Connect with us

Berita

Menjawab Tantangan Zaman, MATAN UNU Cirebon Adakan Kajian Mingguan

Published

on

MATAN UNU Cirebon

Cirebon, JATMAN.OR.ID – Pengurus Komisariat Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (MATAN) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon mengadakan kajian rutin mingguan dengan tema “Peran MATAN dalam Menjawab Tantangan Zaman” pada Ahad (05/12) Siang.

Kang M. Habiburrohman menyampaikan, seluruh kader MATAN seharusnya mampu menjadi solusi bahkan contoh dikalangan pemuda, khususnya mahasiswa.

“Menjadi kader MATAN harus aktif, inovatif serta kreatif dalam menyikapi permasalahan yang ada, khususnya dalam menyikapi tantangan ummat dan zaman. Dan semua itu harus tetap untuk hal yang positif,” kata kang Habiburrohman di Sekretariat MATAN Cirebon.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai tarekat dengan sederhana dan dengan hikmah, tanpa meninggalkan adab dan ilmu. Tarekat juga menjadi solusi menangkal paham radikalisme.

“Menumbuhkan dan terus memperkuat jiwa spiritual, agar tidak mudah terpengaruh oleh faham-faham radikalisme yang mana sangat rentan masuk pada kalangan mahasiswa,” tambahnya.

Menjadi Mahasiswa Ahlith Thoriqoh bukan berarti harus kaku dalam bersikap, justru manusia itu dalam keseharian dan dalam setiap langkahnya itu sudah ada unsur tarekat. Sebab itulah Nabi setiap yang dilakukan selalu diawali dan diiringi dengan do’a. Dan itu dinamankan thoriqoh.

“Kita sebagai kader MATAN, bisa dikatakan menjadi orang-orang pilihan yang telah mau dan mampu menerima nilai-nilai Thoriqoh. Yang mana dalam MATAN, kita tidak hanya sebagai wadah untuk belajar dan berproses. Tapi juga menyambungkan ikatan pada sang guru (Mursyid) yaitu Abah Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Hasyim Bin Yahya,” ujarnya.

Diakhir ia menegaskan kepada para kader MATAN khususnya MATAN UNU Cirebon untuk senantiasa memberikan kontribusi untuk MATAN.

“Dan itu sebuah prestasi besar yang jangan sampai luntur apalagi hilang. Teruslah sambung ikatan kita pada beliau melalui MATAN. Tumbuhkan dalam hati kita bahwa kita yang membutuhkan MATAN, bukan MATAN yang membutuhkan kita,” ungkapnya. [M. Hamdi Amrullah]

Berita

Idaroh Wustho Jambi Masa Khidmah 2021-2026 Resmi Terbentuk

Published

on

Jambi

Muara Bulian, Jatman.or.id: Sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga (ART) Jam’iyyah Ahlit Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (JATMAN) pasal 29 bahwa Idaroh (kepengurusan-red) Wustho dipilih dalam Musyawarah Idaroh Wustho, maka Nahdliyyin pengamal ajaran thoriqoh di provinsi Jambi menyelenggarakan Musyawarah Idaroh Wustho pada Minggu (25/07), di Pondok Pesantren Al-Muhajirin yang berlokasi di desa Simpang Terusan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Jambi.

Mengingat belum redanya wabah Covid-19 yang melanda Indonesia panitia pelaksana musyawarah Idaroh Wustho tersebut menerapkan protokol kesehatan yang ketat. ” kami menerapkan prokes sesuai anjuran pemerintah” terang Gus Fathullah, SH. MH. selaku ketua panitia. hal itu terlihat dari adanya pembatasan jumlah peserta dan penempatannya yang sangat menjaga jarak.

Musyawarah Idaroh Wustho dengan agenda tunggal pemilihaan Idaroh Wustho Jambi masa Khidmah 2021-2026 dimulai pada pukul 13.30 WIB, dihadiri oleh utusan dari Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo, Kabupaten Muaro Bungo, Kabulaten Merangin, Kota Madya Jambi dan Kabupaten Batang Hari selaku tuan rumah.

Acara diawali dengan pembacaan Ummul Kitab yang dipimpin oleh KH. Imam Muhtar pengasuh pondok pesantren Al-Quran As-Salafiyah, Talang Belido, Muaro Jambi. dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua panitia pelaksana. Gus Fathullah, SH, MH dalam sambutannya mengatakan bahwa salah satu yang memotivasinya dalam menyelenggarakan Musyawarah Idaroh Wustho adalah agar para Nahdliyyin pengamal thoriqoh yang ada di propinsi Jambi memiliki forum untuk menjalin ukhuwah. ” Dengan terbentuknya Idaroh Wustho Jambi nanti saya pribadi berharap dan ini tentu harapan kita semua, agar sesama pengamal ajaran thoriqoh memiliki wadah untuk menjalin ukhuwah sehingga ketika ada permasalahan bisa kita cari solusinya bersama” terang tokoh muda NU Batang Hari yang menjadi pengasuh pondok pesantren Al-Muhajirin tersebut.

Agenda dilanjutkan dengan pemilihan struktur Idaroh Wustho menggunakan metode Ahlul Halli Wal Aqdi(AHWA) yang dipimpin oleh KH. Imam Muhtar. setelah melakukan musyawarah tim 9 AHWA terbentuk lah Idaroh Wustho Jambi masa Khidmah 2021-2026 sebagai berikut:

Majelis Ifta’:

KH. Ahmad Muzakki

KH. Muhammad Royani Jamil

KH. Zaini

KH. Munib Baidhowi


Rois : KH Muhtar Jauhari

Wakil Rois : Drs. H. Abdullah Sani, M.PdI

Mudir : KH. Abdul Latif, MAg

Wakil Mudir : Fathullah, SH. MH.

Katib : Abdullah Umar Lc.

Sekertaris : Irwan.

“Susunan Idaroh Wustho Jambi tersebut akan disempurnakan sebelum dilaporkan ke Idaroh Aliyah. Alhamdulillah Idaroh Wustho Jambi telah terbentuk, secepatnya akan kita sempurnakan, baru nanti lapor ke pusat,” terang Gus Fath. [Syu’aib]

Continue Reading

Berita

Menuju Sinergi yang Berenergi dan Kebersamaan yang Berbarokah

Published

on

Sidrap

Sidrap, JATMAN ONLINE: Pengurus Cabang (PC) MATAN Sidrap mengadakan kunjungan silaturrahmi kepada Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Sidrap, Kamis, 22 Juli 2021.

Dalam kunjungan kali ini diikuti oleh Ust. Hudri Mattaliu, SH. (Ketua PC MATAN Sidrap) dan Muhammad Rusmin Al-Fajr (Pembina PC MATAN Sidrap) bersama kader MATAN dan jama’ah Majelis Futuhiyyah Haqqani. Kunjungan silaturrahmi ini diterima langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Sidrap, Gurutta Muhammad Yusuf Marjoni, S. Sos.I. di kediaman beliau di Desa Anrelli, Kec. Kulo.

Menurut Muhammad Rusmin, kunjungan silaturahmi ini selain bertujuan untuk semakin menguatkan ukhuwah islamiyah, juga diharapkan kunjungan silaturrahmi dapat menciptakan sinergi dan kebersamaan antara Tanfidziyah PCNU Sidrap dengan Pengurus MATAN secara khusus dan Ahlith Thariqah secara umum. Dengan sinergi akan menciptakan energi, dan dengan kebersamaan akan mendatangkan keberkahan.

Momentum silaturrahmi ini juga dimanfaatkan untuk mengadakan Majelis Dzikir dan Shalawat. Harapannya, semoga dengan lantunan dzikir dan shalawat tersebut dapat mengundang turunnya rahmat dari Allah, berkah dari Rasulullah SAW serta madad dari para Auliya wal mursyidin.[MRF]

Continue Reading

Berita

Menguatkan Dakwah NU dan Tarekat Mu’tabarah

Published

on

Menguatkan Dakwah NU

Makassar, JATMAN ONLINE: Silaturahim terbatas pasca Idul Adha digelar Habib Puang Makka (Rais Awal Idarah Aliyah JATMAN) di Istana Umat Jam’iyah Khalwatiyah Syeikh Yusuf al-Makassari, jalan Baji Bicara Makassar, Sabtu, 24 Juli 2021, Pukul 09. 00 Wita.

Dalam kesempatan ini Hadir Habib Muhammad Rijas As-Segaf Puang Awing (Mursyid Tarekat Khalwatiyah dan al-Muhammadiyah), Syeikh Dr. K. H. Baharuddin Abduh Al-Shafah, MA. (khadim Tarekat al-Muhammadiyah Indonesia), Syeikh Drs. K. H. Sahib Sultan Karaeng Nompo (mursyid tarekat Khalwatiyah Yusufiyah), Prof. Dr. H. Abdul Kadir Ahmad, M.S. APU (mudir Idarah Wustha JATMAN Sulawesi Selatan), Pengurus JATMAN SULSEL, Dr. K. M. Mahmud Suyuti, M. Ag. (Ketua PW. MATAN SULSEL), Dr. H. Kaswad Sartono, M. Ag. (Ketua Tanfiziyah NU Kota Makassar) bersama sekertaris dan jamaah tarekat Khalwatiyah Syeikh Yusuf.

Berkumpulnya para masyaikh tarekat, pengurus PC. NU Makassar dan warga Nahdliyin menjadi simbol kuatnya hubungan lahir dan batin dalam membangun sinergitas dakwah Ahlu Sunnah wal Jamaah dan menguatkan NKRI disetiap lapisan masyarakat SULSEL.

Menguatkan Dakwah NU

“Dahulukan urusan jam’iyah (NU) dari pada duniamu, kalau kamu urus jam’iyah, dunia ikut, jangan dibalik…, Insya Allah kamu tidak jalan sendiri. Ini pula yang telah sampaikan Hadaratus Syeikh K. H. Hasyim Asy’ari dan juga abah saya Sayyid Jamaluddin As-Segaf Puang Ramma (Muassis NU SULSEL),” Tutur Habib Puang Makka.

Membangun sinergitas dakwah ASWAJA di era sekarang ini sangat perlu digaungkan terus menerus di masyarakat, sebagai bekal ber-aqidah, beribadah maupun bermuamalah dengan mengharap kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Bagi warga Nahdliyin yang berkecimpung didunia tarekat mu’tabarah, seluruh bentuk aktivitas ibadah dikuatkan dan dipoles dengan senantiasa ber-ihsan melalui bimbingan mursyid, yang mengantarkan kepada ridha Allah SWT dan Rasul-Nya.

Acara dilaksanakan dengan penuh khidmat dan tetap menjaga protokoler kesehatan. [Hardianto]

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending