Muslim Yang Baik Bicaranya Baik

0

CIREBON – Hari-hari ini kita sering mendengar atau menyaksikan semakin banyak orang di negeri ini yang mau bicara apa saja, seenaknya, tanpa berpikir lebih dulu dan tanpa beban apapun, meski menyakiti orang lain dan hoaks yang dapat menimbulkan dampak yang besar bagi kehidupan bersama.

Padahal saban Jumat, khatib sudah sering menyampaikan firman Allah, “Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah (takutlah) kepada Allah dan ucapkanlah kata-kata yang benar,” (QS. Al Ahzab: 70). “Dan sampaikan kepada manusia (masyarakat) kata-kata yang baik.” Nabi SAW juga sudah mengatakan, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata-kata yang baik atau (jika tidak), hendaklah ia diam saja.” (HR. Bukhari).

Imam Nawawi, mengomentari hadis Nabi di atas bermakna jika seseorang ingin menyampaikan pendapat, pikiran, gagasan, maka pertimbangkanlah. Jika apa yang ia sampaikan itu kebaikan, maka sampaikanlah dan jika tidak jelas kebaikannya maka hendaklah ia menahan diri, karena dikhawatirkan menimbulkan masalah yang buruk.” (Syarah an Nawawi ‘ala Shahih Muslim, 2/19).

Imam Syafi’i merespon hadis ini seraya mengatakan, “Jika seseorang ingin bicara, maka hendakkah berpikir lebih dulu. Jika bermanfaat, sampaikanlah. Jika ragu, tak usah bicara.” Nabi juga bersabda, “Tanda muslim yang baik adalah meninggalkan hal-hal yang tak penting.”

Allah juga berfirman: “Dan janganlah kamu menyampaikan/mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran (telinga yang mendengar), pengelihatan (mata yang melihat) dan hati (pikiran) semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra: 36).

Imam Qatadah menjelaskan ayat di atas, “Janganlah kamu mengatakan ‘Aku melihat’ padahal kamu tidak melihat, atau ‘Aku mendengar’ padahal kamu tidak mendengar, atau ‘Aku tahu’ padahal kamu tidak tahu, karena sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban atas semua hal tersebut.”

Oleh: KH. Husein Muhammad

Comments
Loading...