Connect with us

Berita

Pesan JATMAN kepada PK MATAN IAIN Cirebon 2021-2022

Published

on

MATAN IAIN Cirebon

Cirebon, JATMAN.OR.ID: Ketua Pengurus Cabang (PC) Mahasiswa Ahlith Thariqoh al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (MATAN) Kota Cirebon, Habiburahman Resmi Melantik Pengurus Komisariat (PK) MATAN Institut Agama Islam Negri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon masa khidmah 2021-2022. Minggu, (30/5/21)

Berlangsung di Pondok Pesantren Madinatunnajah Kota Cirebon pelantikan yang digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat ini mengambil tema Berusaha Mewujudkan Ghirah ke-MATAN-nan melalui Intelektual, Spiritual dan Nasionalis.

Dalam tuturnya KH. Abdul Mujieb selaku Idaroh Syu’biyah JATMAN Kota Cirebon berpesan agar menjadi pengurus tetap kokoh tetap tangguh dan istiqomah yaitu niatnya khidmah.

“Untuk menjadi pengurus tetap kokoh tetap tangguh dan istiqomah yaitu niatnya khidmah kepada Allah dan Rasul melalui Maulana Habib Luthfi bin Yahya insya Allah tidak akan kendor, tapi kalau hanya ikut-ikutan ada tantangan sedikit langsung lemas, tapi kalau khidmah kepada Abah meskipun hanya perwakilan dari Rasulullah seorang mursyid di belakangnya Rasulullah di belakang Rasul ada Allah SWT.,” ujarnya.

“Sebab, kenapa pentingnya khidmah. Ada ilmu ada barokahnya ilmu, ada hidup ada barokahnya hidup, ada rizki ada barokahnya rizki, ada keluarga ada barokahnya keluarga. Sebab kalau ilmu, yang penting kuliah empat tahun sudah S1, tapi apa keuntungannya sukses, otomatis kalau ilmunya itu banyak orang yang makai belum tentu, tapi apakah lulus S1 otomatis jadi orang alim orang sholeh belum tentu,” terang Yai Abdul Mujieb.

“Adanya di khidmah, maka tidak ada ulama besar yang ketika mondoknya tidak khidmah. Di teliti ajah perjalanan pondok atau kiai besar itu tidak ada. Contoh KH. Sobari Ciwedus, itu tiga tahun mondok di Mbah Kholil Bangkalan angon wedus itu tiga tahun tidak pulang-pulang pondok sampai lupa kiainya tau-tau pulang bawah wedus, tiga tahun nggak pulang-pulang tapi menjadi ulama besar, dan begitu pula dengan cerita-cerita kiai besar yang lainya,” lanjutnya

Sesuai dengan tema pelantikan Berusaha Mewujudkan Ghirah ke-MATAN-nan melalui Intelektual, Spiritual dan Nasionalis, Habiburahman Ketua Pengurus Cabang MATAN Kota Cirebon berharap kepada para pengurus MATAN Komisariat IAIN Cirebon ini dapat mengemban tugas dengan berintegritas, amanah, semangat dan istiqomah dalam berkhidmah di MATAN ini.

“Alhamdulillah, selamat dan sukses atas terselenggaranya pelantikan Pengurus Komisariat MATAN IAIN Syekh Nurjati Cirebon masa khidmah 2021-2022, semoga dengan terselenggaranya pelantikan ini kader-kader PK MATAN IAIN semakin berintegritas, amanah, semangat dan istiqomah dalam berkhidmah di MATAN ini,” ungkapnya.

Khumaedi NZ, Ketua Terpilih Pengurus Komisariat (PK) Mahasiswa Ahlith Thariqoh al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (MATAN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon masa khidmah 2021-2022 juga ikut mengucap Semoga dengan adanya kegiatan pelantikan ini sebagai ikhtiar kita sesama pengurus Komisariat MATAN

“Semoga dengan adanya kegiatan pelantikan ini sebagai ikhtiar kita sesama pengurus Komisariat MATAN IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk menumbuhkan ghirah ke-MATAN-nan dan tambah khidmah kepada MATAN melalui guru-guru khususnya guru mursyid.”[KNZ]

Berita

Petanesia Gelar Rakernas II, Habib Luthfi Serukan Pesan Damai

Published

on

Mojokerto, JATMAN Online – Pencinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) menggelar forum Rapat Kerja Nasional II 2022 di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (6/8). Dalam Rekernas tersebut disuarakan pesan damai.

Pesan damai dari puluhan tokoh agama dan tokoh budaya itu disampaikan karena potensi konflik yang memecah belah bangsa sangat mungkin terjadi jelang momentum 5 tahunan Pemilu 2024.

“Kepentingan partai politik yang bersifat sesaat jangan sampai mengalahkan kepentingan bangsa yang lebih luas,” kata pendiri sekaligus Ketua Dewan Fatwa Petanesia Habib Lutfhi Bin Yahya dalam siaran pers kepada JATMAN Online.

Harapannya, Petanesia menjadi garda terdepan dan benteng merawat keberagaman budaya, kultur dan ragam agama di Indonesia.

Indonesia saat ini akan berusia 77 tahun. Jika diibaratkan manusia, kata Habib Luthfi, usia 77 tahun sudah tua. Namun bagi sebuah bangsa, usia tersebut masih sangat muda dan masih sangat rentan mengalami perpecahan.

“Bangsa Indonesia tidak boleh terpecah dalam momentum apapun, bangsa Indonesia harus tetap cinta tanah air,” jelasnya.

Sementara itu, penasihat Petanesia KH Asep Saifudin Chalim mengingatkan para pejabat dan tokoh politik akan adanya kelompok-kelompok tertentu baik itu kelompok ekstrem kiri maupun ekstrem kanan.

“Para tokoh politik dan pejabat harus menjunjung nilai toleransi dan tidak berpihak kepada kelompok manapun demi kepentingan bangsa,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto ini.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Petanesia Deni R Sagara, menyampaikan bahwa Petanesia adalah gerakan kebangsaan yang memiliki tugas mulia yakni merawat keberagaman,merawat budaya nusantara, mencintai indonesia.

“Karena itu, Petanesia harus tampil terdepan melayani semua elemen bangsa dalam menjaga keutuhan NKRI,” ungkapnya.

Kata pria yang akrab dipanggil Bung Sagara ini mengutip pesan populer Bung Karno yakni “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri,”.

Menurutnya, pesan tersebut mengandung makna bahwa Indonesia memiliki potensi perpecahan yang disebabkan oleh bangsanya sendiri.

Continue Reading

Berita

Bedah Buku ‘Toleransi’ Milik Prof Quraisy Shihab, TGB: Harus Lebih Tebal Lagi

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Dr KH Muchlis M. Hanafi memandu acara Launching dan bedah buku ‘Toleransi” karya Prof Quraisy Shihab yang diterbitkan oleh Muslim Council of Elders (مجلس حكماء المسلمين) pada event Islamic Book Fair 2022 di JCC Senanyan Jakarta pada hari Sabtu (06/08).

Pada bedah buku ini dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin, MA, menyampaikan perlunya warga Indonesia membaca dan memahami buku yang sangat bagus ini sebagai pedoman bertoleransi.

“Bahwa narasi gagasan beliau sangat kuat sekali, sangat sistematis, berbasis argumentasi Al-Qur’an dan Hadist, pengalaman dari sejarah, sehingga betapa pentinganya toleransi,” katanya.

Ia berpesan dan menganjurkan agar masyarakat membaca buku ini sebagai pedoman toleransi.

“Negara multi kultural yang majemuk, dari budaya, bahasa diperlukan sikap toleransi hal ini adalah sebuah kemestian, harus kita jalani,” terang Kamaruddin.

Bahwa buku Toleransi ini, lanjut dia, akan memberikan banyak manfaat untuk semua masyarakat sebagai warga Negara Indonesia.

“Mencerahkan mencerdaskan umat yang hidup ditengah Negara dan Bangsa yang sangat multi kultur,” ucapnya.

Dalam kesempatan lain, pembicara kedua Dr Tuan Guru Bajang (TBG) Muhammad Zainul Majdi Lc MA mengatakan bahwa hadirnya buku ini menjadi istimewa karena sesuai dengan tempatnya.
وضع شيئ على محله “Meletakkan sesuatu pada tempatnya” (proporsional).

Karena itu wadhoa syai’ fimahalihi menjadi penting.

“Hadirkanlah muamalah yang baik, diruang publik tentunya dengan bertoleransi,” jelas Ketua Organisasi Alumni Al-Azhar Internasional (OIAA) Cabang Indonesia ini.

TGB mengungkapkan, satu hal yang kurang dari buku ini adalah kurang tebal saja, isi dari pembahasannya akan menjadi rujukan untuk kita semua sebagai warga Indonesia yang cinta kepada tanah airnya.

“Satu saja yang Syekh (Prof Quraisy Shihab) bahwa harus lebih tebal lagi,” klakar ulama dan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat ini.

Muchlis M. Hanafi mengungkapkan kebanggaannya pada acara ini yang dihadiri langsung oleh penulis buku Toleransi yaitu Prof. Quraisy Shihab.

“Sehingga acara ini terasa keberkahannya, semoga beliau senantiasa Allah berikan kesehatan dan umur yang selalu memberikan kemanfaatan untuk kita semua sebagai warga Negara Indonesia,” Punkas Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pewarta: Abdul Mun’im Hasan

Editor: Warto’i

Continue Reading

Berita

Habib Luthfi Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan TNI Angkatan Darat

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Ketua Sufi Dunia Maulana Habib Luthfi bin Yahya Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan TNI Angkatan Darat oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, Pengukuhan digelar di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (5/8/22).

Dudung mengatakan bahwa Habib Luthfi merupakan sosok ulama besar yang telah berkontribusi kepada bangsa Indonesia.

“Beliau ini senantiasa mengedepankan tiga pilar pemberdayaan umat yaitu agama, kebangsaan atau nasionalisme dan pertumbuhan ekonomi.” kata Dudung dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Darat, Jumat malam (5/8).

Ketiganya dirangkai harmonis dalam platform sejarah kebangsaan menjadi strategi dakwah yang damai, berkarakteristik ke-Indonesia-an yang multi etnis, ” sambung Kasad.

Pada kesempatan tersebut, Habib Luthfi bin Ali Yahya berterima kasih banyak kepada Angkatan Darat dan khususnya kepada Kasad yang telah mempercayai dirinya, sehingga diangkat sebagai warga kehormatan Angkatan Darat.

Seberapa besar kita menghargai jasa para pendahulu dan pendiri bangsa Indonesia, serta sejauh mana kita berterima kasih, sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, katanya pula.

“Semoga dengan pengukuhan ini, saya akan menjadi perekat kekuatan-kekuatan, terutama kekuatan pertahanan nasional,” kata Habib Luthfi.

Pengukuhan Habib Luthfi Bin Yahya ditandai dengan penyematan jaket loreng dilanjutkan penyerahan sertifikat, plakat dan merchandise dari Kasad. Selanjutnya acara diakhiri dengan doa dan foto bersama.

Turut hadir dalam acara ini Wakasad beserta PJU Mabesad, Pangkostrad, Pangdam Jaya dan Wadanjen Kopassus.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending