Mudir Aam JATMAN: Pendidikan Investasi Harus Dimulai Sejak Dini

0

Jakarta – Dalam acara pembukaan Workshop Internet & Financial Literacy “Learn and Invest” yang berlangsung pada Sabtu (8/12) di Hotel Gren Alia Cikini. KH. Wahfiudin selaku Mudir Aam JATMAN memberikan sambutan di hadapan puluhan peserta workshop.

Kiai Wahfi panggilan akrabnya melihat bahwa selama ini orang mengalami pendidikan, memiliki keterampilan lalu bekerja, setelah bekerja memiliki keahlian dan pengalaman serta relasi lalu membuat usaha atau menjadi entrepreneur. Maka begitu memiliki keuntungan dari usahanya baru ia menjadi investor.

Padahal menurut Mudir Aam JATMAN pendidikan investasi harus diajarkan sejak awal. “Kemampuan berfikir investasi mestinya sudah ditanamkan sejak masih di lembaga pendidikan. Sehingga ketika lulus sekolah dia mulai berinvestasi. Sebab pada dasarnya hidup manusia ialah investasi,” ujar wakil talqin Abah Anom.

Berinvestasi bahkan bisa dilakukan ketika belum bekerja, misalnya dengan terus meluaskan wawasan, menimba pengalaman, menambah kapasitas diri dan mengembangkan relasi.

Beliau menambahkan dari sudut keagamaan, bahwa dalam Islam ada yang dikenal dengan istilah sedekah jariyah dan itu sesuatu yang revolving, bagaimana menjaga sustainability dan itu ada dalam investasi.

Beliau juga menyayangkan para dai dan ustadz banyak yang belum mengetahui strategi investasi hingga tools-nya. Maka dengan mengikuti Workshop Internet & Financial Literacy ini diharapkan para dai mendakwahkan kembali pengetahuan invesment kepada santri atau jamaahnya.

Dalam paparannya tersebut beliau sempat menyitir hasil riset Wahid Foundation, dimana masyarakat banyak mendapat pengetahuan keagamaan dari majelis taklim, “karena kita suka guyub maka majelis taklim tumbuh dimana-mana, bahkan menurut Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) pilihan Pilpres mayoritas ditentukan dari pengaruh majelis taklim,” ungkap wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat.

“Maka para dai dan ustadz yang biasa dakwah di majelis taklim sangat bisa mempengaruhi masyarakat untuk menjadi investor,” pungkas beliau. (eep)

Comments
Loading...