Pesantren Tertua Banjarnegara Rayakan Haflah ke-118 dengan Lalaran Aqidatul Awam

0

BANJARNEGARA – Pondok Pesantren Al-Fatah yang berdiri sejak 1901 menggelar Haflah Akhirussanah di halaman Pondok Pesantren Al-Fatah Jalan S. Parman KM. 3 Banjarnegara, Jawa Tengah (29/4). Acara diawali dengan lalaran khataman nadzam ‘Aqidatul ‘Awam pada ba’da zuhur dan dilanjutkan dengan khataman kitab nadzam Imrithy oleh para santri selepas ashar.

Dalam sambutannya Kiai Jauhar Hatta menuturkan kepada santri untuk mengamalkan dan melestarikan ajaran ahlussunnah wal jama’ah. “Anak-anakku yang sudah khataman ‘Aqidatul ‘Awam, amalkan kitab Ahlussunnah Wal Jamaah ini, karena Pendiri pesantren ini Kiai Abdul Fatah ketika semasa hidupnya sangat menanamkan isi kandungannya,” ujar Mudir Idarah Syu’biyah JATMAN Banjarnegara.

Selaras dengan pernyaaan di atas, Kiai Nurul Huda Pengasuh Ponpes Al-Fatah pun berharap para santri bisa mengamalkan ilmu yang diajarkan di pesantren, terutama mempraktekan isi kitab tersebut. Ditambah, sang pendiri KH. Abdul Fatah mempunyai sanad yang jelas hingga Rasululllah.

Ba’da shalat maghrib, rangkaian acara diteruskan dengan khataman Al Qur’an yang dilanjutkan dengan Tahlil dan Tabligh Akbar yang disampaikan Kiai Fawzi Awqof asal Mojokerto, Jawa Timur dan Kiai Wahfiudin Sakam dari Jakarta.

“Saya pesan kepada temen-teman santri yang sudah khatam, teruslah mengaji sampai mati. Kalaupun sudah pulang ke rumah, jangan tinggalkan ngaji dan selalu silaturahim ke pesantrenmu,” demikian nasehat Kiai Fawzi Awqof.

Sedangkan, KH. Wahfiudin Sakam menjelaskan bahwa, “Hakikat diri kita adalah ruh yang pusatnya di qalbu. Sedangkan tersambungnya diri kita kepada Allah dengan Qalbu. “Jadi teruslah berdzikir, dzikir tidak cukup di ucapkan, tapi tembuskan dalam qalbu,” ucap Mudir Aam JATMAN.

Hadir sekitar 2500 jamaah dari berbagai daerah yang terdiri dari pejabat pemerintah setempat,TNI – Polri, wali santri dan alumni Ponpes.

Ponpes Al Fatah sendiri merupakan salah satu Pesantren yang dirintis dan didirikan pada masa penjajahan Belanda oleh KH. Abdul Fatah sekembalinya beliau menuntut ilmu di Mekkah. Selain tujuan awal berdirinya pesantren untuk mengembangkan dakwah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah berbasis pendidikan. Yakni dengan menitikberatkan pada kajian kitab kuning sistem salaf untuk tafaqquh fiddin serta pengembangan Tarekat Naqysabandiyah Khalidiyah. (nis/eep)

Comments
Loading...