Connect with us

Daerah

Penetapan Idarah Wustha Sumatera Selatan dan SK Syu’biyah Pagar Alam

Published

on

Photo: JATMAN SUMSEL

Sumatera Selatan, Jatman Online

Idarah Wustha Sumatera Selatan (Sumsel) mengadakan kegiatan acara tahlilan 40 hari wafatnya KH. Muhammad Mudaris SM (Rais Idarah Wustha Sumsel di Desa Purwosari, Sembawa, Palembang). Selain itu dilaksanakan juga penyerahan SK Syu’biyah Pagar Alam dan pengangkatan untuk pengisian sisa masa Jabatan Plt. Rois Idarah Wustha Sumsel (01/10). Acara ini juga dihadiri oleh KH. Ali Mas’adi (Wakil Rois ‘Aam Jatman) dan KH Mashudi (Sekjend).

Penyerahan SK Syu’biyyah Pagar Alam Sumsel

Penyerahan SK Syu’biyyah Pagar Alam Sumatera Selatan diberikan langsung oleh Sekjend JATMAN (KH. Dr. Mashudi, M.Ag) pada acara mengenang 40 hari wafatnya Almarhum Almaghfurlah KH. M. Mudarris SM.

Acara ini juga sekaligus dilaksanakan rapat Idarah Wustha Sumatera Selatan dengan agenda penetapan Plt Ketua Majlis Ifta’ dan Rais.

Adapaun hasil / kesimpulan rapat pengurus Idarah Wustha pada hari Kamis, 01 oktober 2020 di Ponpes Sabilul Hasanah Banyuasin,

Hasil rapat sebagai berikut:

  1. Dengan dasar mematuhi aturan organisasi, maka Drs. KH. Mal’an Abdullah M.H.I sebagai Plt (pelaksana tugas) Ketua Dewan Majlis Ifta’ sampai berakhirnya masa kepengurusan Idarah Wustha Sumsel pada 2025.
  2. KH. M. Kholil, sebagai Plt (pelaksana tugas) Rais Idarah Wustha, akan tetapi dikarenakan kondisi fisik Beliau kurang sehat maka Beliau menunjuk kepada KH.  Mal’an Abdullah sebagai Plh (pelaksana harian) Rais Idarah Wustha Sumsel,
  3. Peserta rapat mensepakati untuk komitmen menjalankan hasil rapat sebelumnya perihal iuran wajib pengurus yakni Rp. 50,000 paling lambat tanggal 10 disetiap bulanya. Iuran/Infaq tersebut bisa langsung di transer ke rekenjng Idarah Wustha Sumsel.
  4. Untuk Kabupaten yang belum terbentuk kepengurusannya, dimohon untuk segera mungkin membentuknya dengan berkoordinasi ke Idarah Wustha.
  5. Untuk pengukuhan Plt & Plh, InsyaAllah akan di laksanakan pada acara mengenang 100 hari wafatnya Almarhum Almaghfurlah KH. M. Mudaris SM yang Insya Allah akan dirawuhi oleh Maulana Habib Luthfi selaku Rais ‘Aam Jatman.

Demikian hasil musyawarah di PPSH Banyuasin.

Semoga berkah dan mendapat Ridho Allah SWT.

Daerah

Dzikir dan Baiat Tarekat Muhammadiyah Al-Sanusiyah Al-Idrisiyah

Published

on

By

Makassar, JATMAN.OR.ID: Majelis Ikhwan (MI) Tarekat Muhammadiyah Al-Sanusiyah Al-Idrisiyah bekerjasama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Makassar mengadakan Istighosah Kubro dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional. Kegiatan ini diisi dengan dzikir dan do’a  untuk umat dan bangsa. Selain itu, terdapat penganugerahan sanad tarekat Muhammadiyah Al-Sanusiyah Al-Idrisiyah pada Jum’at (23/10).

Kegiatan dimulai dengan shalat Ashar berjamaah, khataman al-Quran dan membaca salah satu hizb syahr yang berlaku di tarekat Al-Muhammadiyah.

Dalam sambutannya Dr. K.H. Amirullah Amri, MA. selaku Ketua Majelis Ikhwan Indonesia, mengungkapkan pentinya bertarekat bagi semua kalangan dan membangun sinergitas seluruh pengurus ikhwan untuk menjalankan amanah masyaikh tarekat.

Prof. Dr. Kadir Ahmad, MS. APU. selaku Mustasyar Majelis Ikhwan Indonesia dan Ketua JATMAN Prov. SULSEL secara umum menyampaikan, peran ulama-ulama Sulawesi Selatan dalam mengayomi dan membina umat, yang diantara para mayoritas ulama tersebut juga sekaligus mursyid atau pengamal tarekat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat amalan wirid tarekat Al-Muhammadiyah dan penganugerahan sanad ijazah tarekat oleh Syekh. Dr. KH. Baharuddin Abduh Al-Shafa, M. Ag. kepada 146 orang; lebih khusus Dr. Kamaruddin Hasan (Ketua STIA Al-Gazali Kab. Barru), Andi Nur Syahid Sewang (Direktur Kurir Langit Kab Barru), Dr. Husain Al-Polmasi (Dosen STAIN Majene Prov. Sulawesi Barat), dan beberapa perwakilan dari Makassar, Maros, Gowa, Barru, Wajo, Kab. Mejene, Jayapura dan lain-lain.

Usai Maghrib, pelantikan pengurus ikhwan tarekat berbasis Perguruan Tinggi dan Pesantren, yaitu MI Al-Sahabah Universitas Islam Makassar, Pesantren Ilmul Yaqin Tompo Bule Kab. Maros, Pesantren Ulul Al-Albab makassar, Pesantren Al-Fakhriyah Makassar, dan Pesantren MDIA Taqwa Makassar.

Setelah itu dilanjutkan dengan Istighosah untuk mendo’akan keselamatan bangsa, khususnya pandemi covid-19 dapat segera berakhir. Dzikir dipandu oleh ust. Drs. H. Misbahuddin Salamu, MA., dan dzikir tarekat oleh ust. Waris Usman, ust. Harun, ust Humaidi Ali S.Q, bacaan dzikir dan doa yang dibaca adalah Kanz Saadah. Do’a dzikir dipimpin oleh Prof. H. Najamuddin HS., Ph.D.

Ruangan utama shalat Masjid Raya Makassar dipenuhi oleh peserta dzikir dengan kehadiran Lembaga dan BANOM NU serta utusan santri pesantren. peserta yang hadir tetap menerapkan protokoler kesehatan dengan ketat.

Turut hadir Pejabat Walikota Makassar Prof. Dr. Ir. Rudy Djamaluddin, M.Eng., Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kemenag) Sulsel Drs. Khaeroni, M. Si., Ketua MUI SULSEL Dr. K. H. Sanusi Baco, Lc., Kepala Kemenag Kota Makassar Dr. H. Ambo Tuo Arsyad, M. Ag, Tokoh Nasional dan tokoh Masyarakat SULSEL dan Makassar, Ketua PCNU Makassar Dr. K. H. Kaswad Sartono, MA. dan pengurus Kota maupun Kecamatan. Rangkaian puncak kegiatan diakhiri dengan tausiyah dan do’a oleh Dr. AGH. Sanusi Baco, Lc. [Hardianto]

Continue Reading

Daerah

Habib Luthfi dan Gubernur Jabar Hadiri Istighosah Kubro

Published

on

By

Kota Bandung, JATMAN.OR.ID: Habib Luthfi bin Yahya menghadiri acara Istoghosah Kubro dan Peringatan Hari Santri di Masjid Pusdai Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (21/10). Dalam acara tersebut dihadiri juga oleh Gubernur Jawa Barat serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar.

Acara ini digelar dengan undangan terbatas dan menerapkan protokol kesehatan ketat. Selain itu, sekitar 1 juta santri di seluruh Jabar mengikuti istighosah kubro dengan khusyu’ secara virtual. Acara ini juga dalam rangka memperingati Maulida Nabi Muhammad SAW.

Dalam sambutannya, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa istighosah kubro menjadi salah satu momentum untuk instropeksi dan memanjatkan do’a kepada Allah SWT.

“Momen ini sangat tepat digelar sebagai bahan introspeksi kita dan mohon pertolongan kepada Allah SWT terkait masalah bangsa saat ini,” jelasnya.

Habib Luthfi bin Yahya dalam ceramahnya menyatakan, istighosah memiliki arti bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk lemah yang tidak akan sanggup menyelesaikan permasalahan tanpa pertolongan Allah SWT.

“Kita mohon pertolongan kepada Allah atas ketidakmampuan kita, maka istighosah tersebut menunjukkan kelemahan kita dan masih sangat perlu pendekatan diri kita kepada Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Dengan berdizkir dan mengingat kebesaran Allah SWT, kata Habib Luthfi, maka ketauhidan dalam diri seseorang akan semakin kuat. Pun demikian dengan kepedulian terhadap sesama.

“Melalui apa yang kita baca dan mengingat kebesaran-kebesaran Allah SWT akan menambah tauhid, ma’rifat, dan keyakinan kita kepada Allah. Selain itu, dapat menuntun kita untuk peduli sesama,” kata Habib Luthfi Wantimpres RI.

Melanjutkan pembahasannya Ketua Forum Sufi Dunia menganalogikan negara dengan sebutir nasi.

“Sebutir nasi yang hadir itu, banyak tangan yang ikut andil di dalamnya. Ada yang menanam bibit, ada yang mencangkul. Lalu seandainya nasi itu dimasak oleh ibu kita, bapak bekerja cari uang setengah mati. Begitu menanak nasi lalu anak-anaknya bilang kurang asin atau terlalu keasinan. Ibu disalahkan. Malu kalau begitu, seharusnya kita tinggal makan saja,” tuturnya.

Soal hubungannya dengan negara, Habib Luthfi menjelaskan, negara ini pun tak tiba-tiba hadir tanpa adanya andil dari para pendiri bangsa dan leluhur. Baik dari kalangan masyarakat bawah maupun elite, turut andil dalam menggapai kemerdekaan.

“Sebutir nasi kembali yang ikut andil tangan ini banyak, bagaimana bangsa ini? Apakah Indonesia sekonyong-konyong merdeka? Tidak, ribuan tangan yang ikut andil. Dari mulai yang paling bawah ikut andil, bagi yang punya nasionalisme kepada republik ini. Oleh karena itu sejauh mana kita bisa ikut memelihara, sejauh mana kita ikut berkontribusi,” jelasnya.

Rais ‘Aam Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (JATMAN) menegaskan kepada para hadirin kontribusi apa yang sudah diberikan untuk Indonesia ini.

“Boleh saya bertanya tahun 1945, apakah kita sudah ada di Indonesia, tahun 47, 49, 55 sudah hadir? Kita punya kontribusi? Kayak hidangan itu sudah di atas meja, tinggal merasakan, ucapan terima kasih wahai bapakku pendiri bangsa ini. Sejauh mana kita ucapkan terima kasih kepada pendiri dan leluhur bangsa. Sudah punya kontribusi apa? Malu saya kalau merasakan begitu seperti tidak kuat, karena kita masih belum bisa membalas jasa-jasa beliau (para pendiri bangsa),” Tegasnya.

Continue Reading

Daerah

Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya Peringati Hari Santri 2020

Published

on

By

Surabaya, JATMAN.OR.ID: Tanggal 22 Oktober 2020 diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Untuk tahun ini, Hari Santri 2020 bertemakan “Santri Sehat, Indonesia Kuat”. Tema tersebut diambil mengingat peringatan hari santri tahun ini di tengah-tengah pandemi yang sedang melanda di seluruh dunia, yakni pandemi COVID-19.

Seluruh santri di berbagai pondok pesantren sorak bergembira memperingati dan memeriahkan Hari Santri 2020 dengan berbagai kegiatan dan acara, seperti upacara bendera, istighosah, pengajian, lomba dan sebagainya. Tak terkecuali di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya.

Pondok Pesantren Al-Jihad Surabaya turut memeriahkan Hari Santri 2020 dengan mengadakan pengajian dan istighosah pada Kamis Malam (22/19) dengan dipimpin langsung oleh Pengasuh Romo KH. Imam Hambali.

Kegiatan peringatan Hari Santri di Al-Jihad ini diikuti oleh sebagian santri yang masih berada di Pondok dan juga diikuti oleh santri dari rumah masing-masing melalui live streaming di youtube.

Kegiatan peringatan Hari Santri tersebut dimulai dengan pembacaan sholawatan dan istighosah yang dipimpin oleh Romo. KH. Imam Hambali.

Dalam kesempatan tersebut Abah Imam memberikan mauidzoh bahwa hebatnya Islam itu karena persatuan. Islam bisa tegak adalah karena adanya persatuan.

Kemudian Abah Imam menjelaskan kekuatan barokahnya fatihah kepada guru dan orang tua. Ketika ada kebuntuan membacakan fatihah kepada guru dan orang, maka insyaallah akan segara dapat pencerahan.

Lanjut beliau, setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan, asalkan punya dua hal yakni, sabar dan tawakkal. Dengan sabar masalah akan hilang. Supaya bisa sabar maka harus tawakkal. Tawakkal itu tidak mengatur Allah. Dikatakan kuat itu ketika bisa sabar dan tawakkal.

Di akhir kegiatan Abah Imam menutup kegiatan dengan do’a. [Alvin Jauhari]

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending