Portal Berita & Informasi JATMAN

Merinding! Pidato Habib Luthfi di depan Panglima TNI dan KAPOLRI

0 807

Semarang – Pada 5 Oktober 2018 lalu Habib Luthfi bin Yahya mengenakan gamis yang dibalut dengan jubah loreng ala TNI serta berikat kepala merah putih berpidato dalam rangka peringatan HUT ke-73 TNI . Dalam acara tersebut ribuan masyarakat memenuhi landasan pacu Lanumad Ahmad Yani, yang dihadapan mereka berejer Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono serta mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Turut serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, tokoh pemuka seluruh agama dan tokoh masyarakat.

Sementara itu dalam pidatonya yang bersemangat, Habib Luthfi bin Yahya yang merupakan salah satu inisiator acara bertema “Doa Bersama Persembahan Ibu Kandung (Rakyat) Kepada Anak Tercinta (TNI-POLRI)” mengatakan, “sejarah menuntun bahwa pendiri bangsa tidak terlepas dari tokoh agama dan tokoh masyarakat yang melahirkan patriot dan ksatria khusunya TNI – POLRI yang tidak terlepas menjadi bagian dari darah daging rakyat dan bangsa indonesia.”

Habib Luthfi selaku Rais Am Jatman mengingatkan bahwa generasi selalu terkait dengan apa yang dihadapi di masa lalu, oleh sebab itu yang dibanggakan dan diharapkan ialah regenerasi yang semakin tumbuh. Generasi kita telah mengalami cobaan dan pendewasaan terutama di zaman Portugis dan zaman penjajahan kolonial Belanda. Putra putri bangkit melahirkan tokoh-tokoh yang luar biasa sampai di era Pangeran Diponegoro, Sentot Prawirodirdjo, Sisingamangaraja dan masih banyak lagi tokoh dari barat hingga ke timur, yang mereka semua telah meneteskan darahnya hingga kita meraih kehormatan tahun 1945 dengan tegaknya sangsaka merah putih.

Beliau melanjutkan bahwa, “walaupun bendera kita tak menunjukkan satu huruf pun, tapi kalau kita ingat kepada merah putih yang kita pakai di kepala masing-masing, hal ini menunjukkan harga diri, jati diri serta kehormatan bangsa yang harus kita jaga,” tegas beliau disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.

Habib menjelaskan alasan tasyakuran HUT TNI dengan mengatakan bahwa wajar dan selayaknya karena bangsa Indonesia yang melahirkan TNI POLRI, maka beliau mengulang tahuni dan memanggil ayahnya yaitu ulama dan tokoh agama. “Wajar kalau anak mengundang bapaknya,” lalu beliau sambung dengan pertanyaan, “tapi kapan ayah dan ibunya mengulang tahuni putra-putrinya (TNI – POLRI)?” Rasa yang demikian tanggung jawab hadir dari tokoh tokoh yang cinta pada putra putrinya.

Foto dari Republika Online

Beliau berharap peringatan HUT TNI semacam ini bukan hanya terjadi di Jawa Tengah tapi Jawa Timur, Jawa Barat bahkan seluruh Indonesia. “Bilamana tokoh ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat berani mengulangtahuni putra putrinya, saya yakin NKRI semakin kokoh semakin kuat” tegas beliau.

“Wahai putra putriku yang kubanggakan di pundak kalian semakin berat untu menangung tanggung jawab ke depan, NKRI maju mundurnya ada di pundak kalian, kami selaku orang tua bangsa Indonesia sangat menyadari tugas tersebut, tapi yakin jangan kuatir bahwa bapak kalian, kami orang tua kalian bangsa indonesia selalu di belakang kalian.”

“Barang siapa melukai kalian adalah melukai bapaknya,” beliau menyimpulkan. “Wahai putra putriku majulah ke depan, perkokohlah pertahanan nasional dan stabilitas nasional!”

“Untuk apa? Sebagai tanda terima kasih kami kepada pendiri bangsa yang telah menegakkan kembali merah putih dan mempersatukan menjadi NKRI yang tidak mudah dan penuh tantangan dan sebagainya,” beliau menjelaskan.

Sekali lagi dengan tegas beliau bertanya “berani kita berdiri di belakang TNI POLRI?”

“Berani!” jawab hadirin sontak.

Di akhir pidatonya beliau mengajak hadirin yang hadir untuk berikrar, “Dengan nama Tuhan yang Maha Esa, Kami berjanji selaku bangsa Indonesia akan mempertahankan NKRI, dan berkibarnya sangsaka merah putih. Barang siapa berani menyentuh, menyakiti putra putri kami diantaranya TNI POLRI akan berhadapan dengan kami, terima kasih,” demikian Maulana menutup pidatonya. (Eep)

 

Comments
Loading...