PCINU Sudan Adakan Shalat Ghaib Sebelum Muhadharah Ilmiah Tasawuf

KHARTOUM – Warga Nahdlatul Ulama dan umat Islam khususnya di Indonesia merasa kehilangan dengan wafatnya ulama karismatik yang berjiwa nasionalis KH. Maimun Zubair yang akrab disapa Mbah Moen pada Selasa (6/8) lalu. Bukan hanya itu, warga NU dari berbagai belahan dunia ikut merasakan duka cita yang mendalam atas kepulangan pendiri sekaligus pengasuh Ponpes Al Anwar Rembang, Jawa Tengah. Diantaranya dengan mengadakan tahlil, doa dan shalat ghaib.

Seperti pembacaan tahlil, doa sekaligus shalat ghaib oleh santri NU di Sudan yang juga dihadiri Syaikh Awad Karim Al-Aqli (Mustasyar PCINU Sudan). Acara tersebut diadakan di Wisma PCINU Sudan di Arkaweet, Khartoum pada Selasa (6/8).

“Semoga seluruh amal dan ilmu yang beliau abdikan dan berikan kepada kita para santrinya bermanfaat sehingga menjadi amal jariyah bagi beliau. Dan semoga kelak kita dipertemukan dengan beliau di yaumil qiyamah,” tulis akun Instagram resmi PCINU Sudan.

Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi Indonesia tersebut dilaksanakan sekaligus menggelar Muhadharah Ilmiah oleh Tim Pena Darwis Sudan yang diisi oleh Syaikh Awad Karim tema Muqaddimatul Ammah fit Tasawuf Assudani.

Acara pembacaan doa, tahlil dan shalat ghaib yang diimbau oleh PBNU juga dilaksanakan oleh PCINU lain seperti Mesir dan Tunisia. (eep)

Komentar
Loading...