Launching Karya Civitas Santri.

“Berbagai rangkaian kegiatan acara dalam haflah ini didesain sedemikian rupa untuk melatih santri, selain mengembangkan keilmuan, juga memiliki kepekaan dan kepedulian sosial pada sekitarnya,” jelas Mahbub.

Dalam sambutannya Pengasuh PPM Aswaja Nusantara Kiai Muhammad Mustafid memaparkan, buku-buku karya para santri ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih kepada perkembangan keilmuan. “Salah satu orientasi dasar Pesantren Aswaja Nusantara adalah mencetak intelektual profesional dan buku-buku karya santri ini harapannya bisa menjadi bagian dari bentuk sumbangsih santri terhadap perkembangan keilmuan,” tutur Kiai Mustafid.

Adapun buku karya santri yang diluncurkan terdiri dari dua buku terjemah naskah Arab, Muhammad Insan Kamil Teladan Sepanjang Zaman karya Sayyid Maliki al-Hasani, Bantahan Terhadap Meraka Yang Menganut Selain Empat Mazhab karya Ibnu Rojab al-Hambali, terjemah naskah Inggris, Pemikiran Dan Strategi Pasca Hegemoni Menerobos Kebuntuan Gerakan Sosial-Kebudayaan Kontemporer, Peta Pemikiran Politik Dalam Filsafat Islam, Komentar Metode Retorika Aristoteles Pemikiran Fikih Politik NU, Kecerdasan Artifisial, Financial Technology, Crypto, Blockchain Gen Editing Bioteknologi dan dua Jurnal Mlangi edisi V dan VI.

Tsaniananda Fidyatul Chafidzoh, salah satu santri yang ikut tergabung dalam tim penerjemah buku menuturkan pengalamannya dalam proses pembuatan buku. “Pertama yang menjadi tantangan kami, yakni pada proses penerjemahan yang tidak hanya sebuah aktivitas alih bahasa saja, tetapi juga ada proses penyepadanan gagasan dan makna dari bahasa asal,” jelasnya.

Selanjutnya, Tsaniananda menambahkan, bahwa yang kemudian menjadi tantangan bagi dirinya dan tim penerjemah lain untuk memahami teks secara berulang-ulang dan mendalam agar menangkap maksud dari teks tersebut, dan tentunya agar terjemahan yang dihasilkan terbaca dan mudah dipahami.

Selain peluncuran buku, dalam acara puncak haflah tersebut juga turut dihadiri Ketua Lesbumi NU Dr. KH. Agus Sunyoto dan Mudir ‘Aam Idarah Aliyah JATMAN KH. Wahfiudin Sakam yang memberikan ceramah ilmiah dan mauidzah hasanah. (nis/eep)

Comments
Loading...