Pertama Kali dalam 86 Tahun, Muslim Turki Jumatan di Hagia Sophia

Untuk pertama kalinya dalam 86 tahun, umat Muslim Turki melaksanakan salat Jumat di Hagia Sophia pada Jumat (24/7).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bergabung bersama ratusan jemaah setelah mengambil keputusan kontroversial: mengalih-fungsikan kembali Hagia Sophia dari museum menjadi masjid.

Hagia Sophia yang merupakan landmark ikonis di kota Istanbul itu, kini sudah dibuka kembali sebagai tempat salat bagi kaum Muslimin, setelah selama 86 tahun terakhir difungsikan sebagai museum.

Presiden Erdogan pada 10 Juli lalu, secara kontroversial menyatakan bahwa bangunan berusia hampir 1.500 tahun itu dibuka kembali sebagai masjid, tempat ibadah kaum muslim.

Pengadilan tinggi negara itu memutuskan bahwa perubahan Hagia Sophia menjadi museum yang dilakukan oleh pendiri Turki modern, Mustafa Kemal Ataturk pada pertengahan 1930-an adalah tindakan ilegal.

Meski demikian, Hagia Sophia masih terbuka bagi pengunjung non-muslim dan para wisatawan mancanegara. Hagia Sophia selama ini telah menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan dari seluruh dunia. Kurang afdal rasanya, jika ke Turki tanpa mengunjungi Hagia Sophia.

Hagia Sophia yang sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia tersebut, merupakan sebuah katedral yang dibangun pada masa pemerintahan kaisar Bizantium Justinian I pada tahun 537, tetapi kemudian diubah menjadi masjid setelah penaklukan Ottoman atas Konstantinopel tahun 1453.

Di era tersebut, bahkan mungkin sampai sekarang, perubahan tempat ibadah dari gereja menjadi masjid, juga sebaliknya adalah hal yang biasa terjadi. Apalagi, menurut bukti dan catatan sejarah, perubahan Hagia Sophia dari katedral menjadi masjid tersebut melalui proses jual beli yang sah.

Presiden Erdogan, yang bergabung dengan ratusan jemaah di Hagia Sophia pada Jumat (24/7), menyatakan bahwa perubahan Hagia Sophia dulu menjadi museum adalah sebuah “kesalahan besar”.

Tapi, sejumlah kalangan mengkritik Erdogan yang telah berkuasa di Turki selama 17 tahun. Ia dituduh tengah bermain politik untuk memperkuat dukungan dari basis pendukungnya.

Hagia Sophia dengan kubah yang menjulang di langit Istanbul, merupakan salah satu tempat wisata paling populer di Turki, dengan sekitar 3,7 juta pengunjung pada tahun 2019.

Hari Jumat tersebut merupakan hari bersejarah bagi sebagian besar warga Muslim Turki. Kota Istanbul tertutup untuk lalu lintas sejak semalam sebelumnya, untuk menyambut gelombang pendatang dari berbagai daerah yang ingin mengikuti salat Jumat di Hagia Sophia.

Pemerintah Turki berjanji, meski menjadikannya masjid tetap akan membuat Hagia Sophia terbuka bagi turis dan pengunjung non-muslim, bahkan sekarang untuk masuk ke Hagia Sophia tidak dipungut bayaran alias gratis.

Otoritas agama tertinggi di Turki, Diyanet akan bertanggung jawab dalam pengelolaan masjid tersebut. Kepala Diyanet, Ali Erbas mengatakan akan ada 700 hingga 1.000 orang yang akan salat berjamaah di dalam Hagia Sophia pada setiap hari Jumat, dengan tetap menjaga jarak 1 meter antara satu sama lain.

Lantai Hagia Sophia saat ini telah ditutupi dengan permadani pirus yang dipilih sendiri oleh Erdogan.

Sementara itu, mozaik bergambar Bunda Maria, bayi Yesus dan simbol-simbol Kristen lainnya akan ditutup dengan tirai pada saat salat dilaksanakan.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...