Pengajian Sejuk MATAN UNJ Bersama Pak Agum Gumelar

0

Jakarta, Rabu 28 Maret 2018, kampus pendidikan di Ibu Kota Universitas Negeri Jakarta dengan bangga menjadi tuan rumah dalam pengajian sejuk yang mengangkat tema IQRA : Islam, Ilmu dan Perdamaian. Pengajian Sejuk ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Ahli Ath-Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (MATAN) UNJ, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UNJ Pokja Toleransi, dan Aliansi Kebinekaan.

Ketua MATAN UNJ Arip Suprasetio mengatakan Kegiatan ini dinamakan dengan pengajian sejuk diharapkan dapat memberikan kesejukan dan perdamaian bagi Indonesia tercinta.

“Kami mengadakan kegiatan ini dan diberikan nama pengajian sejuk yaitu untuk membawa kesejukan dan perdamaian bagi Indonesia khususnya bagi UNJ hal ini juga sesuai dengan tujuan didirikannya MATAN untuk membawa perdamaian,” tandasnya

Selain itu juga kegiatan pengajian sejuk ini dihadiri oleh Watimpres Jendral (Purn) Agum Gumelar beserta jajarannya. Pada kesempatan kali ini pak Agum Gumelar menjadi keynote speaker dan mengapresiasi dengan baik kegiatan pengajian sejuk.

“Kami menyambut dengan senang hati atas kehadiran Pak Agum Gumelar di kegiatan pengajian sejuk, ini merupakan hal yang luar biasa bagi kami karena kegiatan kami dapat di hadiri oleh Pak Agum Gumelar, selain itu juga Pak Agum sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap calon pendidik menebarkan perdamaian di lingkungan sekola,” ujar Arip.

Dalam keynote speaker Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Jenderal (Purn) Agum Gumelar menyampaikan, dunia pendidikan merupakan salah satu wadah strategis untuk menyebarkan nilai-nilai perdamaian melalui pengenalan narasi-narasi Islam yang sejuk kepada para calon pendidik.

Agum mencontohkan, maraknya informasi hoax di media sosial yang isinya ujaran kebencian terhadap pihak tertentu berpotensi menciptakan intoleransi.

“sekali lagi, ini tantangan calon pendidik bagaimana mengelola media sosial untuk mewujudkan kebaikan dan perdamaian demi menjaga toleransi antar kelompok masyarakat,” ujar Agum.

Pengajian sejuk kali ini diisi oleh 3 narasumber yaitu Ust. Asyiq Nur Muhammad pembina Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Jakarta, K.H. Thobary Syadzily pengasuh Pondok Pesantren Al Husna Priuk Jaya Tangerang, dan Dr.Andi Hadiyanto, MA Dosen Pendidikan Agama Islam UNJ. Pembukaan diskusi dimoderatori oleh Putri Lalla Tanjung dari Aliansi Kebinekaan.

Pemaparan materi I disampaikan oleh Ust. Asyiq Nur Muhammad, inti dari pemaparannya ialah bahwa dalam menjalani kehidupan beragama islam, kita harus mencontoh Rasulullah. Mengapa? karena Rasulullah mengajarkan perdamaian sejak diutus sebagai nabi terutama perdamaian dalam agama islam. Untuk itu, kita semua perlu menanamkan nilai toleransi yang tinggi dan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari ini.

Selanjutnya disampaikan oleh K.H. Thobary Syadzily, bahwa kemuliaan seseorang itu tergantung agama yang ia anut, yaitu agama yang rahmatan lil’alamin. Banyak sekali amalan yang ditujukan untuk akhirat tetapi hanya mendapat nilai dunia, akan tetapi banyak juga amalan yang ditujukan untuk dunia namun mendapat nilai akhirat. Selain itu ia menyampaikan mengenai bunyi hadis sebagai berikut : “ Nabi Muhammad SAW bersabda : “ Barang siapa menjalin suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka dianugerahi Allah kepadanya jalan ke surga” (H.R.Muslim)

Kemudian pemaparan yang terakhir disampaikan oleh Dr. Andy Hadiyanto, MA, menjelaskan bahwa mengenai mengapa Surat yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW itu ialah Surat Al-‘Alaq?? Karena Rasulullah diutus oleh Allah untuk membenarkan manusia terutama dalam hal ilmu pengetahuan. Pendidik menjadi agen penting untuk mulai membangun sikap damai dan toleran para siswa dalam menerima perbedaan yang ada. Karena itu penting untuk membangun karakter pendidik yang toleran.

Maka dengan adanya pengajikan sejuk ini, harapannya agar bisa membangun pendidikan yang mengedepankan kerendahan hati, toleran, kesejukan, dan perdamaian. [Siti Nurlela]

Comments
Loading...