Connect with us

Nasional

Pada Hari itu, Ribuan Bala’ akan Diturunkan

Besok kita akan bertemu dengan hari rabu terakhir di bulan Safar. Masyarakat Jawa biasa menyebutnya dengan Rebo Wekasan (Rabu Penutup).

Published

on

Dalam kitabnya Mujarrabat ad-Dairabi Kabir (kitab yang biasa dikaji di pondok kami), Imam Ahmad bin Umar ad- Dairabi menyampaikan bahwa pada setiap tahunnya Allah Swt akan menurunkan sekitar 320.000 bala’. Dan Hari rabu terakhir di bulan Safar itulah waktu dimana bala’ itu akan diturunkan.

Pada hari itu, Syekh ad-Dairabi menganjurkan untuk melaksanakan shalat 4 rakaat dengan surat yang telah ditentukan. Setelah shalat selesai dilaksanakan, kemudian dilanjutkan dengan doa dan wirid yang juga telah ditentukan.

Ritual ini menuai pebedaan pendapat di kalangan NU. Hadratussyaikh Hasyim Asyari menolak dan tidak menganjurkan untuk melaksanakan ritual ini. Dalam salah satu kitabnya beliau berpesan,

بسم الله الرحمن الرحيم وبه نستعين على امور الدنيا والدين وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم. أورا وناع فيتواه, اجاء-اجاء لن علاكونى صلاة ربو وكاسان لن صلاة هدية كاع كاسبوت اع سوال, كرنا صلاة لورو ايكو ماهو دودو صلاة مشروعة فى الشرع لن اور انا اصلى فى الشرع. والدليل على ذلك خلو الكتب المعتمدة عن ذكرها كيا كتاب تقريب, المنهاج القويم, فتح المعين, التحرير لن سأفندوكور. كيا كتاب النهاية, المهذب لن إحياء علوم الدين, كابيه ماهو اورا انا كع نوتور صلاة كع كاسبوت

“Tidak diperbolehkan untuk mengajak dan melaksanakan shalat Rebo Wekasan dan shalat Hadiyah di bulan Syawal. Karena dua shalat itu bukanlah shalat yang disyariatkan untuk dikerjakan dan tidak ada dalilnya sama sekali. Tidak ada satu kitab muktamad pun, seperti kitab Taqrib, Minhajul Qowim, Fathul Muin, at-Tahrir dan kitab yang besar lainnya seperti kitab an-Nihayah, Muhaddzab, dan Ihya Ulumiddin yang menjelaskan ritual ini”.

Atas dasar himbauan beliau ini, Pesantren Tebuireng tidak pernah melaksanakan shalat Rebo Wekasan dan juga tidak menganjurkan para santri untuk melaksanakannya.

Namun, walaupun shalat ini tidak mempunyai dalil sama sekali, terdapat sebagian kiai Nahdliyin yang menganjurkan untuk melaksanakan shalat ini dengan syarat meniatinya sebagai shalat mutlak atau shalat hajat, bukan niat shalat tolak bala’.

Pendapat mereka ini merujuk kepada Syekh Abdul Hamid bin Muhammad al-Quds yang menyatakan dalam kitabnya Kanzun Najah wa Surur bahwa memang shalat Rebo Wekasan tidak ada dalilnya sama sekali. Namun, sebagai orang Islam kita tetap dianjurkan untuk melaksanakannya dengan niatan ngalap berkah dan mengikuti apa yang telah dicontohkan oleh para ulama salaf dan para pembesar ulama sufi.

فَاعْمَلْ بِهَا حِيْنَئِذٍ مُعْتَمِدًا عَلَى اللهِ، غَيْرَ مُلْتَفِتٍ إِلَى مَا سِوَاهُ، لَا عَلَى أَنَّهَا مَرْوِيَّةٌ يَقِيْنًا عَنِ النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ، عَلَيْهِ أَفْضَلُ الصَّلَاةِ وَأَزْكَى التَّسْلِيْمِ،اِقْتِدَاءً بِالسَّلَفِ الصَّالِحِ الَّذِيْنَ كَانُواْ يَفْعَلُوْنَهَا، وَيَحُضُّوْنَ عَلَيْهَا، تَبَرُّكًا بِعَمَلِهِمْ النَّاجِحِ،وَتَأَسِّيًا بِالسَّادَةِ الصُّوْفِيَّةِ.

“Maka amalkanlah doa-doa tersebut, dengan bergantung kepada Allah, tanpa memperdulikan lain-Nya. Bukan karena doa-doa tersebut dari Nabi yang mulia tapi, karena mengikuti ulama salaf shalih yang mana mereka mengamalkannnya dan menganjurkannya. Dan juga dengan niat mengambil berkah dengan amal mereka. Juga dengan niat untuk meneladani para pembesar ulama sufi”

Ya intinya, yang tidak shalat jangan menyalahkan yang shalat. Dan yang shalat jangan bangga karena sudah merasa menyirnakan bala’.

Tutorial Melaksanakan Shalat Rebo Wekasan :

  1. Shalat Hajat dilaksanakan sebanyak empat rakat dua kali salam.
  2. Meniatinya sebagai shalat Mutlak.

اُصَلِّى سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالٰى

Atau shalat Hajat

أُصَلِّي سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعاَلَى

Bukan niat shalat penepis bala’.

أُصَلِّي سُنَّةَ لدفع البلاء رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعاَلَى

Karena dengan niat tersebut, shalat ini akan dihukumi bid’ah. Berdasar dengan apa yang telah disepakati pada Muktamar NU ke-25 di Surabaya.

  1. Membaca al-Fatihah di setiap rakaat.
  2. Setelah mebaca al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat al-Kautsar sebanyak 17 kali, surat al-Ikhlas 5 kali, surat al-Falaq sekali, dan surat an-Nas sekali. Kemudian setelah salam membaca doa:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اللهم بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ وَأُمِّهِ وَبَنِيْهِ اِكْفِنِيْ شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ تَعَالىَ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Wallahu A’lam.[Oleh: Fiqi Junianto/M. Alvin Jauhari (Santri Tebuireng)]

Berita

Rois ‘Am JATMAN/Anggota Wantimpres RI Menerima 2 Rektor serta Bupati & Wakil Bupati Terpilih Pemalang

Published

on

Rois 'Am

Pekalongan, JATMAN.OR.ID: Rois ‘Am Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (JATMAN) Maulana Dr. Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya menerima kunjungan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) di kediaman beliau, Jumat pagi (5/2) kemarin.

Maulana yang juga menjabat sebagai Anggota Wantimpres RI menjelaskan tentang Islam rahmatan lil ‘alamin dengan analogi penyaluran tenaga listrik. “Semua warga dapat menikmati manfaat tenaga listrik untuk penerangan maupun untuk yang lain tanpa memandang suku ataupun agamanya,” terang Maulana.

“Dalam pemanfatan tenaga listrik tergatung kebutuhan masing-masing tanpa pernah mempersalahkan siapa yang menggunakan,” tambah Habib. “Misalnya listrik masuk ke gereja maka tidak (perlu) dipermasalahkan, sama halnya seperti listrik masuk ke mesjid,” lanjut beliau.

Rois 'Am

Dalam pertemuan ini dibahas rencana penyelenggaraan event besar bertaraf internasional di beberapa negara yang dilakukan secara daring. Event ini akan menampilkan wajah Indonesia yang rahmatan lil ‘alamin serta budaya Indonesia yang bernuansa reliji di samping penyelenggaraan istighotsah kubro untuk mendoakan keselamatan Bangsa dan Negara. Event ini akan digelar bersamaan dengan peringatan Dies Natalis ke-56 Universitas Negeri Semarang (UNNES) mendatang. “Insya Allah dua negara, Maroko dan Mesir sudah siap mendukung terlaksananya acara ini,” papar Sekretaris Wantimpres Hasbullah Achmad.

Dalam kesempatan yang sama, Maulana juga menerima sowan Bupati & Wakil Bupati terpilih Pemalang, Mukti Agung Wibowo dan Mansur Hidayat dalam rangka rahmah tamah terkait pengembangan pertanian di Jawa Tengah dan secara khusus di Kabupaten Pemalang.[Aman]

Continue Reading

Berita

Idaroh Aliyah Galang Bantuan untuk Korban Bencana Alam

Published

on

Galang Bantuan

Pekalongan, JATMAN.OR.ID: Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (JATMAN) menggalang bantuan untuk korban bencana alam Kalimantan Selatan. Dalam surat himbauan bertanggal 16 Januari 2021, Idaroh Aliyah menghimbau kepada pengurus tingkat Wustho, Syu’biyah dan para dermawan seluruh Indonesia untuk mengumpulkan bantuan baik berupa uang tunai, sembako, selimut dan pakaian layak pakai.

Ini adalah penggalangan bantuan tahap II setelah bantuan yang pertama dikirim 17/01 lalu. Bantuan tahap I dikirim sebanyak 4 ton beras.

Bantuan dalam bentuk uang tunai dapat ditransfer ke rekening JATMAN, BANK BPD JAWA TENGAH CABANG SYARIAH PEKALONGAN, dengan Nomor Rekening: 5053017615.

Galang Bantuan

Adapun bantuan dalam bentuk barang dapat dikumpulkan di masing-masing Idaroh Wustho, selanjutnya teknis pengirimannya akan dikoordinir oleh Idaroh Aliyyah sesuai skema pengaturan yang ada.

  • 16-21 Januari 2021: Distribusi surat permohonan dari Idaroh Aliyyah.
  • 21-23 Januari 2021: Koordinasi Idaroh Wustho dan Syubiyah.
  • 16-29 Januari 2021: Masa penggalian, penggalangan dana, dan penerimaan bantuan Wustho dan Syubiyah.
  • 25-31 Januari 2021: Koordinasi teknis pengiriman oleh Idaroh Syubiyah dan Wustho ke Idaroh Aliyyah.
  • 1-7 Pebruari 2021: Koordinasi teknis pengiriman, penerimaan dan pendistribusian oleh Jatman di daerah yang terkena bencana.
  • 5-9 Pebruari 2021: Laporan dari Idaroh yang menjadi sasaran bantuan.
  • 10-15 Pebruari 2021: Laporan Pertanggungjawaban Akhir Bantuan bencana tahun 2021 oleh Idaroh Aliyyah

Partisipasi segenap Idaroh Syu’biyah, Idaroh Wustho dan para Dermawan sangat dinanti oleh saudara-saudara kita di daerah yang terkena bencana.[Af]

Continue Reading

Berita

Rakor Koperasi Konsumen Umat Rejaning Karyo

Published

on

Rakor

Pekalongan, JATMAN.OR.ID: Pengurus Koperasi Konsumen Umat Rejaning Karyo mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) di Pendopo Kab. Pekalongan, Jumat (8/11) yang lalu.

Rapat koordinasi ini dihadiri Bupati Asip Kolbihi, Wakil Rois ‘Am KH. Ali Masadi dan seluruh pengurus koperasi.

Rakor

Dalam rapat ini dibahas program kerja koperasi jangka pendek antara lain bisnis pengadaan bahan pokok dan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang lain. “Program koperasi ini bisa dimulai dengan usaha tambak udang,” pesan Abah Luthfi saat pengurus melaporkan hasil rapat koordinasi koperasi di kediaman beliau. “Mengelola usaha tambak udang ini yang penting diperhatikan adalah PH airnya,” jelas Abah. [Aman]

Baca juga Akhlak kepada Diri Sendiri (3)

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending