Connect with us

Berita

Pembaretan Seribu Banser Semarang oleh Habib Luthfi

Published

on

NU Online Jateng

Semarang, JATMAN Online – Pembaretan kepada 1.000 Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Semarang secara simbolis dalam Kirab Merah Putih oleh Rais ‘Aam Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Maulana Habib Luthfi bin Yahya di lapangan Simpanglima Kota Semarang, Ahad (27/11) pagi.

Habib Luthfi dalam orasi kebangsan di Simpanglima Kota Semarang mengingatkan pentingnya nasionalisme dan menjaga persatuan bangsa. Sebab, menurut dia nusantara sangat besar dan disegani pada masa dahulu karena kekuatan persatuan, terutama sebagai salah satu jalur perdagangan atau yang dikenal dengan jalur sutra.

“Tunjukkan merah putih kita, tidak cukup yang dikibarkan tapi di dada kami. Merah putih melekat di dada disinari pancaran imannya. Dimanapun ia berada tetap cinta Indonesia,” kata Habib Luthfi.

“Kemerdekaan Indonesia berdarah, bukan hadiah,” tegasnya.

Usai memberikan orasi kebangsaan, Habib Luthfi melaksanakan pembaretan kepada 1.000 Banser secara simbolis. Pembaretan disaksikan langsung oleh jajaran Forum Komunikasi Daerah (Forkompinda) Kota Semarang, Camat, dan beberapa tamu kehormatan.

Dilansir dari NU Online Jateng, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang Abdur Rahman seusai Kirab Merah Putih menyampaikan, pembaretan 1.000 Banser merupakan hasil kerja keras seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor.

“Alhamdulillah kerja keras dari seluruh pengurus PAC ini telah selesai mengikuti Diklatsar dan sudah mengikuti berbagai kegiatan sebagai rencana tindak lanjut (RTL). RTL ini salah satu bentuk komitmen seorang anggota baru Banser setelah mengikuti Diklatsar,” jelasnya.

PAC Ansor Kecamatan Ngaliyan, lanjutnya, berhasil merekrut 70 personil Banser, Pedurungan 80 personel, Genuk 150 personel, Tembalang 120 personel, Gunungpati 180 personel, Semarang Utara 120 personel, Banyumanik 180 personel, Tugu 65 personel, dan Gayamsari 35.

“Total ada 1000 personel baru. Ini nantinya masih akan dikelola lagi karena Banser memiliki kesatuan-kesatuan yang berbeda,” katanya.

Abdur Rahman mengatakan bahwa pembinaan setelah kaderisasi tahap awal sebagai Banser harus dilakukan dengan baik.

“Nanti masih ada Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) dan spesialisasinya, karena itu semua pasukan harus dididik dengan baik,” ujarnya.

Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ini bagi calon anggota Ansor dan lanjut mengikuti Diklatsar Banser merupakan agenda Ansor di tingkat kota/kabupaten. Namun, kata dia pada pelaksanaannya diberikan kepada PAC Ansor, siap maupun tidak siap.

“Bagi PAC yang belum siap bisa kita dorong, kita bantu agar bisa melakukan kaderisasi dasar karena ini kepentingan PAC agar terus berkembang sampai bisa membentuk ranting di semua kelurahan. Ini yang terus kita koordinasikan agar dua kaderisasi dasar ini bisa terlaksana di semua PAC,” pungkasnya.

Berita

Zawiyah Arraudhah Gelar Haul ke-26 Syekh Abdul Aziz Al-Ghumari

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Zawiyah Arraudhah menggelar kegiatan Munajat Rajab dan Haul ke-26 Al-‘Allamah Al-Arif Billah Al-Muhaddits As-Sayyid As-Syarif Abdul Aziz bin Muhammad bin Shidiq Al-Ghumari As-Syadzili Ad-Darqowi Al-Hasani RadhiyaAllahu Anhu.

Bertempat di Gedung Pertemuan Zawiyah Arraudhah, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (31/1), kegiatan Haul yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut berlangsung dengan suasana ruhani, mengingat saat ini telah memasuki bulan Rajab.

https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?client=ca-pub-4220652172712119&output=html&h=60&slotname=4603721776&adk=421037419&adf=363369837&pi=t.ma~as.4603721776&w=468&lmt=1675317342&format=468×60&url=https%3A%2F%2Faktual.com%2Fzawiyah-arraudhah-gelar-munajat-rajab-dan-haul-ke-26-syekh-abdul-aziz-al-ghumari%2F&host=ca-host-pub-2644536267352236&wgl=1&adsid=ChAIgLjongYQ3IjtzbfrkKwLEjkAGKjn4PMuyPs-YWzlPcDkkcOH-kOVzAylInvs5v5sxbLkM6A3o9g243SGxpbN6KT1ib_SDn3VYpU&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTQuMC4wIiwieDg2IiwiIiwiMTA5LjAuNTQxNC43NSIsW10sZmFsc2UsbnVsbCwiNjQiLFtbIk5vdF9BIEJyYW5kIiwiOTkuMC4wLjAiXSxbIkdvb2dsZSBDaHJvbWUiLCIxMDkuMC41NDE0Ljc1Il0sWyJDaHJvbWl1bSIsIjEwOS4wLjU0MTQuNzUiXV0sZmFsc2Vd&dt=1675317276372&bpp=1&bdt=3180&idt=220&shv=r20230124&mjsv=m202301230101&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID%3D6ab34b3d71051031-229c5b277bd60056%3AT%3D1663111736%3ART%3D1663111736%3AS%3DALNI_MbTssGVlTVchAzoR1oW2ocHVyPEdw&gpic=UID%3D000009c736589de1%3AT%3D1663111736%3ART%3D1675317277%3AS%3DALNI_MbPZbxSy1zZS20gQxXvX_jU6B4j-A&prev_fmts=728×90%2C0x0%2C468x60&nras=1&correlator=2372157444739&frm=20&pv=1&ga_vid=1953180687.1663111734&ga_sid=1675317277&ga_hid=1532794278&ga_fc=1&u_tz=420&u_his=1&u_h=720&u_w=1280&u_ah=672&u_aw=1280&u_cd=24&u_sd=1.5&dmc=8&adx=228&ady=1235&biw=1263&bih=569&scr_x=0&scr_y=0&eid=44759876%2C44759927%2C44759842%2C31071812%2C44779794%2C31071267%2C44779077&oid=2&psts=AD37Y7tfN8WaRP3ujmmuSMUIvpeITgtJ7_mEtjzk8Wy6wcwVwEYtdy0Oj2BZoR2oWZZhj-rUf279oKbGRWmTLQ&pvsid=4500467241654609&tmod=248800587&uas=0&nvt=1&ref=https%3A%2F%2Faktual.com%2Fwp-admin%2Fedit.php%3Fpost_type%3Dpost%26all_posts%3D1&eae=0&fc=896&brdim=0%2C0%2C0%2C0%2C1280%2C0%2C1280%2C672%2C1280%2C569&vis=1&rsz=%7C%7CeEbr%7C&abl=CS&pfx=0&fu=0&bc=31&jar=2023-01-31-00&ifi=4&uci=a!4&btvi=2&fsb=1&xpc=04yu9flmXA&p=https%3A//aktual.com&dtd=65827

Khadim Zawiyah Arraudhah, KH. Muhammad Danial Nafis dalam Tausiyahnya menyampaikan pentingnya bagi pengikut Thariqah Qadiriyah Syadziliyah memperingati haul tersebut. Hal ini karena Syekh Abdul Aziz bin Siddiq Al-Ghumari Radhiyallahu Anhu merupakan Guru Agung yang termasuk dalam rantai sanad kethariqahan.

“Sebuah kenikmatan ketika kita bisa bersambung, meskipun kita tidak pernah mengenal beliau. Tetapi memperingati haul itu secara hakiki adalah sebagai bentuk perizinan beliau, untuk kita bisa mengenal beliau dan mendoakan beliau,” ujar Kiai Nafis yang juga merupakan Mudir JATMAN Idharah Wustha DKI Jakarta.

Kiai Nafis kembali melanjutkan tausiyah, bahwa hakikatnya ketika kita menghadiri sebuah peringatan Haul Ulama adalah bahwa kita diundang oleh Ulama itu untuk bersama-sama mendapatkan Rahmat Allah SWT.

Dalam tausiyahnya Kiai Nafis sempat menceritakankan biografi singkat Syekh Abdul Aziz, yang dilahirkan pada bulan Jumadil Awal 1338 H/1920 M di Maroko. Ayahandanya, Syekh Muhammad bin Shiddiq Al-Ghumari, merupakan seorang ulama, kekasih Allah, dan seorang Wali Qutub pada zamannya.

Syekh Abdul Aziz adalah putra terakhir dari Ibundanya, Syarifah Fatimah al Zahra merupakan cucu dari Sayyid Ahmad ‘Ajibah al Hasani, pengarang syarah kitab hikam yang masyhur.

“Semoga kita yang hadir dalam Haul ini menjadi bagian yang mendapat pencerahan dan kesambungan ruhani. Itu sangat penting. Siapa lagi yang kita harapkan kecuali ketersambungan kepada para Ulama, Masyaikh, Guru-guru kita,” kata Kiai Nafis.

Kiai Nafis menjelaskan pentingnya akan ketersambungan antara murid dan guru. Baik itu ketersambungan ilmu maupun ketersambungan ruhani.

“Bukankah ketika ketersambungan itu bersambung ke hadrati Rasulullah Saw, apakah sambung secara ilmu ataupun sambung secara ruhani, maka itu saling melengkapi. Di sinilah ketika ada ilmu zahir tidak dibarengi ilmu batin, maka disitulah terjadi ketidakseimbangan,” nasihatnya.

Zawiyah Arraudhah kata Kiai Nafis akan terus membudayakan tradisi mengaji, baik itu mengaji kelilmuan maupun mengaji keruhanian. Hal ini supaya ketersambungan tetap terjaga.

“Inilah yang menjadi fokus kita, bahwa ketersambungan ini menjadi amat penting. Sambungan itu akan menggerakkan ruhani kita, pikiran kita, langkah jasad kita, sehingga kita tetap terjaga dalam koridor Syariah, Sunnah Rasulullah Saw, dan Thariqah para Salafu Shalihin. Patut kita pahami, kita jaga dan rawat terus,” jelasnya.

Kiai Nafis menceritakan, Syekh Abdul Aziz dijemput menemui Ilahi pada Jumat 6 Rajab 1417 Hijrah bertepatan pada tanggal 17 November 1996 Masehi. Beliau dimakamkan di sisi makam ahli keluarganya di Zawiyah Shiddiqiah, Tonjah, Maroko.

Continue Reading

Berita

JATMAN Kabupaten Bandung Barat Gelar Musyawarah Kerja

Published

on

Bandung, JATMAN Online – Idaroh Syu’biyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (JATMAN) Kabupaten Bandung Barat menggelar Musyawarah Kerja (Musker) di Pondok Pesantren Al-Maidan Fikri, Cangkorah Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Ahad (29/01/2023).

Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung Barat Pangersa Rois KH. Aa Maulana ZA dalam Taushiyahnya menyampaikan pentingnya bertarekat, agar amalan khususnya bersanad.

“Ada Guru Mursyid yang membimbingnya. Ibadahnya tidak asal menggugurkan perintah, tapi dibarengi dengan Mahabbah dan Ma’rifat,” jelasnya.

Menurut AA, sapaan akrabnya, bahwa tarekat itu ibarat kabel jika disambungkan terus akan menyala. Walaupun amal atau zikirnya jumlahnya sedikit pasti akan sampai kepada Allah Subhanahu wa ta’ala melalui sambungan para Mursyid hingga Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam.

Sementara itu, Rais JATMAN Kabupaten Bandung Barat, KH Dr. Ma’mur Sa’adi, mengungkapkan agar Jam’iyyah ke depan harus kuat dengan terbentuknya pengurus hingga tingkat Sya’afiyah, maju dan mandiri.

Beliau hingga meneteskan air mata, saat menyampaikan kalam Rais ‘Aam Idaroh Aliyyah JATMAN, Maulana Habib Luhfi bin Yahya “jangan mengecewakan”.

Diketahui, kegiatan Muker tersebut, Idaroh Syu’biyah JATMAN Kabupaten Bandung Barat, membahas lima bidang, diantaranya Bidang Kemandirian Jam’iyyah, bidang Dakwah Budaya Seni, Bidang Pengkaderan, Bidang Literasi Manaqib Aulia dan Bidang Cinta Tanah Air.

Kesimpulan dari acara tersebut yaitu agar JATMAN Kabupaten Bandung Barat maju dengan lengkap kepengurusannya, bisa mandiri, dan bisa dakwah bilhal dengan ekonomi yang amanah serta dakwah bilkalam melalui tulisan dan seni.

Pewarta: Saprudin

Editor: Arip Suprasetio

Continue Reading

Berita

Pengurus Mejelis Sufi Dunia Gelar Pertemuan Persiapkan Multaqo Sufi Internasional

Published

on

Pekalongan, JATMAN Online – Mejelis Sufi Dunia yang dipimpin oleh Maulana Habib Luthfi bin Yahya menggelar rapat persiapan multaqa sufi selama dua hari pada Rabu-Kamis, 1-2 Februari 2023 di Hotel Santika Pekalongan.

Selain dihadiri ulama-ulama nasional seperti KH. Ali Mas’adi Mojokerto dan para habaib, rapat tersebut juga mengundang sejumlah ulama sufi dari berbagai negara yang berperan di wilayahnya masing-masing, seperti Syekh Muhammad Shahumi al-Idrisi Mursyid Thariqah Sadziliyah dan Idrisiyah dari Libya, Syekh Riyadh Bazo Wakil Mufti Lebanon, Syekh Muhammad Maghrobi  Mufti Brazil dan Syekh Aun al-Quddumi Mufti Yordania.

Rais ‘Aam Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al Mu’tabaroh (JATMAN) Habib Luthfi sebagai tuan rumah pada acara tersebut juga memperkenalkan kehadiran Pangdam dan Polres Pekalongan yang siap siaga untuk mengamankan segala proses kegiatan yang melibatkan ulama-ulama luar negeri.

“Jadi untuk keamanan terutama ulama-ulama yang datang dari luar negeri jangan khawatir masuk ke Indonesia. Bahwa kita siap keamanan yang luar biasa,” kata Habib Luthfi.

“Terima kasih saya sampaikan, semoga dari awal sampai akhir nanti bisa menjadi pembahasan yang cukup berbobot sehingga banyak orang-orang yang tadinya tidak paham tentang tasawuf akan membuka mata lebar-lebar, khususnya untuk peserta bisa menyampaikan kepada umat di negaranya masing-masing,” tambahnya.

Di samping itu, Syekh Muhammad Shahumi al-Idrisi yang merupakan satu dari pengurus Majelis Sufi Dunia menyampaikan kebahagiannya dalam Bahasa Arab yang kemudian dialihabahasakan oleh penerjemah, karena dapat berkumpul bersama orang-orang yang mendedikasikan diri terhadap tasawuf.

“Dan setelah sekian lama kita menetapkan Indonesia sebagai titik tolak untuk organisasi kita ini dan semoga pilihan kita terhadap Indonesia ini pilihan yang benar, tidak sia-sia, karena Indonesia itu adalah negara muslim yang terbesar dan sudah sepatutnya yang besar itu mengayomi yang lainnya,” kata Mursyid Thariqah Sadziliyah tersebut.

Perlu diketahui, bahwa tujuan dari diadakannya rapat tersebut adalah untuk membahas AD/ART perkumpulan, pelaksanaah Multaqo Sufi Dunia, penguatan persatuan ulama sufi dan isu-isu yang akan dibahas dalam forum.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending