Peringati Maulid Nabi, MATAN UIN Sunan Kalijaga Gelar Diskusi

YOGYAKARTA – MATAN UIN Sunan Kalijaga kembali mengadakan rutinan pembacaan Ratib Al-Haddad dan diskusi Tematik ‘Maulid Nabi: Lahirnya Kerinduan Abadi’ di Selasar Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada Sabtu (2/11).

M. Agus Effendi sebagai pemantik mengatakan bahwa Maulid Nabi terletak pada bulan Rabi’ul Awal yang awalnya adalah bulan biasa, namun ketika menjadi bulan kelahiran Nabi bulan tersebut menjadi bulan yang mulia.

Dalam kitab Simtud Durar yang berisikan kisah, akhlak dan puji-pujian untuk Nabi Muhammad saw disebutkan, bahwa Nabi Muhammad merupakan Nabi yang pertama kali diciptakan dan yang terakhir kali diutus.

Jadi, Nabi Muhammad itu merupakan cahaya pertama yang suci yang menurunkan makhluk di dunia termasuk para Nabi. Nabi Muhammad berupa cahaya masuk pada sulbi nabi-nabi terdahulu, termasuk Nabi Ibrahim as kenapa tidak bisa dibakar? karena di sulbi Nabi Ibrahim itu ada Nabi Muhammad SAW, begitu pula dengan Nabi Yunus yang tidak termakan oleh ikan.

Cahaya Nabi Muhammad berpindah dari sulbi ke sulbi yang lain, sampai ke sulbi ayahnya yaitu Abdullah dan ibunya yaitu Aminah. Ketika mengandung Rasulullah, Siti Aminah merasa seperti tidak ada beban dan tidak terjadi apa-apa, karena yang dikandungnya adalah bayi suci. Saat lahir, tubuh Nabi Muhammad mengeluarkan cahaya yang sangat terang.

“Memuji, menceritakan biografi, keistimewaan dan kesempurnaan-kesempurnaan Nabi Muhammad termasuk ibadah dan ketaatan. Supaya lahir hubungan ruhani atau ikatan batin antara seorang yang membaca biografi dengan yang bershalawat dengan ikatan yang tidak terlihat namun sangat kuat antara ruh satu dan yang lain.” terangnya, merujuk pada kitab.

“Dalam ushul fiqih, ada kaidah mengatakan bahwasannya ketika sesuatu sudah dekat itu biasanya perhatian. Misalnya kita suka sama ilmu, saat kita dekat dengan ilmu, maka akan selalu ingin belajar dan belajar. Sama halnya dengan seseorang yang dekat dengan Nabi, bershalawat dengan Nabi maka akan gemar melakukan ibadah dan suatu kebaikan. Doa itu akan menggantung di langit dan tidak akan sampai ke Allah kecuali dengan shalawat. Jadi fungsinya adalah kita berdoa meminta sesuatu, lalu kita shalawatin agar lebih lancar dan dikabulkan oleh Allah SWT.” sambung Affan.

Pesan yang bisa diterima saat momen bergembira ini (kelahiran Nabi) adalah wajibnya bersyukur atas kelahirannya.

Dengan kelahirannya, Nabi Muhammad memberikan satu kesadaran penting bahwa hidup ini bukan sekedar hidup, seperti zaman jahiliyah hanya memikirkan harta dan kedudukan. Kelahiran Rasulullah mengajarkan hidup menjadi untuk beribadah.

Perbanyak shalawat dan qasidah burdah, melakukan sunahnya misalnya bersiwak dan menjaga wudhu, belajar istiqamah misalnya istiqamah bershalawat sehari 100-1000 kali. (Lila Muttamimmah) 

Komentar
Loading...