Pesantren Darul Istiqomah Tegal Gelar Haul KH. Khudlori

0

Tegal – Diiringi hujan rintik-rintik, Rabu pagi (26/12) Pondok Pesantren Darul Istiqomah menggelar Haul KH. Khudlori A. Khudlori bin H. Marghubi. Pondok yang berlokasi di Desa Lengkong, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal ini dikenal dengan pesantren yang mengajarkan amaliyah Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah Pesantren Suryalaya.

“Pukul tujuh masyarakat sudah berkumpul, menunaikan shalat sunnah, dzikir dan dilanjutkan dengan manaqib Syaikh Abdul Qadir al-Jailani (qs),” ujar Ust. Ali Zaki, putra almarhum.

Putra pertama Kiai Khudlori, Ust. Ali Murtadho menambahkan dalam penyelenggaraan haul setiap tahunnya selalu dipadukan dengan manaqib bulanan. “Setiap haul kami selalu datangkan wakil talqin Abah Anom untuk menyampaikan khidmat ilmiah dan talqin dzikir,” pungkasnya.

Anis, reporter JOL yang hadir dalam haul ke-6 Kiai Khudlori menyampaikan dalam tausiyahnya Kiai Wahfiudin membahas 3 Peran Rasulullah. “Ada tiga tugas Rasulullah yang perlu kita ketahui dalam Surat al-Jum’ah ayat dua; Tilawah, Tazkiyah dan Taklim,” ujar Mudir Aam JATMAN.

Selesai tausiyah Kyai Wahfiudin menyampaikan talqin dzikir

Menurut Kiai Wahfiudin tilawah bisa dilakukan dengan membacakan ayat-ayat Nya, memperkenalkan kepada orang-orang tentang adanya petunjuk ‘langit’, dan meyakinkan mereka tentang kebanaran ayat-ayat ‘langit’ itu. Sementara tazkiyah, mensucikan jiwa pengikutnya.

“Tanpa kesucian jiwa maka makna ayat-ayat yang dibacakan tak akan terpahami dengan baik, tak juga ayat-ayat itu terasakan sebagai penggerak yang memotivasi orang untuk mengamalkannya,” sambung Wakil Ketua Komisi Pendidikan & Kaderisasi MUI Pusat.

Selanjutnya Kiai Wahfiudin menegaskan jika taklim dengan mengajarkan ketentuan-ketentuan Allah (hukum, kitab) juga tujuan dan manfaat dari ketentuan-ketentuan tersebut (hikmah).

Kiai Khudlori diangkat menjadi wakil talqin pada tanggal 2 September 2005. (anis/idn)

Comments
Loading...