Mudir Wustha DKI Jakarta: Perkuat Harakah dan Dzikrullah

JAKARTA – Redaksi JOL (JATMAN On Line) mengunjungi Mudir Wustha JATMAN DKI Jakarta KH Muhammad Danial Nafis, Selasa (10/3). Dalam kesempatan tersebut Khodimu Zawiyah Wa Ma’had Arraudhah Ihsan Foundation ini menyampaikan pandangannya tentang dakwah tarekat di Jakarta.

Menurutnya strategi dakwah di Jakarta berbeda dengan kota kota lain seperti di Jawa Timur maupun Jawa Tengah yang mempunyai basic ke NU-an dan tradisi yang kuat. Segmen tradisional memang masih ada dan harus terus digarap. Segmen lain seperti profesional juga harus digarap.

“Kita perlu mengajak kalangan profesional yang berbasis di perkantoran menjadi ladang dakwah kita. Menggunakan bahasa-bahasa populer yang lebih bisa diterima oleh kalangan umum. Misalnya tazkiyatun nafs, penyucian jiwa, terapi jiwa,” ujar Kiai Nafis.

Disamping strategi dakwah harakah, yang paling penting adalah sosok mursyid, tokoh central ruhani. Contoh Abah Anom, memiliki daya magnetik yang luar biasa.

Foto: Alim.

Meskipun berada di ujung Tasikmalaya banyak orang dari berbagai negeri tertarik untuk mengunjunginya. Ini menjadi evaluasi apakah mursyid-mursyid, badal, muqaddam dari tarekat mu’tabarah yang ada di Jakarta saat ini sudah menjadi magnet (agen kebaikan, khalifatullah fil ardh yang hakiki).

Karena jika sudah hakiki, sudah mengalami sentuhan, masuk ke alam qurbah, mendapatkan tetesan benih tauhid maka dia akan bisa menyemai energi yang luar biasa. Memiliki pancara cahaya yang mampu menarik orang untuk datang dan memohon bimbingan menuju Allah Swt.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...