Mudir JATMAN DKI: Sudah Seharusnya Warga NU Berthariqah

0

Jakarta – Bertajuk “Doa Untuk Negeri”, Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah And Nahdliyyah (JATMAN) Idarah Wustha DKI Jakarta menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. KH. M. Danial Nafis, Mudir Idarah Wustha JATMAN DKI dalam sambutannya menegaskan bahwa, “Sudah seharusnya warga NU berthariqah”.

Acara yang didukung PWNU DKI ini bertempat di Gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta di Jalan Utama Kayu Raya no. 112, Ahad (30/12) atau bertepatan dengan 22 Rabiul Akhir 1440 H yang dimulai sejak pukul 05.30 WIB.

Acara diawali dengan pembacaan Qasidah Burdah oleh tim Hadrah Zawiyah Ar Raudhah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia dan disusul pembacaan Al Qur’an dan shalawat thariqiyah oleh ust. Zainal Abidin Masyhuri.

KH. M. Danial Nafis, Mudir Idarah Wustha JATMAN DKI dalam sambutannya menegaskan bahwa, “Sudah seharusnya warga NU berthariqah, jangan berhenti sampai yasinan tahlil saja, tiap kali yasinan tahlil pasti disebut nama Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Qs. ila hadhrati Syaikh Abdul Qadir Al Jailani. Tapi kita tidak kenal dan tidak mengetahui apalagi mengamalkan ajaran beliau.”

“Siapa Syaikh Abdul Qadir Al Jailani?” tanyanya pada jamaah, “yaitu Mursyid Thariqah,” pungkas Pengasuh Pesantren Tahfidzul Qur’an Ar Raudhah tersebut.

Menurut Khadim Zawiyah Ar Raudhah tersebut, Thariqah adalah bagian dari agama, maka dengan demikian warga NU sudah sepatutnya berthariqah. Beliau melanjutkan, “lebih khusus, untuk menyebarkan paham ahlussunnah wal jamaah. Saat ini, di gedung perkantoran banyak yang sudah tidak mengetahui sifat 20, ini PR untuk dakwah kita”.

KH. M. Yunus Abdul Hamid, dalam ceramahnya mengungkapkan bahwa para pendiri dan ulama-ulama NU terutama para sepuh mayoritas berthariqah. “Kebanyakan Thariqah mereka adalah Qadiriyah dan Naqsyabandiyah, maka dalam Yasinan Tahlil yang beredar di Indonesia bertawassul pada Syaikh Abdul Qadir Al Jailani.” Lanjutnya, menurut Muqaddam Thariqah Tijaniyah ini, setelah diteliti melalui literatur ada 43 Thariqah mu’tabarah yang masuk Indonesia yang bersambung sanadnya hingga nabi dan bisa diamalkan.

Sedangkan, Prof. Dr. Syarif Syaikh Muhammad Fadhil Al Jilani dalam ceramahnya menerangkan bahwa Qadiriyah menjadi sumber bagi banyak thariqah, diantaranya Tijaniyah, Rifaiyyah, Samaniyah dll, maka hendaknya para jamaah menapaki jalan Thariqah yang bersambung kepada Rasulullah Saw.

Beliau juga mendoakan keamanan bagi negara-negara berpenduduk muslim di seluruh dunia, khususnya Indonesia, agar selamat dari segala bencana.

Hadir KH. Sya’roni Hadi mewakili Syuriah PWNU, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Idarah Syu’biyah JATMAN se-Jakarta. Juga Barisan Ansor Serbaguna atau Banser Satkorwil Jakarta Timur dan jamaah yang hampir mencapai seribu orang.

Acara yang menutup jalan ini berjalan aman dan tertib, setelah sebelumnya berkoordinasi dengan TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP. (eep/sidqi/kholis)

Comments
Loading...