Perintah Al Quran: Berpikir Tentang Alam

Al-Qur’an berulang kali memerintahkan agar manusia berpikir dan meneliti tentang alam raya dan fenomenanya, dan tentang diri manusia dan masyarakatnya. Sekian banyak ayat al-Qur’an yang memerintahkan manusia agar memikirkan apa yang terbentang di alam raya ini dan yang terhidang di sekilingnya; makanan yang dia makan, air yang dia minum, sosok dirinya, bulan, matahari, bintang-bintang dan binatang-binatang, pengalaman dan sejarah masa lalu, serta rencana masa depan. Semua diperintahkan ayat-ayat al-Qur’an untuk dipikirkan, diamati, dipelajari, dan dimanfaatkan. Manusia diberi kebebasan penuh untuk berpikir dalam objek-objek tersebut.

Perintah di atas amat penting untuk dicermati dan diindahkan karena salah satu tugas penting manusia adalah menjadi khalifah yang bertugas menbangun dunia sesuai dengan “konsep” yang dikehendaki Allah dan itu tidak dapat terwujud dengan baik kecuali dengan memperhatikan alam raya sesuai keadaannya yang sebenarnya dan atas dasarnya manusia berinteraksi dengan Tuhan dan alam guna memelihara dan memanfaatkannya sesuai kehendak Allah swt.

Pemenuhan perintah di atas (berpikir tentang alam) itulah jalan yang mengantar manusia meraih ilmu dan teknologi. Itulah yang menghasilkan ilmuan muslim yang nama dan jasanya masih dikenang hingga kini. Semua pengamatan yang serius melahirkan ide. Ide itu mendorong untuk berpikir lebih lanjut sehingga menghasilkan sesuatu/tindakan yang konkret. Selanjutnya sesuatu atau tindakan itu bila dipikirkan akan melahirkan lagi sesuatu yang baru, demikian seterusnya tanpa henti. Inilah rahasia perkembangan ilmu dan lahirnya produk-produk baru sehingga yang sebelumya disebut “baru” menjadi “kuno”.

Nah, ketika kita memandang ke wujud nyata dengan menggunakan akal jernih dan terlepas dari pengaruh negatif, kita akan sadar bahwa di balik itu masih ada wujud yang lain yang tidak/belum terjangkau pikiran kita. Lalu dibalik semua itu adalah wujud Tuhan Yang Maha Kuasa.

Oleh: Prof. Dr. M. Quraish Shihab

Komentar
Loading...