Connect with us

Daerah

Peringatan HSN oleh FKMNU UNNES Dihadari Habib Umar Muthohar

Published

on

Semarang, jatman.or.id: Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Nahdlatul Ulama (FKMNU) Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengadakan pengajian akbar bersama Habib Umar Al Muthohar bertempat di Pondok Pesantren Tsamrotul Hikmah Patemon yang diasuh oleh Kyai Samroni Abdulloh pada Jum’at malam (16/10).

Acara ini turut mengundang  Rektor UNNES dan Ulama setempat dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) dan Selapanan Majelis Dzikir dan Mujahadah serta menyambut bulan kelahiran Rasulallah Saw. acara ini rutin diadakan setiap tahunnya.

Organisasi yang tergabung dalam FKMNU UNNES terdiri dari Mahasiswa Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah (MATAN UNNES), PKPT IPNU-IPPNU UNNES, PMII UNNES, UKM Rebana Modern UNNES, JMA, UKM Teknologi Quran UNNES, Pagar Nusa UNNES dan Al Khidmah.

Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh kalangan mahasiswa, sejumlah warga juga turut hadir untuk mengobati kerinduan mereka akan indahnya gaungan suara di majelis, terlebih kerinduan pada nasehat-nasehat dari Habib Umar Al Muthohar. Hal tersebut tampak tatkala mahallul qiyyam dimana semua yang hadir serentak berdiri dengan wajah yang berseri-seri menanti kedatangan Rasulullah Saw.

Ketika sang Habib rawuh (datang), suasana semakin indah karena para jamaah baik mahasiswa maupun warga yang sangat merindukan sosok beliau, mendekat untuk mencium tangan atau sekedar memandang wajah beliau.

Dalam acara tersebut, Habib Umar Al Muthohar menjelaskan bahwa semua yang hadir harus menjadi santri.

“Santri adalah mereka yang mau dibimbing dan diarahkan oleh para guru dan ulama. Apapun disiplin ilmu yang kau pelajari baik Anthropologi, Geografi, Fisika dan lain lain, kau harus juga mengaji tentang akhlak dan keimanan yang kau harus belajar dari  guru. Dengan begitu kau menjadi santri,” Jelasnya.

Selanjutya plt Mudir ‘Aam Idarah Aliyyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) mewanti-wanti kepada seluruh jamaah yang hadir untuk tidak sembarangan menjadikan seseorang sebagai guru atau ulama.

“Oleh karena sebab tadi, jangan kau sembaranga menjadikan orang sebagai gurumu atau menganggapnya sebagai ulama. Jangan kau tertipu oleh penampilan,” tegas Habib Umar.

Di akhir acara tersebut beliau berpesan agar jamaah mengaji pada guru yang sanadnya bersambung sampai Rasulullah Saw.

“Mengajilah pada guru yang mu’tabaroh. Sanadnya harus besambung sampai Rasulullah Saw. dari siapa ia belajar harus jelas,” pesan Habib Umar dimalam itu. [Syahid Abedee / UNNES]

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Daerah

Habib Luthfi dan Gubernur Jabar Hadiri Istighosah Kubro

Published

on

By

Kota Bandung, JATMAN.OR.ID: Habib Luthfi bin Yahya menghadiri acara Istoghosah Kubro dan Peringatan Hari Santri di Masjid Pusdai Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (21/10). Dalam acara tersebut dihadiri juga oleh Gubernur Jawa Barat serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar.

Acara ini digelar dengan undangan terbatas dan menerapkan protokol kesehatan ketat. Selain itu, sekitar 1 juta santri di seluruh Jabar mengikuti istighosah kubro dengan khusyu’ secara virtual. Acara ini juga dalam rangka memperingati Maulida Nabi Muhammad SAW.

Dalam sambutannya, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa istighosah kubro menjadi salah satu momentum untuk instropeksi dan memanjatkan do’a kepada Allah SWT.

“Momen ini sangat tepat digelar sebagai bahan introspeksi kita dan mohon pertolongan kepada Allah SWT terkait masalah bangsa saat ini,” jelasnya.

Habib Luthfi bin Yahya dalam ceramahnya menyatakan, istighosah memiliki arti bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk lemah yang tidak akan sanggup menyelesaikan permasalahan tanpa pertolongan Allah SWT.

“Kita mohon pertolongan kepada Allah atas ketidakmampuan kita, maka istighosah tersebut menunjukkan kelemahan kita dan masih sangat perlu pendekatan diri kita kepada Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Dengan berdizkir dan mengingat kebesaran Allah SWT, kata Habib Luthfi, maka ketauhidan dalam diri seseorang akan semakin kuat. Pun demikian dengan kepedulian terhadap sesama.

“Melalui apa yang kita baca dan mengingat kebesaran-kebesaran Allah SWT akan menambah tauhid, ma’rifat, dan keyakinan kita kepada Allah. Selain itu, dapat menuntun kita untuk peduli sesama,” kata Habib Luthfi Wantimpres RI.

Melanjutkan pembahasannya Ketua Forum Sufi Dunia menganalogikan negara dengan sebutir nasi.

“Sebutir nasi yang hadir itu, banyak tangan yang ikut andil di dalamnya. Ada yang menanam bibit, ada yang mencangkul. Lalu seandainya nasi itu dimasak oleh ibu kita, bapak bekerja cari uang setengah mati. Begitu menanak nasi lalu anak-anaknya bilang kurang asin atau terlalu keasinan. Ibu disalahkan. Malu kalau begitu, seharusnya kita tinggal makan saja,” tuturnya.

Soal hubungannya dengan negara, Habib Luthfi menjelaskan, negara ini pun tak tiba-tiba hadir tanpa adanya andil dari para pendiri bangsa dan leluhur. Baik dari kalangan masyarakat bawah maupun elite, turut andil dalam menggapai kemerdekaan.

“Sebutir nasi kembali yang ikut andil tangan ini banyak, bagaimana bangsa ini? Apakah Indonesia sekonyong-konyong merdeka? Tidak, ribuan tangan yang ikut andil. Dari mulai yang paling bawah ikut andil, bagi yang punya nasionalisme kepada republik ini. Oleh karena itu sejauh mana kita bisa ikut memelihara, sejauh mana kita ikut berkontribusi,” jelasnya.

Rais ‘Aam Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (JATMAN) menegaskan kepada para hadirin kontribusi apa yang sudah diberikan untuk Indonesia ini.

“Boleh saya bertanya tahun 1945, apakah kita sudah ada di Indonesia, tahun 47, 49, 55 sudah hadir? Kita punya kontribusi? Kayak hidangan itu sudah di atas meja, tinggal merasakan, ucapan terima kasih wahai bapakku pendiri bangsa ini. Sejauh mana kita ucapkan terima kasih kepada pendiri dan leluhur bangsa. Sudah punya kontribusi apa? Malu saya kalau merasakan begitu seperti tidak kuat, karena kita masih belum bisa membalas jasa-jasa beliau (para pendiri bangsa),” Tegasnya.

Continue Reading

Daerah

Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya Peringati Hari Santri 2020

Published

on

By

Surabaya, JATMAN.OR.ID: Tanggal 22 Oktober 2020 diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Untuk tahun ini, Hari Santri 2020 bertemakan “Santri Sehat, Indonesia Kuat”. Tema tersebut diambil mengingat peringatan hari santri tahun ini di tengah-tengah pandemi yang sedang melanda di seluruh dunia, yakni pandemi COVID-19.

Seluruh santri di berbagai pondok pesantren sorak bergembira memperingati dan memeriahkan Hari Santri 2020 dengan berbagai kegiatan dan acara, seperti upacara bendera, istighosah, pengajian, lomba dan sebagainya. Tak terkecuali di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya.

Pondok Pesantren Al-Jihad Surabaya turut memeriahkan Hari Santri 2020 dengan mengadakan pengajian dan istighosah pada Kamis Malam (22/19) dengan dipimpin langsung oleh Pengasuh Romo KH. Imam Hambali.

Kegiatan peringatan Hari Santri di Al-Jihad ini diikuti oleh sebagian santri yang masih berada di Pondok dan juga diikuti oleh santri dari rumah masing-masing melalui live streaming di youtube.

Kegiatan peringatan Hari Santri tersebut dimulai dengan pembacaan sholawatan dan istighosah yang dipimpin oleh Romo. KH. Imam Hambali.

Dalam kesempatan tersebut Abah Imam memberikan mauidzoh bahwa hebatnya Islam itu karena persatuan. Islam bisa tegak adalah karena adanya persatuan.

Kemudian Abah Imam menjelaskan kekuatan barokahnya fatihah kepada guru dan orang tua. Ketika ada kebuntuan membacakan fatihah kepada guru dan orang, maka insyaallah akan segara dapat pencerahan.

Lanjut beliau, setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan, asalkan punya dua hal yakni, sabar dan tawakkal. Dengan sabar masalah akan hilang. Supaya bisa sabar maka harus tawakkal. Tawakkal itu tidak mengatur Allah. Dikatakan kuat itu ketika bisa sabar dan tawakkal.

Di akhir kegiatan Abah Imam menutup kegiatan dengan do’a. [Alvin Jauhari]

Continue Reading

Daerah

Peringatan HSN 2020 di Minhadlul Ulum Lampung

Published

on

By

Dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2020, PP. Minhadlul Ulum Trimulyo Tegineneng Kab. Pesawaran, Lampung melaksanakan kegiatan Upacara Hari Santri Nasional 2020 yang dirangkai dengan kegiatan lomba-lomba busana santri.

Ummul Ma’had, Hj. Maryam Maulida, S.Pd.I bertindak selaku instruktur yang memimpin upacara penuh hikmat sampai akhir.

Pada kesempatan yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren, Gus Amin Udin el-Hady, S.H.I., M.Pd.I selaku pembina upacara berpesan, momentum HSN 2020 ini perlu dijadikan sebagai upaya mewujudkan santri yang sehat sehingga mampu menopang Indonesia Sehat 2024.

Kesehatan adalah hal yang sangat urgen dalam kehidupan kita, karena pikiran yang sehat, buah pikir yang sehat akan mampu didapat dan produktif jika jasmani kita juga sehat, paparnya.

Peringatan Hari Santri Nasional ini diikuti oleh santri baik putra maupun putri.[Amin]

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending