PCINU Tiongkok Gelar Bedah Buku Islam, Indonesia dan China

JAKARTA – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok menggelar acara Bedah Buku yang berjudul ‘Islam Indonesia dan China: Pergumulan Santri Indonesia di Tiongkok’ di lantai 8 Gedung PBNU Jalan Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat pada Rabu (17/7). Acara ini menjadi penting sebab menyajikan fakta dan kisah yang diamati dan dialami langsung oleh para santri Nahdlatul Ulama yang sedang menempuh pendidikan di Tiongkok.

“Selamat atas telah terbitnya kumpulan buah pena mahasiswa Indonesia. Berisikan pemikiran wawasan dan pengalaman meraka mengenai kehidupan keagamaan yang diamati dan dialami selama mengenyam pendidikan lanjutan di Tiongkok,” ucap Perwakilan Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia H.E. Djauhari Oratmangun yang pada kali ini dibacakan oleh Yaya Sutarya Atase Pendidikan KBRI di Beijing untuk Tiongkok dan Mongolia.

Ia menambahkan bahwa, acara ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memberikan informasi lebih lengkap tentang bagaimana masyarakat Indonesia menjalin kehidupannya di Tiongkok.

Selain itu, diskusi bedah buku ini bisa memperkaya perspektif dan wawasan tentang kehidupan masyarakat Indonesia di Tiongkok dan kebijakan pemerintah Tiongkok mengatur kehidupan beragama di negaranya.

Buku yang ditulis oleh 23 santri NU ini juga bisa menepis berita hoaks yang beredar di tanah air. “Dari buku ini kita bisa melihat bahwa tidak benar jika Tiongkok selama ini anti Islam dan diklaim sebagai negara yang melakukan penindasan terhadap agama,” ucap Rais Syuriah PCINU Tiongkok KH. Imran Rosyadi Hamid.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, MA., Ketua Tanfidziyah PCINU Tiongkok Nurwidiyanto, Mantan Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia dan Ketua Umum Perkumpulan Persahabatan Alumni Tiongkok – Indonesia (Perhati) Soegeng Rahardjo, Wang Yu Xia dari Guangdong Islamic Association, penerjemah Xiao Li Xian dari Guangdong University of Foreign Studies serta Jurnalis Kompas Iwan Santosa. (eep)

Komentar
Loading...