PCINU Maroko Gelar Lailatul Ijtima’ Bersama Mudir Am JATMAN

0

Rabat – PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) Maroko mengadakan Lailaitul Ijtima’ bersama Mudir Am JATMAN, KH. Wahfiudin Sakam, SE, MBA. Bertempat di kantor PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Kiai Wahfiudin yang mengenakan blankon berpesan kepada mahasiswa dan mahasiswi Indonesia yang hadir malam itu.

Diantara pesan Mudir Am JATMAN ialah agar mahasiswa tidak berhenti hanya belajar studi ke-Islam-an (Dirasat Islamiyyah). Pesan tersebut ditujukan bukan hanya kepada mahasiswa Indonesia, namun juga warga NU Maroko. PCINU Maroko sendiri memang sejak kepengurusan sebelumnya mengikut sertakan ulama Maroko masuk dalam jajaran pengurusnya, seperti Dr. Ahmad Raisuni, Dr. Yusuf Kallam, Dr. Nadia Syarqoui dan Syeikh Rodi Genun.

Menurut Kiai Wahfi, ilmu lain yang perlu dipelajari pemuda Islam pada saat ini ialah, pertama, Pshyco-therapy and Pshyco-sosial. Kedua, Internet and Technology. Ketiga, Geo Politics / Philosophy, Politics and Economy (PPE). Keempat, Bahasa Asing selain bahasa Arab.

Di kesempatan lain, Mudir Am juga berdiskusi dengan para pengurus PCINU Maroko di Hotel Dar Shaan, Rabat. “Mereka (baca: PCINU Maroko) memiliki program kegiatan yang sangat kreatif, namun kurang mendapat bantuan dan dukungan, diantaranya:

  1. Setelah di tahun sebelumnya sukses memamerkan 80 judul buku serta mendapat perhatian besar dari pengunjung kaum intelektual dan ulama (termasuk dari Eropa), buku-buku yang dipamerkan laris terjual. Rencananya akan ikut kembali memeriahkan Pameran Buku Internasional Tahunan di Casablanca, Feb 07-17, 2019.
  2. Dalam pameran tersebut PCINU Maroko menyelenggarakan Seminar dengan mendatangkan Syaikh Fadhil al-Jaylani, dan mampu menarik pengunjung terbanyak selama pagelaran.
  3. Menyelenggarakan Seminar Perbandingan Islam di Indonesia dan Marokko yang juga mendapat perhatian besar dari para ulama.
  4. Pengiriman imam dan dai ke Eropa.
  5. Pemberian beasiswa untuk kader NU yang kurang mampu.

Mudir Am menilai bahwa, “Satu hal yang mereka kagumi bahwa muslim Indonesia memiliki doktrin hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman) yang justru sangat diperlukan oleh negeri-negeri Arab!” Mudir muassasah Masjid Hassan II sampai berkata, “Inilah yang tidak dimiliki oleh Maroko, dan menjadi pekerjaan rumah bagi ulama Maroko untuk mengembangkan konsep hubbul wathan minal iman,” ungkap beliau pada JOL. (Eep)

Comments
Loading...