Portal Berita & Informasi JATMAN

Pesan Maulana Habib Luthfi Dalam Pengajian Kliwonan

0 4.115

Pekalongan – Hari ini, Jumat (29/6) kembali digelar pengajian rutin Kliwonan (setiap Jum’at Kliwon) di Gedung Kanzus Sholawat Pekalongan. Jama’ah dari berbagai daerah mulai banyak berdatangan sejak malam. Puncaknya adalah pagi ini selepas Shubuh.

Saat menyaksikan pemandangan di depan Gedung Kanzus Sholawat, hanya tasbih, tahmid, tahlil dan takbir yang bisa kita ucapkan.

Pukul 07.40 Maulana Habib Luthfi tiba lalu memulai pengajian kliwonan dengan lantunan shalawat tawasul dan dzikir.

Setelah rangkaian dzikir dan pembacaan kitab, Maulana Habib Luthfi memberikan tausiyah tentang tawakkal. Beberapa hal yang beliau sampaikan antara lain;

1. Pasrahkan semua urusan kepada Allah dengan tawakkal.

2. Berusahalah meraih harapan dengan bersungguh-sungguh dalam ikhtiyar.

3. Tawakkal dan Ikhtiyar adalah dua elemen yang menyatu dan tidak bisa dipisahkan.

4.  Ikhtiyar yang tidak disertai dengan tawakkal, akan memunculkan sifat ke-aku-an (egois).

5. Ikhtiyar bukan segala-galanya. Ikhtiyar adalah sebatas usaha. Hasilnya dipasrahkan kepada Allah. Inilah yang disebut tawakkal.

6. Ikhtiyar disertai tawakkal akan memunculkan sifat mahmudah dan akhlak karimah. Karena dengan tawakkal akan tertanam husnudhdon kepada Allah, maka akan mudah husnudhdon kepada Rasulullah.

7. Husnudhdhon yang tertanam dengan baik akan memudahkan kita mengerjakan perintah-perintah Allah dan RasulNya.

8. Saat seseorang sudah mau dengan kesadarannya untuk Imtitsaal Awaamirillah wajtinaab Nawaahiihi, hal itu dapat mengantarkannya untuk memperoleh sifat zuhud, menghilangkan kecintaan pada dunia.

9. Zuhud, bukan berarti tidak mau menggunakan fasilitas duniawi, tapi zuhud lebih ditekankan pada penafian cinta dunia dari hati sanubari

10. Jika sudah demikian, maka ridha dan rahmat Allah akan mudah turun mengiringi dan mengayomi kehidupannya. Sehingga ia akan bisa merasakan suatu kondisi yang tergambar dalam sebuah ungkapan:

Tiada resah yang menghampirinya.
Tiada susah yang mendatanginya.
Tiada galau yang membingungkannya.
Tiada sedih yang mengganggunya, karena ia merasa Allah selalu bersamanya, baik saat sendiri.

Pengajian pun berahir dengan singkat. Mungkin hanya 15 menitan, tapi apa yang disampaikan Beliau sudah sangat cukup menyiram qalbu yang “kering”.

Pengajian rutin kliwonan berahir pada jam 08.40 diakhiri dengan mushofahah jamaah dengan Maulana Alhabib Muhammad Luthfi, serta baiat.

Gd. Kanzus Shalawat Pekalongan, Jum’at 29 Juni 2018

Oleh: Anas Mas’udi

Comments
Loading...