Pentingnya Mencatat Pengeluaran. Ini 3 Manfaatnya!

Berapa banyak uang yang Anda habiskan dalam sebulan? Sedikit atau banyak? Berapa jumlahnya? Dan Anda habiskan untuk apa saja?

Jika Anda merasa kesulitan untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka sudah saatnya untuk membuat catatan pengeluaran. Catatan pengeluaran adalah salah satu hal yang akan membantu Anda mengevaluasi apakah pengelolaan penghasilan Anda selama ini sudah baik atau belum.

Catatan pengeluaran ini bisa dilakukan secara konvensional melalui buku catatan atau bisa dilakukan secara elektronik melalui aplikasi pencatatan keuangan yang tersedia di smartphone maupun menggunakan Excel Base.

Banyak orang yang masih menyepelekan hal tersebut. Padahal dengan mencatat setiap pengeluaran, Anda akan terhindar dari yang namanya ketidakpastian finansial dan kredit yang membengkak.

Berikut ini manfaat yang akan Anda dapatkan jika mencatat pengeluaran dari seorang Financial Planner, Prita Ghozie.

youtube.com/watch?v=5bTk9zD23ig&feature=youtu.be

Lebih Memahami Diri Sendiri (Understand Yourself)
Foto: evidentlycochrane.net.

Dengan melihat catatan pengeluaran, Anda bisa tahu lho karakter seseorang. Ini bisa dilihat dari sektor mana penghasilannya banyak dihabiskan. Contoh, jika ternyata seseorang lebih banyak menghabiskan penghasilannya di penginapan dan tiket penerbangan, maka dapat dipastikan bahwa orang itu gemar travelling.

Menjadi Lebih Sadar dan Berhati-hati (Mindful in Spending)

Sebenarnya ada pengeluaran-pengeluraran yang bisa dihemat, tapi tidak banyak orang yang melakukannya. Pengeluaran ini tampak sedikit, namun jika diakumulasikan, jumlahnya bisa sampai dobel digit. David Bach, seorang penulis sekaligus motivator terkemuka di Amerika Serikat mencetuskan istilah Latte Factor untuk pengeluaran-pengeluaran itu. Latte Factor mengacu pada pengeluaran kecil yang dilakukan dengan rutin dan sebenarnya tidak terlalu penting atau bisa ditiadakan.

Foto: Elevania.

Jika seseorang membeli kopi di warkop, katakanlah harga rata-ratanya Rp 10.000,- maka dalam 30 hari ia telah menghabiskan uang sebanyak Rp 300.000,- hanya untuk kopi. Padahal kita bisa meminimalkan pengeluaran tersebut dengan membeli bubuk kopi dan menyeduhnya sendiri. Latte Factor ini tidak hanya berwujud secangkir kopi, tetapi juga dapat berupa biaya transfer antar bank, biaya membeli air minum dalam kemasan dan membeli cemilan.

Membuat Perencanaan Lebih Baik (Better Planning)
Foto: dalewood.com.au.

Dengan membuat catatan pengeluaran, kita bisa membuat anggaran rumah tangga atau budgeting secara lebih terperinci. Tentunya dalam membuat budgeting ini, Anda harus menyesuaikan dengan penghasilan perbulan yang Anda dimiliki. Jika penghasilan lebih kecil daripada pengeluaran, maka ada dua cara yang harus dilakukan yaitu menghemat atau mencari penghasilan yang lain.

Penulis: Annisa Hermina
Editor: Redaktur

Baca Lainnya
Komentar
Loading...