Connect with us

Berita

Mursyid Hanya Untuk Kalangan Petani, Habib Puang Makka: Itu kesombongan Belaka!

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Kajian Jam’iyyah Ahlith Thoriqah Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN) Sulawesi Selatan dengan tema “Posisi Mursyid Bagi Salik”, Minggu (28/11), menjelaskan kedudukan Mursyid dalam Thoriqoh.

Sebagai pemateri dalam kajian ini yaitu Dr. KH. Ali M. Abdillah, M.A. (PW MATAN DKI JAKARTA), Dr. KH. Ruslan Wahab, M.A. (Wakil Rois Syuriah JATMAN Sulses) dan Pensyarah kajian ini adalah Guru Mulia Habib Abdurrohim Assegaf Puang Makka (Rois Awwal Idaroh Aliyah JATMAN).

Acara ini dibawakan oleh moderator Muhammad Ikhsan (Plt. Sekretaris PW MATAN Sulses) yang kemudian dimulai dengan sambutan yang disampaikan Prof. Dr. H. Abd Kodir Ahmad, MS. MPU. (Mudir IW JATMAN Sulses) juga Plt. Pengurus Pusat MATAN yaitu Dr. Hasan Chabibie.

Menurut Kiai Ali Abdillah, mursyid adalah guru bagi kalangan Tarekat di dalam tasawuf yang mampu mengantarkan seorang murid wushul ilallah. Jika mursyid diartikan dan didefinisikan secara liberal maka ini berbahaya.

“Jika Mursyid didefinisikan secara liberal, maka ini sangat berbahaya” kata Kiai Ali, pada saat memberikan materi pertama tema “Posisi Mursyid Bagi Salik” melalui Virtual Zoom, (28/11).

“kalau ada yang mengatakan bahwa google saja merupakan mursyid, ini yang sangat berbahaya sekali”, Tegasnya.

Tidak hanya itu, kiai Ali juga menjelaskan bahwa Mursyid (guru) Kamil Mukammil memiliki ciri-ciri tertentu.

“ciri-ciri mursyid yaitu pertama, berpegang teguh terhadap ayat-ayat Allah swt yakni berpegang kepada al-quran dan hadis. Kedua, Para mursyid mengajarkan sesuatu dari al-quran dan hadis juga mengajarkan hikmah pencerahan kepada murid-muridnya. Dan ketiga, para mursyid yang kamil mukammil mengajarkan pencerahan hikmah yang tak bisa dilakukan oleh orang sembarangan”, Jelasnya.

Selain itu, pada kesempatan terakhir Habib Abdurrohim Assegaf Puang Makka sebagai pensyarah memberikan pencerahan kepada audiens tentang esensi seorang mursyid.

“Fungsi Mursyid bukan hanya sebagai konsultan akan tetapi sebagai dokter yang mengetahui suatu penyakit murid yang kemudian akan dituntun agar penyakit itu segera pergi dari tubuh seorang murid”, Pungkasnya.

Ia juga mengkritisi pemahaman tokoh agama atau ustadz-ustadz yang menyatakani hadirkan Allah Swt ke dalam diri bukan diri yang dihadirkan untuk menghadap Allah.

“Yang pertama diajarkan mursyid kepada murid yaitu menghadirkan diri kita kepada Allah Swt bukan Allah yang hadir kepada kita seperti yang diajarkan para ustadz zaman sekarang”, Beber Puang Makka.

Ia pun menganggap orang yang menyatakan mursyid itu hanya untuk kalangan petani adalah suatu kesombongan.

“jikalau ada yang mengatakan Mursyid hanya untuk kalangan petani saja maka itu adalah suatu kesombongan belaka”, Tegasnya.

Puang Makka juga menceritakan seorang wali allah murid Syekh Abul Hasan As-syadzili yaitu Abul Abbas Al Mursi yang memiliki murid yang sekarang tidak jarang menjadi kiblat kajian tasawuf dunia yakni Ibn Athoillah As-Sakandari. Ibn Athoillah mencari mursyid dengan kurun waktu yang cukup panjang dalam dhidupnya kemudian ia menemukan Abul Abbas Al-Mursi dan dijadikan Abul Abbas sebagai Mursyidnya.

Hal ini merupakan perjalanan seorang guru mencari seorang Mursyid dan Mursyid langsung menuntun muridnya hingga wushul ilallah dan menjadi tokoh hebat yang karyanya terkenal diseluruh penjuru dunia hingga sekarang.

Berita

Perkuat Cabang Ciputat, MATAN UIN Jakarta Gelar Taman Sufi

Published

on

By

Tangerang Selatan, JATMAN Online – Pengurus Komisariat Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (MATAN) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatulllah Jakarta menyelenggarakan TAMAN SUFI pada Kamis (30/06) di Masjid al-Madina, Rumi Centre, Ciputat, Tangerang Selatan.

Acara ini dihadiri para pemateri dari Pimpinan Mahad Al-Jami’ah UIN Syarif Hidayatullah sekaligus pembina MATAN UIN Jakarta Dr. KH. Akhmad Sodiq, M.Ag. mengisi tentang kethariqahan, candidat Doktor muda IPB University Hamzah Al-Farisi, M.Si  menjelaskan tentang ketasawufan, Wakil ketua PW MATAN DKI JAKARTA Dr. Idris Wasahua, S.Ag., M.H. memaparkan tentang kematanan, Dosen FEB UIN Jakarta  Dr. Atmo Prawiro, MA. memberikan pemahaman tentang keaswajaan dan Pembina MATAN UIN Jakarta Fathuddin Kalimas, Lc., S.Hi., MA.Hum., MH. menyampaikan wawasan kebangsaan.

“Thariqah adalah paradigma kehidupan ruhani yang memungkinkan orang bisa wusul kepada Allah dimulai dengan mujahadah riyadlah dan ujungnya adalah marifatullah dengan marifatan shohihatan,” ujar Kiai Sodiq.

Dosen UIN Jakarta ini menyampaikan pentingnya mencintai para auliya Allah agar senantiasa diberi kasih sayang dan berkumpul dengan mereka di akhirat nanti.

”Kalau kita tidak bisa dzikir, ibadah seperti mereka (para muzahid), maka jangan sampai kita tidak mecintai mereka. karena satu-satunya yang bisa membuat kita bareng di akhirat itu mahabbah,” kata Kiai Sodiq.

Koordinator acara shohib Umar Averroes Khotib menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta diantaranya UIN Syarif Hidayatullah serta kampus di sekitar ciputat yaitu Universitas Paramadina, Universitas  Pamulang dan Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta.

“Peserta dari kampus-kampus ini saya harap bisa menjadi penggerak MATAN dikampusnya masing-masing dan MATAN di kampus-kampus tersebut akan dikoordinir pergerakannya oleh MATAN Ciputat,” pungkas Umar.

Selain itu Ketua Pengurus Komisariat MATAN UIN Jakarta periode 2020-2021 Yasrul Marjulyadin mengatakan bahwa TAMAN SUFI adalah kegiatan prakaderisasi sekaligus tahap awal rekrutmen anggota MATAN sebelum mengikuti kaderisasi formal MATAN yaitu suluk matan.

Pada kesempatan ini, Ketua Harian Rumi Centre Habib Muchsin Mulachela memberikan akses kepada para peserta untuk bertabarruk mencium rambut Rasululllah Saw yang berada di Rumi Centre.

Kegiatan TAMAN SUFI ini ditutup dengan proses ikrar anggota MATAN yang dipimpin oleh Fathuddin Kalimas selaku pembina MATAN UIN Syarif Hidyatullah Jakarta.

Pewarta: Yasrul Marjulyadin

Editor: Warto’i

Continue Reading

Berita

Muskom, Sohib Ihya Ulumuddin Terpilih Sebagai Ketua PK MATAN IAIN Syekh Nurjati Cirebon 2022-2023

Published

on

Cirebon, JATMAN Online – Pengurus Komisariat (PK) Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (MATAN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon mengadakan Musyawarah Komisariat (Muskom) Dalam Musyarwarah Komisariat yang ke-3 ini Sohib Muhammad Ihya Ulumuddin terpilih menjadi Ketua Formatur, Rabu (29/6).

Kegiatan ini diadakan di Pondok Pesantren Piderma (Pondok Ilmu Derma Agung) Sumur Loa Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon itu bertajuk “Meregenerasi Kepemimpinan yang Kreatif, Produktif dan Berkhidmah dengan Masif” berjalan dengan lancar.

Acara ini dihadiri oleh Mudir JATMAN Kota Cirebon Kiai Munib Khumaedi, Pengurus Pondok Piderma, Jajaran Pengurus Cabang MATAN Cirebon, PK MATAN Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon dan Demisioner PK MATAN IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dalam sambutannya, Muhammad Habiburrahman selaku Ketua Pengurus Cabang MATAN Cirebon mengatakan bahwa generasi MATAN IAIN kedepan harus menitik beratkan kegiatan-kegiatan yang mempunyai esensi atau ruhnya kegiatan seperti nilai-nilai ke-MATAN-an yakni Spritual, Intelektual dan Nasionalisme.

“Untuk seterusnya meregenerasi itu kita mampu memegang tanggung jawab lagi tidak hanya sekadar seremonial belaka didalam acara atau kegiatan, melainkan kita juga harus menumbuhkan ruh atau nilai dan bisa disebut value dari pada MATAN itu sendiri yang mana kita percaya diri menampakan nilai-nilai tersebut dan kunci dari ruh MATAN itu sendiri ada pada rutinan malam kamis dan rutinan silaturahim bulanan MATAN se-Cirebon,” ujarnya.

Habiburrahman menegaskan bahwa kegiatan rutinan sangat baik karena di dalamnya berisikan silaturahim, zikir dan maulid Nabi Muhammad Saw. “Supaya kita menghidupkan ruhnya, jangan sampai kita giat dalam kegiatan seperti diskusi dan diskusi itu bagus untuk mengasah intelektual kita,” tuturnya.

Ketua PC MATAN Cirebon ini menyatakan kegiatan MATAN tidak boleh hanya berkutat dalam bidang diskusi intelektual saja, apabila demikian maka MATAN akan mengalami kekeringhan spiritual. “Bila mana kita hanya diasah adalah intelektualnya saja maka akan kering spiritualnya. Sedangkan MATAN itu terkenal dengan istilah Ahlith Thoriqoh yang mana mestinya kita mengedepankan atau membersamai nilai-nilai thoriqoh itu, salah satu dari nilai thoriqoh itu adalah zikir,” ucapnya.

“Tidak mungkin hati bersih tanpa pola pikir yang bersih, tetapi pola pikir yang bersih belum tentu hatinya bersih. Dengan itu kita mari, bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya dan juga kita bangun jiwa kita dengan spiritualitas, membangun pola pikir dengan intelektualitas dan kita harus menjunjung tinggi nilai kesatuan dan persatuan NKRI dengan Nasionalisme,”pungkasnya

Selain itu,Ketua PK MATAN IAIN Syekh Nurjati Cirebon Khumaedi NZ mengucapkan selamat dan terima kasih atas terpilihnya ketua baru PK MATAN IAIN Syekh Nurjati periode 2022-2023.

“Sesuai temanya kegiatan ini sebagai ikhtiar kita berusaha mewujudkan kepemimpinan yang kreatif, produktif dan berkhidmah dengan masif untuk PK MATAN IAIN Syekh Nurjati Cirebon diperiode kepengurusan yang akan datang. Dan untuk kepengurusan tahun 2021-2022 semoga tetap terus berkhidmah dimanapun berada karena sejatinya di MATAN tidak ada senior dan junior semua sama kader MATAN dan murid Maulana Habib Luthfi bin Yahya,” ujarnya.

Pewarta: Khumaedi NZ

Editor: Warto’i

Continue Reading

Berita

Pengurus JATMAN Batola 2021-2026 Resmi Dilantik, Ini Pesan Wabup

Published

on

Barito Kuala, JATMAN Online – Pelantikan kepengurusan Idaroh Syu’biyyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) Barito Kuala (Batola) Masa Khidmat 2021-2026 di Majelis Manaqib Jawahirul Ma’ani Al-Banjari di Desa Sungai Gampa Asahi Kecamatan Rantau Badauh, Sabtu (25/6) malam.

Pelantikan kepengurusan tersebut dilantik langsung oleh Rais Idarah Wustha JATMAN Kalimantan Selatan, KH Syakerani Naseri. Rais Idarah Syu’biyah Batola yaitu KH Husin Kaderi SAg SPdI.

Wakil Bupati Barito Kuala (Batola) H Rahmadian Noor menyampaikan keberadaan pengurusan Idaroh Syu’biyyah JATMAN ini diharapkan membawa kebaikan masyarakat serta sesuai syariat yang ajarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.

“Organisasi ini memiliki tujuan mengusahakan berlakunya syariat Islam lahir batin yang berhaluan Ahlu Sunnah Wal Jama’ah dan berpegang dari salah satu mazhab yang empat yakni Syafi’i, Maliki, Hanafi, dan Hambali,” ujarnya.

Yang paling penting lagi, lanjut wabup, kehadiran Pengurus JATMAN bisa memberikan keabsahan syariat Islam sesuai tuntutan Al-Quran dan Hadist.

“Saya berharap pengurus JATMAN dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam melaksanakan pembinaan guna mewujudkan kesejukan, kedamaian, dan kemaslahatan umat,” jelasnya.

Terkait pelantikan, Rahmadi atas nama pemkab dan pribadi mengucapkan selamat dan sukses serta bersyukur atas terbentuknya kepengurusan JATMAN di Kabupaten Batola. Melalui kepemimpian KH Husin Kaderi diyakini akan membawa dampak kebaikan.

“Insya Allah dengan kepemimpian beliau akan membawa kebaikan dan akan bisa menyebarkan syiar ke segenap masyarakat di Kabupaten Barito Kuala,” ungkapnya.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending