Potret Keromantisan Syekhuna Kholil Bangkalan

BANGKALAN – Manuskrip terkini dan insya Allah bukan yang terakhir, yang berhasil dilacak dan ditemukan tim turats Syekhuna Kholil. Adalah manuskrip kitab kumpulan doa, wirid dan amalan yang ditulis oleh Syekhuna Kholil.

Menariknya kitab yang lumayan tebal ini beliau tulis sendiri untuk sang Istri, Nyai Ummi Sa (Ummi Asmuna) asal Telaga Biru Tanjung Bumi Bangkalan.

Dari kitab ini kita bisa membaca jelas sisi keromantisan Syekhuna Kholil Bangkalan. Di tengah-tengah kesibukan beliau dalam beribadah, mendidik para santri, dan membimbing ribuan umat, beliau masih “sempat-sempat”-nya menuliskan kumpulan wirid, doa dan amalan untuk sang istri, mulai dari doa masuk rumah sampai doa Shalat Dhuha lengkap dengan tata caranya.

Sebagai seorang suami, Syekhuna benar-benar merupakan sosok yang pengayom, pengertian dan perhatian dalam membimbing istrinya sampai ke detail-detail “kecil” seperti itu.

Salah satu doa yang beliau tulis dalam kitab ini adalah doa masuk rumah yang pernah saya temukan dalam catatan Mbah Kung saya, KH. Kholil Yasin. Seperti ini redaksi asli dari Syekhuna Kholil:

“doa alebuh ka roma hale andingenaken soko kanan”

السلام علينا و على عباد الله الصالحين

“Maka macah surat ikhlas sapesan, niscaya romanah benyak kebhegusanah, rejekeh jember mala-mala amber dek tetanggenah, mala-malah reah kecator dalam ketab hadits.”

“doa masuk rumah dalam keadaan mendahulukan kaki kanan”

السلام علينا و على عباد الله الصالحين

“Kemudian membaca surat Ikhlas satu kali. Niscaya rumahnya akan banyak kebaikan, rezeki luas sampai-sampai “meluber” kepada para tetangganya. Bahkan amalan ini juga disebutkan dalam kitab hadits”

Sisi keromantisan Syekhuna Kholil makin tampak ketika di akhir catatan doa yang beliau tulis, beliau memberi catatan:

“Telah selesai penulisan wirid ini, oleh Al-Faqir Al-Dzalil Muhammad Kholil Bin Abdullathif. (ditulis) untuk sang Istri Ummi Saa, Ummi Asmuna dari desa Telaga Biru, semoga Allah membukakan segala pintu kebaikan untuknya, semoga Allah menjadikannya dalam golongan orang-orang sholih yang bisa berziarah ke Mekkah dan Madinah dengan berkah Nabi Muhammad saw”

Yang tak kalah menarik, ketika menulis kata “istri” dalam bahasa Arab, alih-alih menulis kalimat “Zaujah”, Syekhuna justru lebih memilih lafadz “Haliilah” yang bisa dimaknai sebagai “Kekasih Halal-ku”. Tentunya tulisan manis Syekhuna Kholil untuk sang istri ini akan membuat jiwa kejombloan para jomblo (termasuk saya) bergetar dan meronta-ronta.

Kitab ini masih dalam proses penulisan ulang, dan Insyaallah akan kami gabungkan dengan doa-doa serta wirid Syekhuna Kholil yang lain agar kelak bisa dinikmati dan diamalkan oleh masyarakat luas.

Oleh: Ismael Amin Kholil (23 Oktober, 2019)

Komentar
Loading...