Pesan Nabi Menghadapi Era Disrupsi

JAKARTA – Dengan kemajuan teknologi informasi dan Artificial Intelligence yang diterapkan di berbagai bidang banyak membuat perubahan yang signifikan kepada manusia dalam menjalankan kehidupannya.

Era ini bisa dikatakan juga sebagai era disrupsi. Menurut KBBI disrupsi adalah hal yang tercabut dari akarnya. Jika dimaknai secara bebas bisa diartikan sebagai perubahan yang mendasar atau radikal. Era disrupsi adalah era gangguan karena mengganggu tatanan yang sudah ada.

Kini manusia mau tidak mau suka tidak suka mesti beradaptasi terhadap segala perubahan yang terjadi karena keterkaitan antara cyber physical system, IoT dan networks. Baik dalam ekonomi seperti melajunya e commerce, transportasi dengan maraknya transportasi online hingga pendidikan dengan munculnya bimbel online, bahkan keagamaan dengan hadirnya platform yang mempertemukan jamaah dengan ustadznya. Perubahan juga tidak dipungkiri terjadi dalam hal pekerjaan, manajemen, sosial, politik, regulasi, budaya serta teknologi itu sendiri.

Untuk menghadapi zaman yang perubahan selalu terjadi setiap saat, maka dari sini setiap muslim mesti kekuatan iman sebagai basic self control serta kemampuan beradaptasi secara cepat. Baik secara individu, tim, masyarakat, corporate, instansi hingga negara.

Nabi bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah ketimbang mukmin yang lemah, dan masing masing ada kebaikannya.”

Hadis yang termaktub dalam Shahih nya Imam Muslim dijelaskan oleh Imam Nawawi. Bahwa kuat tersebut terkait tekad yang kuat dalam pelaksanaan ketaatan. Termasuk di dalamnya berupaya untuk mengendalikan hawa nafsu sebagai bentuk jihad yang besar serta bersabar atas segala sesuatu. Dan lebih dari itu memiliki semangat amar ma’ruf dan nahyi munkar dengan adab-adabnya dan senang menjalankan aneka ibadah seperti shalat, puasa, berdzikir.

Nabi melanjutkan hadits di atas, “dan pada keduanya ada kebaikan. Bersemangatlah mencari apa yang bermanfaat untukmu, mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa lemah”. (HR. Muslim).

Selain tekad dan keimanan yang kuat dalam menjalankan tuntunan agama, Nabi memberikan tips kepada setiap muslim untuk fokus dalam hal yang bermanafaat. Hal bermanfaat ialah hal yang mengasah kemampuan diri, menempa kelebihan serta mengembangkan minat dan bakat sehingga unggul di bidang yang digelutinya.

Setelah fokus pada hal-hal yang berfaedah dan mengabaikan hal yang un-faedah. Pesan Nabi ialah agar kita senantiasa memohon pertolongan Allah swt. Sehingga atas segala sesuatunya hanya Allah-lah yang kita tuju dan andalkan.

Dan terakhir, Nabi berpesan, jangan merasa lemah. Maknanya, kita harus optimis menghadapi segala sesuatu termasuk era yang kini tengah masuk pada era keberlimpahan atau menurut sebagian pakar disebut dengan Era Abundance. Setelah totalitas ikhtiar, kita serahkan segalanya pada Allah sebagai bentuk penyerahan diri (tawakkal). Walallahu a’lam bisshawab.

Oleh: Saepuloh

Komentar
Loading...