Peringati Haul Ke-9, RMI NU Jatim Gelar Tadarus Humor Gus Dur

0

JOMBANG – Ahad (6/1) PW Rabithah Maahid Islamiyah (RMI NU) Jawa Timur menyelenggarakan Tadarus Humor Gus Dur di Pesantren Mamba’ul Ma’Arif Denanyar Jombang. Ragam humor digelar dalam rangka Haul Gus Dur ke-9.

Dalam sambutannya KH. Muhammad Zaki Hadzik bercerita satu jam setelah Gus Dur dimakamkan di Tebu Ireng ada seorang petugas Garda Bangsa datang ke rumahnya dengan nafas terengah-engah. “Gus itu tanah di makam Gus Dur habis diambilin orang.” “Lho kok bisa?” ujar Gus Zaki sapaan akrabnya. “Mereka ingin tabarukan,” sambung petugas Garda Bangsa.

Ketika Gus Zaki mengingatkannya untuk menjaga dari kejadian-kejadian seperti itu tiba-tiba petugas tersebut mengeluarkan tas kresek, “Saya juga ambil Gus. Ingin tabarukan.”

Ketua PW RMI NU Jatim melanjutkan kisahnya. Tiga bulan setelah Gus Dur wafat ada 3 orang pendeta Tionghoa yang datang ke rumahnya. “Jika Gus Dur tidak diterima di surganya orang Islam, pindah saja ke surganya kita,” ujar salah seorang pendeta.

Menurut Gus Zaki, inti dari kisah di atas adalah menertawakan diri sendiri. Seperti yang dilakukan oleh petugas Garda Bangsa. Ia melapor ada orang lain mengambil tanah di makam Gus Dur, ternyata dia mengambil juga.

Pesan lainnya adalah di saat banyak orang membid’ahkan amaliyah NU, ada orang non Islam menawarkan surganya. “Intinya Gus Dur diterima semua golongan. Gus Dur adalah orang yang membuang jauh ego sebagai seorang kiai, guru bangsa dan presiden. Itulah yang membuatnya dicintai banyak orang.”

Acara dibuka oleh Pengasuh PP Mamba’ul Ma’Arif Denanyar Jombang sekaligus Wakil Ketua PW NU Jatim, KH. KH. Abdul Salam Shohib.

Dua pembicara lainnya adalah Jubir Presiden Abdurrahman Wahid, KH. Yahya Cholil Staquf dan Juru Baca Buku Gus Dur, Dr. KH. Hodri Ariev MA. (idn)

Comments
Loading...