Connect with us

Berita

PMII Undang MATAN dan Pagar Nusa dalam Dialog Interaktif Peringatan Maulid Nabi

Published

on

Pekalongan, JATMAN.OR.ID: Seperti biasanya setiap tahun Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Bahurekso IAIN Pekalongan (PR PMII Rayon Bahurekso) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Pahlawan.

Di tahun sebelum-sebelumnya peringatan diadakan lebih meriah, namun berhubung  ada pandemi Covid 19 maka acara diadakan dengan sederhana di Sekretaria PMII Rayon Bahurekso IAIN Pekalongan dengan bertemakan Refleksi Spiritualias dan Arah Gerak Pemuda dalam Meneruskan Perjuangan Para Pahlawan pada Kamis (12/11).

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan maulid Simtudduror oleh grup sholawat El-Bahurekso dilanjutkan dengan sambutan oleh panitia serta sebagai puncaknya diisi dengan acara dialog interaktif yang mengundang Wakil Ketua I PC MATAN Kota Pekalongan Sahabat Lukman Hakim, S.Ag. sebagai pembicara pertama dan Pembina Pagarnusa Geni Jegger Rayon Bahurekso Sahabat Moh. Daniel Chaq sebagai pembicara kedua.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua 3 (Kabid Agama) Pengurus Cabang PMII Pekalongan, Ketua Komisariat PMII Ki Ageng Ganjur IAIN Pekalongan, Kader Pagar Nusa, serta Kader PMII dari masing-masing perwakilan Pengurus Rayon da Komisariat Se Pekalongan.

Dalam sambutan mewakili panitia penyelenggara Fahmi Menuturkan bahwa acara ini diselenggarakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Pahlawan yang mana bertujuan untuk meningkatkan cinta kita kepada Nabi SAW sekaligus Sebagai tanda terima kasih kepada Nabi dan Pahlawan sehingga kita bisa meneladani Akhlak dan juga ajaran dari Beliau.

Lukman Hakim S.Ag. selaku pembicara utama menyampaikan bahwa yang paling penting dalam perigatan ini selain sebagai tanda terima kasih juga bisa merefleksikan spiriualitas dalam kehidupan sehari-hari.

“Nabi merupakan pahlawan yang paling agung, pahlawan revolusioner yang membawa perubahan dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang, bahkan bisa dikatakan sebagai pahlawannya pahlawan, sehingga sudah seharusnya kita bersyukur dan berterima kasih kepada beliau. Itupun tidak cukup sehingga kita harus bisa merefleksikan dan menjalankan apa yang sudah diwariskan atau diajarkan oleh nabi berupa akhlak serta nilai-nilai spiritualitas yang mana menjadi pegangan hidup kita dalam menjalankan kehidupan,” ucap Lukman dalam materinya.

Dijelaskan, dengan merefleksikan nilai spiritualitas bisa menggali potensi diri, sehingga dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan cita-cita dan perubahan baik untuk diri maupun lingkungan.

“Manusia sudah dianugrahi dimensi spiritual didalam diri masing-masing sejak dulu sebelum lahir, sehingga kita bisa menjadikannya sebagai bekal dan dasar untuk menggali potensi-potensi diri sehingga dapat mewujudkan cita-cita serta  perubahan baik untuk diri kita maupun lingkungan kita terutama kita semua sebagai generasi muda Nahdlatul Ulama’ yang akan meneruskan perjuangan para leluhur kita, dan kunci dari semua itu ada didalam hati kita yang mana apabila baik semua tindakan kita akan baik, begitupun sebaliknya, seingga kita harus membersihkan hati kita dari belenggu negatif seperti su’udzon, iri, dengki, dan lain sebagaina sehingga dengan hati yang bersih akan memandang masa depan dengan jernih,” kata Wakil Ketua 1 MATAN Kota Pekalongan.

Moh. Daniel Chaq selaku Pembicara kedua menambahkan bahwa salah satu sifat Kanjeng Nabi yang harus kita teladani adalah Syukur.

“Salah satu nilai yang harus kita teladani dari Kanjeng Nabi adalah sifat syukur, bersyukur kepada Allah dan Rasulullah karena dengan bersyukur kita akan ditambah kenikmatan oleh Allah swt, selain itu harus juga kita menerapkan sikap birrul walidain tua kita sebagai tanda syukur atas jasa yang telah diberikan hingga kita sampai saat ini, itu semua tidak lepas dari orang tua,” tutur Daniel dalam menambahkan materi.

Di akhir acara sebelum do’a penutup pemateri utama berpesan agar bersyukur dan meneladani para  leluhur.

“Kita sebagai pemuda pembawa perubahan dimasa depan harus pandai bersyukur dan meneladani para leluhur kita dan jangan sampai mengecewakan para beliau sehingga kita termasuk khairul ummat sebagaimana diharapkan oleh Nabi Muhammad SAW, dan perubahan terbesar harus dimulai dari diri sendiri untuk melakukan hal positif, berfikir positif agar tercipta cita-cita dan perubahan yang positif dimasa yang akan datang,” pesan Lukman yang juga alumni mahasiswa Tasawuf Psikoterapi IAIN Pekalongan.[Lukman Hakim/Wakil Ketua 1 PC MATAN Kota Pekalongan]

Berita

Petanesia Gelar Rakernas II, Habib Luthfi Serukan Pesan Damai

Published

on

Mojokerto, JATMAN Online – Pencinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) menggelar forum Rapat Kerja Nasional II 2022 di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (6/8). Dalam Rekernas tersebut disuarakan pesan damai.

Pesan damai dari puluhan tokoh agama dan tokoh budaya itu disampaikan karena potensi konflik yang memecah belah bangsa sangat mungkin terjadi jelang momentum 5 tahunan Pemilu 2024.

“Kepentingan partai politik yang bersifat sesaat jangan sampai mengalahkan kepentingan bangsa yang lebih luas,” kata pendiri sekaligus Ketua Dewan Fatwa Petanesia Habib Lutfhi Bin Yahya dalam siaran pers kepada JATMAN Online.

Harapannya, Petanesia menjadi garda terdepan dan benteng merawat keberagaman budaya, kultur dan ragam agama di Indonesia.

Indonesia saat ini akan berusia 77 tahun. Jika diibaratkan manusia, kata Habib Luthfi, usia 77 tahun sudah tua. Namun bagi sebuah bangsa, usia tersebut masih sangat muda dan masih sangat rentan mengalami perpecahan.

“Bangsa Indonesia tidak boleh terpecah dalam momentum apapun, bangsa Indonesia harus tetap cinta tanah air,” jelasnya.

Sementara itu, penasihat Petanesia KH Asep Saifudin Chalim mengingatkan para pejabat dan tokoh politik akan adanya kelompok-kelompok tertentu baik itu kelompok ekstrem kiri maupun ekstrem kanan.

“Para tokoh politik dan pejabat harus menjunjung nilai toleransi dan tidak berpihak kepada kelompok manapun demi kepentingan bangsa,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto ini.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Petanesia Deni R Sagara, menyampaikan bahwa Petanesia adalah gerakan kebangsaan yang memiliki tugas mulia yakni merawat keberagaman,merawat budaya nusantara, mencintai indonesia.

“Karena itu, Petanesia harus tampil terdepan melayani semua elemen bangsa dalam menjaga keutuhan NKRI,” ungkapnya.

Kata pria yang akrab dipanggil Bung Sagara ini mengutip pesan populer Bung Karno yakni “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri,”.

Menurutnya, pesan tersebut mengandung makna bahwa Indonesia memiliki potensi perpecahan yang disebabkan oleh bangsanya sendiri.

Continue Reading

Berita

Bedah Buku ‘Toleransi’ Milik Prof Quraisy Shihab, TGB: Harus Lebih Tebal Lagi

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Dr KH Muchlis M. Hanafi memandu acara Launching dan bedah buku ‘Toleransi” karya Prof Quraisy Shihab yang diterbitkan oleh Muslim Council of Elders (مجلس حكماء المسلمين) pada event Islamic Book Fair 2022 di JCC Senanyan Jakarta pada hari Sabtu (06/08).

Pada bedah buku ini dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin, MA, menyampaikan perlunya warga Indonesia membaca dan memahami buku yang sangat bagus ini sebagai pedoman bertoleransi.

“Bahwa narasi gagasan beliau sangat kuat sekali, sangat sistematis, berbasis argumentasi Al-Qur’an dan Hadist, pengalaman dari sejarah, sehingga betapa pentinganya toleransi,” katanya.

Ia berpesan dan menganjurkan agar masyarakat membaca buku ini sebagai pedoman toleransi.

“Negara multi kultural yang majemuk, dari budaya, bahasa diperlukan sikap toleransi hal ini adalah sebuah kemestian, harus kita jalani,” terang Kamaruddin.

Bahwa buku Toleransi ini, lanjut dia, akan memberikan banyak manfaat untuk semua masyarakat sebagai warga Negara Indonesia.

“Mencerahkan mencerdaskan umat yang hidup ditengah Negara dan Bangsa yang sangat multi kultur,” ucapnya.

Dalam kesempatan lain, pembicara kedua Dr Tuan Guru Bajang (TBG) Muhammad Zainul Majdi Lc MA mengatakan bahwa hadirnya buku ini menjadi istimewa karena sesuai dengan tempatnya.
وضع شيئ على محله “Meletakkan sesuatu pada tempatnya” (proporsional).

Karena itu wadhoa syai’ fimahalihi menjadi penting.

“Hadirkanlah muamalah yang baik, diruang publik tentunya dengan bertoleransi,” jelas Ketua Organisasi Alumni Al-Azhar Internasional (OIAA) Cabang Indonesia ini.

TGB mengungkapkan, satu hal yang kurang dari buku ini adalah kurang tebal saja, isi dari pembahasannya akan menjadi rujukan untuk kita semua sebagai warga Indonesia yang cinta kepada tanah airnya.

“Satu saja yang Syekh (Prof Quraisy Shihab) bahwa harus lebih tebal lagi,” klakar ulama dan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat ini.

Muchlis M. Hanafi mengungkapkan kebanggaannya pada acara ini yang dihadiri langsung oleh penulis buku Toleransi yaitu Prof. Quraisy Shihab.

“Sehingga acara ini terasa keberkahannya, semoga beliau senantiasa Allah berikan kesehatan dan umur yang selalu memberikan kemanfaatan untuk kita semua sebagai warga Negara Indonesia,” Punkas Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pewarta: Abdul Mun’im Hasan

Editor: Warto’i

Continue Reading

Berita

Habib Luthfi Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan TNI Angkatan Darat

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Ketua Sufi Dunia Maulana Habib Luthfi bin Yahya Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan TNI Angkatan Darat oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, Pengukuhan digelar di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (5/8/22).

Dudung mengatakan bahwa Habib Luthfi merupakan sosok ulama besar yang telah berkontribusi kepada bangsa Indonesia.

“Beliau ini senantiasa mengedepankan tiga pilar pemberdayaan umat yaitu agama, kebangsaan atau nasionalisme dan pertumbuhan ekonomi.” kata Dudung dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Darat, Jumat malam (5/8).

Ketiganya dirangkai harmonis dalam platform sejarah kebangsaan menjadi strategi dakwah yang damai, berkarakteristik ke-Indonesia-an yang multi etnis, ” sambung Kasad.

Pada kesempatan tersebut, Habib Luthfi bin Ali Yahya berterima kasih banyak kepada Angkatan Darat dan khususnya kepada Kasad yang telah mempercayai dirinya, sehingga diangkat sebagai warga kehormatan Angkatan Darat.

Seberapa besar kita menghargai jasa para pendahulu dan pendiri bangsa Indonesia, serta sejauh mana kita berterima kasih, sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, katanya pula.

“Semoga dengan pengukuhan ini, saya akan menjadi perekat kekuatan-kekuatan, terutama kekuatan pertahanan nasional,” kata Habib Luthfi.

Pengukuhan Habib Luthfi Bin Yahya ditandai dengan penyematan jaket loreng dilanjutkan penyerahan sertifikat, plakat dan merchandise dari Kasad. Selanjutnya acara diakhiri dengan doa dan foto bersama.

Turut hadir dalam acara ini Wakasad beserta PJU Mabesad, Pangkostrad, Pangdam Jaya dan Wadanjen Kopassus.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending