Connect with us

Berita

Peringati Hari Santri dan Maulid Nabi, Baitul Hikmah Bedah Buku Akhlak Santri

Published

on

Depok, JATMAN.OR.ID: Dalam rangka peringatan Hari Santri dan Maulid Nabi Muhammad Saw, Pondok Pesantren Baitul Hikmah mengadakan bedah buku Akhlak Santri, Ulama (Kyai/Guru) & Wali Santri pada Ahad, 25 Oktober 2020. Kegiatan ini diisi oleh KH. Dr. Hamdan Rasyid, MA selaku pengasuh pesantren yang juga penulis buku, H. Hasan Chabibie, S.T., M.Si (Kepala Pusat Data Informasi Kemendikbud), dan Ibu Qurratu ‘Aini S.Psi, MM dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Agama.

“Buku ini mungkin salah satu karya terlengkap tentang akhlak yang ditulis dalam Bahasa Indonesia. Harapannya, selain dipelajari oleh santri-santri Baitul Hikmah, ke depannya buku ini juga dibaca oleh kalangan santri yang lebih luas dari berbagai besantren”, ujar Ust. M. Nashirulhaq, S.Sos selaku moderator kegiatan ini dalam membuka acara.

“Buku ini juga sangat tepat dibedah dalam momen peringatan Hari Santri dan Maulid Nabi seperti ini, karena kita tahu bahwa misi utama diutusnya Nabi Muhammad Saw adalah untuk menyempurnakan akhlak, seperti tersebut dalam hadits innama bu’itstu li utammima makarim al-akhlak. Disisi lain, sudah menjadi mafhum bahwa salah satu keunggulan utama yang dimiliki santri dibanding pelajar lainnya adalah keunggulan akhlaknya”, tambahnya.

KH. Hamdan Rasyid yang menjadi pembahas pertama buku ini menyampaikan bahwa akhlak merupakan pengejawantahan dari iman. “Bahkan ada ulama yang berpendapat bahwa seorang yang tak punya akhlak dianggap tak beriman”, tutur beliau. Beliau juga memaparkan bahwa pemahaman akhlak dalam Islam berbeda halnya dengan pandangan hidup ala Barat yang individualis. “Kalau anda tinggal di Barat, anda bebas mengonsumsi alkohol atau melaksanakan seks bebas dengan dalih suka sama suka, selama tidak langsung merugikan orang lain. Semntara dimensi akhlak dalam Islam juga berkaitan dengan hubungan vertikal kita pada Allah Swt”.

Dalam buku ini, karenanya, beliau menjelaskan bahwa yang dimaksud akhlak tidak hanya mengatur etka kita dalam berinteraksi dengan orang lain, terutama guru sebagai pendidik kita. Lebih jauh dari itu, seorang santri harus memegang teguh akhlak kepada Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, diri sendiri, teman sesama pelajar, orang tua, dan lainnya.

Sementara itu, Ibu Qurratu Aini sebagai pembicara berikutnya menyajikan presentasi berjudul “Akhlak dan Perkembangan Remaja”. Dalam kesempatan kali ini, ia coba berbicara dari sudut pandang psikologi yang menjadi bidang keahlian dan perhatiannya. Ibu Aini, sapaan akrab beliau, mengulas bahwa seorang remaja—di mana kebanyakan santri berada di tahap ini—mengalami serangkaian perubahan progresif sebagai bagian dari proses pematangan fungsi-fungsi psikis dan fisik seorang individu, dan karenanya fase ini menjadi sangat menentukan.

“Mengingat betapa pentingnya tahapan remaja sebagai pondasi perkembangan hidup seorang manusia, maka penting untuk mendidiknya di tengah lingkungan yang kondusif. Santri-santri mesti bersyukur karena berada di pesantren sebagai tempat yang tepat dalam membentuk akhlak dan karakter”, pungkas beliau.

Bapak Hasan Chabibie sebagai penyaji terkahir memotivasi santri-santri untuk meneladani gurunya dalam menyebarkan ilmu. “Seperti Kiai Hamdan ini, dalam melahirkan karya tulis berupa buku sebetulnya sedang meneruskan tradisi tulis-menulis yang sudah dijalankan para ulama selama ribuan tahun”.

Beliau juga menekankan kepada para santri untuk senantiasa menjaga akhlak agar meraih keberkahan dan kesuksesan. “Seperti sosok Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari yang menjadi figur utama dibalik Resolusi Jihad yang kini kita peringati sebgai Hari Santri Nasional. Kebesaran beliau tidak bisa dilepaskan dari betapa besar takzim dan akhlak beliau kepada guru-gurunya seperti Syaikhana Kholil Bangkalan”, tutur beliau sebagai penutup.

Acara lalu ditutup dengan pembacaan Maulid Al-Barzanji dan dilanjutkan dengan shalat dzuhur berjamaah dan makan siang bersama.[Nashirulhaq]

Berita

Habib Luthfi Raih Pengharagaan Ulama yang Menggelorakan Nasionalisme

Published

on

By

Semarang, JATMAN.OR.ID – Rais ‘Aam Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya mendapatkan penghargaan dari Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2020. Habib Luthfi diberikan langsung piagam dan sertifikat penghargaan di kediamannya di pekalongan pada Selasa (24/11) Sore.

Sebelumnya Habib Luthfi menerima penghargaan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Semarang dalam bidang Komunikasi Dakwah dan Sejarah Kebangsaan.

Habib Luthfi menerima penghargaan untuk kategori Ulama yang Menggelorakan Nasionalisme dan NKRI. Gerakan dakwah cinta tanah air yang dilakukan oleh Habib Luthfi memiliki peran penting untuk menumbuhkan nasionalisme. Syiar Islam yang dibawanya terdapat karakteristik tersendiri sehingga mudah diterima semua kalangan. Berdasarkan perjuangannya itu, Jawa Pos Radar Semarang terpanggil memberikan apresiasi.

Dikutip dari Jawa Pos Radar Semarang, terdapat hal menarik saat direksi dan manajemen Jawa Pos Radar Semarang ketika menemui Habib Luthfi di ruangannya. Ada kue spesial yang disuguhkan Habib Luthfi kepada tetamunya. Yakni, kue kamir.

Kemudian Habib Luthfi mempersilahkan rombongan Jawa Pos Radar Semarang untuk memakan kue kamir dan suguhan lainnya. “Monggo, silakan (dimakan), ini bukan sajen,” kata Habib Luthfi, dengan nada bercanda.

“Kalau di tempat saya, ini namanya kamir,” kata Iskandar, GM Jawa Pos Radar Semarang kepada Habib Luthfi sembari mencomot kamir dan melahapnya. Sugiyanto Wiyono, Manajer Komunikasi Bisnis Jawa Pos Radar Semarang, menimpali, “Kalau di tempat saya, ini namanya apem.”

Sugiyanto juga mencomot kue kamir yang tersuguh persis di depan Habib Luthfi. Bagaimana dengan Habib Luthfi? “Saya lebih suka menyebut apem. Soalnya ndak enak, kalau ada yang namanya Amir, terus Mir..Amir..ini makan kamirnya. Mosok Amir makan kamir,” canda Habib Luthfi, membuat yang mendengarnya spontan tertawa.

Habib Luthfi yang ramah dan sangat menghormati tetamunya, berulangkali mengingatkan jajaran manajemen Jawa Pos untuk memakan suguhan yang telah disediakan. “Monggo (dimakan), ini bukan sajen.” Lagi-lagi Habib Luthfi membuat para tetamunya tertawa mendengar candaannya. Pertemuan yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut, berlangsung hangat. Habib Luthfi banyak memberikan pitutur bijak.

Habib Luthfi diterima semua kalangan karena perilaku dan sifatnya menyesuaikan tamu yang hadir. Habib Lutfi juga selalu memberikan pesan-pesan yang damai kepada para tamunya.

Turut hadir dalam acara ini General Manager Jawa Pos Radar Semarang Iskandar, Pemimpin Redaksi Arif Riyanto, Manajer Iklan Sugiyanto Wiyono, Manajer Keuangan Indah Fajarwati, Redaktur Pelaksana Ida Nor Layla, Redaktur Rizal Kurniawan dan karyawan lainnya.

Continue Reading

Berita

Perkuat Tim, JATMAN Online Adakan Pelatihan Desain Poster

Published

on

By

desain

Jakarta, JATMAN.OR.ID: Tim redaksi JATMAN Online mengadakan pelatihan Desain Poster Dasar untuk para desainer relawan yang tergabung dalam Media Center JATMAN secara daring, Rabu malam, 25/11.

Ini adalah pelatihan ke-2 dari rangkaian pelatihan yang diselenggarakan JATMAN Online dalam rangka memperkuat pengelolaan media. Pelatihan pertama yang sudah dilakukan minggu lalu adalah tentang penulisan jurnalistik dasar bersama wartawan senior alumni Kantor Berita Antara.

desain

Kali ini mengangkat tema mendesain poster dengan cara mudah bagi pemula. Tema ini disampaikan dengan apik oleh Wakil Pemimpin Redaksi JATMAN Online, Mas Anam Addimaky. “Malam ini kita akan belajar menggunakan aplikasi Canva dan beberapa aplikasi pendukung lain untuk membuat poster,” terang Mas Anam.

Pelatihan ini diikuti sebanyak 23 peserta dari berbagai daerah yang tergabung sebagai desainer relawan JATMAN Online. Peserta cukup antusias mengikuti sessi sampai akhir. Banyak pertanyaan diajukan dan Mas Anam melahapnya dengan mudah.

desain

“Semoga pelatihan ini dapat secara signifikan memperkuat tim pengelola portal berita JATMAN Online dan kemudian melahirkan banyak karya desain yang dibutuhkan,” harap Pemimpin Redaksi JATMAN Online, Muhammad Sutan Majolelo.[Af]

Continue Reading

Berita

Mengenang Pecinta Para Habib; Kyai Abdullah Saad

Published

on

By

KH. Abdullah Saad
Ketua Umum MATAN, DR. Hasan Chabibie, M.Si., di depan makam KH. Abdullah Saad.

Solo, JATMAN.OR.ID: Selasa, 17 November 2020, seorang Kyai, Pengasuh Pondok Pesantren al-Inshof, Solo, seorang murid kinasih Abah, seorang sahabat dan pengurus Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (MATAN), KH. Abdullah Saad dengan tenang menghadap Sang Kekasih.

Kita semua, baik selaku santri beliau, sahabat beliau seperjuangan di MATAN terhenyak mendengar kabar kepergian beliau. Betapa Kyai muda ini begitu cepat dipanggil Allah, Sang Pemilik Ruh.

Kita Sangat Kehilangan

Sabtu malam, 21 November 2020, MATAN Indonesia menggelar acara dengan tema Tahlil untuk Pecinta Haba’ib; KH. Abdullah Saad. Tahlil yang dipimpin langsung oleh Sekjend MATAN, Gus Rosyid, diikuti dengan khidmat oleh puluhan jamaah yang hadir secara daring.

Usai tahlil, satu persatu pengurus MATAN dan sahabat terdekat Yai Saad pun tak kuasa menahan cerita. Semuanya ingin mengenang waktu saat bersama beliau. Demikian pula Ketua Umum MATAN, Gus Hasan, mengawali ceritanya yang hanya beberapa saat bersama almarhum mengenang.

“Apapun, perintahkan kepada saya Gus, akan saya laksanakan,” kenang Gus Hasan menirukan permintaan almarhum saat bertemu pada Silatnas MATAN di Makassar waktu lalu. Kenangan singkat yang sangat sarat makna dan tauladan, tambahnya.

Tidak mau kalah, Kang Syukron Makmun, seorang pengurus teras MATAN dari Cirebon juga menceritakan kenangannya. Pesan yang paling saya ingat dari almarhum adalah nasihat tentang ketaatan kepada pemimpin. “Ketua yang restui siapa? Abah. Berarti perintah Ketua adalah perintah Abah, maka lihat sebagai Abah yang memberikan perintah,” paparnya menirukan.

KH. Abdullah Saad

Gus Dulloh, demikian almarhum dipanggil semasa hidupnya adalah murid kesayangan Maulana Habib Luthfi bin Yahya. Beliau dikenal sangat senang membantu haba’ib. Tidak sedikit haba’ib dibuatkan tempat tinggal dan majelis untuk mengaji. Almarhum orang yang murah tangan membantu, terutama kepada dzurriyyah Rasulullah. Abah sangat sayang kepada almarhum. Setiap kali Abah menyelenggarakan kegiatan, Gus Dulloh tidak pernah absen membantu, dan jumlah bantuannya selalu lebih besar dari bantuan murid Abah yang lain. Sungguh sosok Gus Dulloh yang sarat tauladan. Semoga Allah memenuhi almarhum dengan rahmat di sana, amin.[Af]

Baca berita lain: Ratusan Warga Sindanglaut Laksanakan Shalat Ghaib untuk KH. Abdullah Saad

Continue Reading

Facebook

Trending