Pernyataan PCINU Tiongkok Terkait Persoalan Muslim di Provinsi Xinjiang

0

Beijing – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Tiongkok menyatakan bahwa pemerintah Indonesia harus menempatkan persoalan muslim di Provinsi Xinjiang sebagai urusan internal pemerintah Tiongkok.

Imron Rosyadi Hamid menuturkan, “Bahwa persoalan Xinjiang tidak bisa dikaitkan dengan kebijakan anti Islam, yang dilakukan otoritas China adalah tindakan untuk mencegah gerakan separatisme, sehingga jikapun ada dugaan terjadinya tindakan pelanggaran HAM di sana tetap harus ditempatkan pada persoalan cara penanganan separatisme yang kurang tepat, bukan pada kesimpulan bahwa Pemerintah China anti Islam,” demikian pernyataan Rais Syuriah PCINU Tiongkok sebagaimana dilansir dari nutiongkok.com pada 18/12 kemarin.

Dirinya juga menegaskan bahwa masyarakat juga perlu tahu bahwa konstitusi Tiongkok menjamin kebebasan beragama termasuk Islam. Kehidupan muslim di China, di luar Xinjiang, menurutnya berjalan baik bahkan pemerintah China juga membangun fasilitas bagi kepentingan Muslim seperti Hui Culture Park senilai 3,7 milyar dolar atau 51 triliun rupiah.

Ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan nahdliyyin juga pernah mengunjungi berbagai situs keislaman di Tiongkok termasuk pesantren dan madrasah.

Umat Islam sendiri di Tiongkok terus bertambah dengan jumlah masjid sekitar 35 ribu unit. Ada 10 Institut agama Islam, ratusan sekolah bagi kalangan rakyat untuk belajar bahasa Arab dan kebudayaan agama Islam. Dan telah dibentuk sebuah organisasi bernama Asosiasi Islam Tiongkok dan melancarkan kegiatan pelayanan untuk umat Muslim. (eep/yurnaldi)

Comments
Loading...