Connect with us

Berita

Ngaji MATAN UINSA, Yai Yardho: Pentingnya Mengingat Allah

Published

on

Surabaya, JATMAN.OR.ID: Mahasiswa Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah (MATAN) UIN Sunan Ampel Surabaya kembali menggelar rutinan ngaji kitab Tajul Arus pada Rabu sore (28/10). Pengajian ini diampu langsung oleh Pembina MATAN UINSA yaitu Kyai Moh. Yardho.

Dalam awal pembahasanan kitab Tajul Arus karya Syekh Ibnu Athoillah kyai Yardho menjelaskan, seseorang hendaknya sebelum tidur selain membersihkan dirinya secara jasmani maka diutamakan juga untuk membersihkan diri secara rohani.

“ketika seseorang tidur, tapi sedang campur-aduk atau lalai kepada Allah, maka yang akan dilihat dalam tidurnya adalah kecampur-adukan atau kelalaianya tersebut. Oleh karena itu, sebelum tidur dianjurkan terlebih dahulu untuk wudhu’, istighfar atau berdzikir kepada Allah. Hal itu juga untuk berjaga-jaga ketika mati, maka dalam keadaan suci,” jelasnya.

Lanjutnya kyai Yardho, Ruhan atau sukma itu ketika tidur akan keluar dan bertamasya. Ketika sebelum tidur dalam keadaan suci dan bertaubat, maka akan bertamasya ke tempat yang baik. Begitupun sebaliknya ketika tidur dalam keadaan tidak suci, maka akan bertamasya ke tempat yang buruk. Orang-orang tertentu, sebelum tidur itu berusaha menghadirkan Allah sehadir-hadirnya, supaya terbawa dalam tidurnya. Tidur yang seperti ini walaupun cuma 10 menit, biasanya sudah terasa cukup atau bahkan seperti sudah tidur berjam-jam. Selain itu, tidur dalam keaadan suci itu akan membukakan hati dan juga ketika ada bahaya, maka akan reflek.

Pengasuh Al-Jawi tersebut menambahkan bahwa orang yang ahli akhirat dan ahli dunia berbeda, maka bahagialah apabali tergolong ke dalam ahli akhirat.

“ketika ada seseorang bangga dengan dunia yang datang kepadanya, maka orang tersebut adalah orang bodoh, dan lebih bodoh lagi ketika dunia itu hilang, ia menangisinya atau sedih. Ciri-ciri orang ahli akhirat adalah senang atau bahagia ketika ada orang yang meminta-minta, begitu sebaliknya jika merasa terganggu, maka ia termasuk orang yang ahli dunia,” kata Yai Yardho.

Ia melanjutkan pembahasannya, kemudian tanda-tanda orang yang lalai atau akalnya rendah adalah orang yang mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu terjadi, seperti besok makan apa atau saat ini yang sedang kuliah ragu dan khawatir tentang masa depanya gimana, mau kerja apa. Ini adalah termasuk orang yang akalnya rendah atau lalai. Jadi saat ini adalah mengerjakan apa yang sekarang perlu dikerjakan, tidak perlu khawatir tentang masa depan. Urusan rezeki sudah ada yang mengatur, tidak usah ragu.

Kyai Yardho berpesan untuk senantiasa bertakwa kepada Allah agar esok kelak ketika wafat dalam keadaan selamat dan bahagia.

“yang seharusnya perlu dikhawatirkan adalah besok akan mati dalam keadaan iman atau kafir, khawatir besok masuk neraka apa surga, dan khawatir besok menerima buku amal dari arah kanan atau kiri, bukan malah mengkhawatirkan yang remeh-remeh itu, apalagi yang sudah ditentukan oleh Allah”.

Ia juga melanjutkan pesannya, “Sejelek-jeleknya raja itu pasti akan mengasih makan kepada pekerjanya, apalagi Allah yang kita sudah beribadah dan taat kepada-Nya, tidak mungkin orang yang bertamu di ruang tamu tapi disia-siakan, apalagi tiap hari bertamu kepada Allah. Atau kita disuruh bertamu ke rumahnya orang kaya dengan iming-iming akan dikasih sesuatu, pasti kita percaya karena kaya, begitupun juga Allah, masa kita tidak percaya kepada Allah,” ungkapya. [Muhammad Alvin Jauhari]

Berita

132 Kader MATAN Menjadi Relawan Pustaka

Published

on

By

Jakarta, JATMAN.OR.ID: Sebanyak 132 orang mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (MATAN) mendaftar sebagai relawan pustaka pada perpustakaan digital JATMAN yang baru dibangun.

“Pustaka Digital JATMAN ini merupakan program kerja jangka panjang JATMAN Online dalam rangka mewujudkan visi menjadi referensi utama dan pertama tasawuf di Nusantara,” ungkap Muhammad Afdhol, inisiator pembuatan pustaka digital JATMAN.

Perpustakaan Digital JATMAN ini dibatasi pada koleksi dengan tema tasawuf dan turunannya. Ia sudah dapat diakses pada link https://pustaka.jatman.or.id. “Beberapa koleksi buku sudah dapat dibaca pengunjung,” imbuhnya.

Seluruh relawan pustaka melakukan inventarisasi koleksi tasawuf, baik koleksi berbahasa Indonesia, Arab maupun Inggris. Buku-buku yang sudah masuk list lalu disubmit ke dalam sistem pengelolaan koleksi. Sistem ini menggunakan aplikasi opensource Senayan versi terbaru yang dirilis oleh Slims.

Dari 132 relawan ini, dibentuk group-group kecil yang menangani bidang-bidang yang berbeda. Mulai dari tim inventarisasi, tim pengetikan dan tim admin yang melakukan submit. “Bila gedung JATMAN nanti sudah memungkinkan dan ruang pustaka juga sudah available, tidak menutup kemungkinan perpustakaan offline juga akan dibangun,” kata Afdhol. Pada waktunya nanti, relawan ini akan dibagi ke dalam beberapa group lain untuk menangani pengadaan buku dan perawatan koleksi.

Untuk menyesuaikan kemampuan relawan pustaka ini, Pengurus Pusat MATAN akan memberikan pelatihan tehnik pengelolaan dan manajemen perpustakaan. “Kita akan carikan narasumber yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan skill dan pengetahuan pengelola perpustakaan JATMAN ini,” dukung Ketua Umum MATAN, DR. Hasan Chabibie, M.Si.[Red]

Continue Reading

Berita

Komunitas Umbul Teduh Ngaji Tasawuf

Published

on

By

Lampung, JATMAN.OR.ID: Adakan terus kajian-kajian tasawuf untuk meningkatkan spiritualitas kita, mahasiswa dan masyarakat, di tengah gencarnya infiltrasi paham radikalisme. Demikian disampaikan Pengelola Pondok Pesantren Manbaul Huda Batanghari, Gus Hamid pada acara pengajian spiritual PTT, Sabtu (21/11) di sekretariat Komunitas Umbul Teduh, Lampung.

Komunitas Umbul Teduh adalah salah satu komunitas yang ada di kota Metro, Provinsi Lampung secara rutin mengadakan ngaji tasawuf SPT PPT (Spiritual Para Pencari Tuhan) setiap malam Minggu. Pengajian ini dihadiri oleh beberapa komunitas mahasiswa di kota Metro, di antaranya Komunitas Santri Suluk, MATAN, Mahasiswa IAIN Metro Lampung dan juga dihadiri masyarakat sekitar.

Ngaji tasawuf ini nantinya akan terus diadakan sebulan dua kali setiap malam Minggu melalui pertemuan langsung di Komunitas Umbul Teduh.

“Ngaji Tasawuf SPT PPT ini pada dasarnya menjadi agenda rutin Komunitas Umbul Teduh untuk meningkatkan kualitas spiritual anggota yang berasal dari aneka berlatar belakang, akademisi, aktivis mahasiswa dan masyarakat,” jelas Direktur Komunitas Umbul Teduh, Lutfi Hakim.

Biasanya pengajian ini diisi dengan tema-tema filsafat dan tema sosial lainnya. Namun kali ini diperlukan kajian yang bersifat spiritual agar lebih dekat dengan Tuhan (taqorrub ilallah), tambah Lutfi.

Diawali dengan membaca Rotibul Hadadd, pengajian ini kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang kesufian.

Diharapkan kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan yang bermanfaat dan dapat mengisi kekeringan spiritual masyarakat baik dari kalangan komunitas, aktivis mahasiswa dan masyarakat akademis yang selama ini lebih banyak mendapatkan kajian sosial dan filsafat saja.[Mukhlis Ardiyanto, Penanggung Jawab Ngaji Tasawuf SPT PPT Komunitas Umbul Teduh]

Continue Reading

Berita

Ratusan Warga Sindanglaut Laksanakan Shalat Ghaib untuk KH. Abdullah Saad

Published

on

By

Cirebon, JATMAN.OR.ID: Kabar meninggalnya salah satu ulama dari Solo, KH. Abdullah Saad menyebar begitu luas. Tidak hanya masyarakat Solo saja yang merasa kehilangan atas pulangnya Ketua Bidang II PP MATAN tersebut, ratusan penduduk Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Cirebon ikut merasa berduka.

Informasi tersebut datang dari salah seorang ustadz setempat, Oong Suparno (20/11). “Baru saja kami melaksanakan shalat Ghaib untuk Romo Yai Dulah Saad di Masjid Jami al-Iman Sindanglaut,” ungkapnya.

Ajakan shalat Ghaib tersebut disampaikan oleh perangkat Desa Sindanglaut, Kiai Ahmad Husaini kepada segenap jamaah shalat Jum’at. “Sebelum shalat Jum’at dimulai, Kiai Ahmad Husaini yang akan bertindak sebagai khatib menyampaikan kepada jamaah agar ikut serta melaksanakan shalat Ghaib untuk pengasuh Pondok Pesantren al-Inshof Plesungan, Karanganyar Solo,” tambahnya.

Shalat Ghaib dan doa bersama dipimpin langsung oleh KH. Mohammad Ichsan Aziz B.Sc., atau biasa disapa Kiai Ichsan, pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Hidayah Sindanglaut.

KH. Abdullah Saad bin Ali Ahmadi bin Nawi Marsidin merupakan salah satu murid Rais ‘Aam Idaroh Aliyah JATMAN, Maulana Habib Luthfi bin Yahya. Adapun buku-buku yang pernah beliau tulis, di antaranya adalah Kang Bejo jilid I dan II, Tahu Menceng,  dan Nalar Inshofi.

Beliau meninggal pada hari Selasa, 17 November 2020 pukul 19.20 WIB di RS Indriati Solo Baru. Jenazah dimakamkan pada hari Rabu, 18 November 2020 pukul 13.00 WIB di area pemakaman Pondok Pesantren al-Inshof Plesungan.[Yazid]

Continue Reading

Facebook

Trending