Portal Berita & Informasi JATMAN

Pertemuan Internasional Ulama Tarekat Naqsyabandiyah di Uzbekistan

0 126

Tashkent – Ulama dari berbagai dunia berkumpul di Uzbekistan dalam rangka Pertemuan Internasional Ulama Tarekat Naqsyabandiyah. Dalam agenda, pertemuan tersebut rencananya berlangsung mulai 8 hingga 14 November 2018.

Hadir para ulama diantaranya berasal dari Arab Saudi, Malaysia, Bangladesh, India, Pakistan, Inggris dan Cina serta beberapa negara lain. Diantara masyayikh yang hadir ada Syaikh Sayyid Abdullah Al-Husaini Al-Madani asli dari Madinah namun menetap di Inggris, Syaikh Aley yang berasal dari Malaysia, Syaikh Abdul Kareem selaku Sekjen Perkumpulan Tarekat se-Malaysia, Syaikh Mustafa Arif Kamal yang berasal dari Mekkah dan Syaikh Zulfikar dari Pakistan.

Mereka hadir bersama murid-muridnya, seperti Syaikh Dr. Muhammad Rajab Deeb asal Suriah yang hadir bersama murid-muridnya dari Indonesia, Amerika, Perancis, Belgia, Chechnya, Luksembrug, Maroko dan Tunisia. Hadir delegasi asal Indonesia KH Anang Rikza Masyhadi dan KH Anizar Masyhadi dari Tazakka Batang, menantu mbah KH Maemon Zubeir, Gus Zuhrul Anam dari Leler Banyumas serta KH Minan Ansory dari Payaman Magelang.

Selain agenda pertemuan, seluruh delegasi mengunjungi makam sahabat Nabi, para imam dan aulia, terutama para aulia tarekat Naqsyabandi. Diantaranya, makam Ibnu Abbas ra (sahabat dan sepupu Nabi saw), Imam Bukhari, Imam Maturidi, Syaikh Abdul Kholiq Al Ghudawani, Syaikh Arif Regary, Syaikh Muhammad Anjir Fagnawi, Syaikh Muhammad Bahauddin Naqsyabandy, Syaikh Boboi Somosiy, Syaikh Ali Romitani, Syaikh Amir Kulal, Syaikh Khawaja Ubaidillah As-Samarkandy dan beberapa lainnya.

“Tiga minggu sebelum berangkat, kami sowan Rais Am JATMAN untuk menyampaikan perkenan beliau dapat terbang bersama-sama ke Uzbekistan, namun 10 November adalah peringatan Hari Pahlawan yang sekaligus ulang tahun beliau ke-71, dan Habib Luthfi menyampaikan salam hangat untuk para masyayikh yang hadir,” cerita Kiai Anizar.

Senada, KH Anang Rikza Masyhadi mengungkapkan bahwa kunjungan ke Uzbekistan sangat menyentuh spiritualitas hampir semua delegasi. Banyak peninggalan khazanah Islam klasik yang sangat luar biasa tersebar di Uzbekistan. “Alhamdulillah, kami bisa mengunjungi para sahabat Nabi, keluarga Nabi, para imam, dan aulia, agar kita selalu ingat jasa-jasa beliau kepada umat dan agama serta bisa meneladaninya,” tuturnya penuh syukur.

Menurut kiai Anizar, pemerintah Uzbekistan nampaknya mulai berbenah untuk menghidupkan kembali sejarah peradaban Islam, hal itu ditandai dengan adanya penataan ulang terhadap peninggalan-peninggalan yang ada. “Suasana kota yang indah serta didukung dengan masyarakat yang ramah akan menjadikan Uzbekistan destinasi favorit untuk dikunjungi ke depannya,” tutup Lajnah Muwashalah dan Luar Negeri Idarah Aliyah JATMAN tersebut. (Eep)

Comments
Loading...