Mudir Aam Jelaskan Tarekat Pada Suluk MATAN IAIN Pekalongan

PEKALONGAN – Mudir Aam JATMAN, KH. Wahfiudin Sakam menjelaskan Materi Ketarekatan pada mahasiswa yang tengah mengikuti program kaderisasi Suluk MATAN (Sultan) yang diadakan oleh Mahasiswa Ahlith Thariqah Al MU’tabarah An Nahdliyah IAIN Pekalongan pada Sabtu sore (16/2).

Ditemui redaksi JATMAN Online (JOL), Kiai Wahfi mengaku diminta untuk menjadi narasumber Sultan untuk menjelaskan tentang ketarekatan. “Saya diminta untuk menjelaskan tentang tarekat,” ucap Wakil Talqin TQN PP Suryalaya Abah Anom.

Beliau menambahkan, bahwa mahasiswa yang mendaftar Online dalam Suluk bertema ‘Membangun Kader Nasionalis Berbasis Spiritualis Untuk Menangkal Paham Radikalisme Di Kalangan Mahasiswa’ awalnya berjumlah 140, namun yang hadir sekitar 100 mahasiswa yang ditargetkan.

Wakil Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat menerangkan posisi dan urgensi bertarekat dalam Islam. Beliau menjelaskan 3 rukun agama, yaitu Iman Islam, dan Ihsan. Tarekat sendiri merupakan implementasi dari ajaran Ihsan.

Acara yang dihelat di Gedung MWC NU Kajen (500 m selatan Kampus 3 Kajen IAIN Pekalongan), Pekalongan, Jawa Tengah berlangsung sejak Sabtu kemaren hingga Ahad (17/2). (eep)

Komentar
Loading...