Meningkatkan Imunitas Tubuh dari Dapur Anda

Virus Corona sampai sekarang belum ditemukan obat spesifiknya. Oleh sebab itu, mencegah tertular lebih baik ketimbang mengobatinya. Imunitas tubuh yang baik merupakan salah satu kunci untuk menangkal virus yang ganas itu.

Nah, banyak cara untuk meningkatkan imunitas tubuh, selain dengan mengonsumsi vitamin, berjemur di pagi hari, hingga mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.

Dan ternyata, sumber-sumber bahan makanan atau minuman itu tanpa disadari kerap tersimpan di dapur Anda.

Sebagaimana dikutip thedailycrisp.com, barang-barang dapur ini masing-masing memiliki sifat antivirus, antibakteri serta mampu meningkatkan imunitas tubuh.

Tentu saja bermanfaat untuk menangkal berbagai macam virus, termasuk Corona. Namun, tentu saja bukan sebagai obat yang dapat menyembuhkan sakit akibat Corona. Apa saja?

1. Jahe

Tanaman rimpang yang lazim digunakan untuk bumbu ini dapat ditemukan hampir di setiap dapur orang Indonesia.

Foto: Joris Neyt.

Jahe segar sarat dengan senyawa bio-aktif dan nutrisi yang membuatnya kaya akan manfaat untuk tubuh.

Zat bio-aktif membantu menurunkan infeksi dan risiko turunannya, senyawa ini juga menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri.

2. Kunyit

Kunyit juga mudah ditemukan di dapur-dapur masyarakat Indonesia. Kunyit terbukti menjadi salah satu bahan penambah imunitas terbaik, bahkan mereka yang memiliki penyakit autoimun pun dapat dengan aman mengonsumsinya.

Foto: Marta Branco.

Warna kuning atau oranye terang dari kunyit disebabkan senyawa di dalamnya yang disebut Curcuma Longa yang bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Banyak cara mengonsumsi kunyit. Mulai dari mencampurkan perasan kunyit dengan satu sendok teh madu atau sejumput lada hitam, lalu meminumnya pada pagi hari.

3. Bawang Putih

Bawang putih mengandung senyawa yang dikenal sebagai Allicin, yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, mencegah penggumpalan darah dan memiliki sifat anti-kanker serta anti-mikroba.

Foto: Nick Collins.

Selain itu, bawang putih juga rendah kalori namun tinggi nutrisi, mengandung mangan, vitamin B6, vitamin C, selenium dan serat. Kandungan tersebut merupakan sistem penguat kekebalan tubuh alami yang mampu membantu melawan infeksi.

4. Minyak Habbatussauda (Jinten Hitam)

Minyak Habbatussauda atau jinten hitam sudah digunakan untuk pengobatan lebih dari 5000 tahun silam.

Foto: Retha Ferguson.

Ada sekitar 200 penelitian medis yang menunjukkan bahwa minyak Habbatussauda sangat fleksibel, sehingga memiliki sifat antivirus dan antibakteri yang kuat, juga dapat mengatur sistem kekebalan tubuh, menurunkan kadar gula dalam darah, serta menjadi anti kanker. Minyak ini diklaim mampu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

Untuk meningkatkan fungsi antibodi, minyak ini bisa dikonsumsi 1-2 sendok teh tiap pagi, bisa dicampur dengan madu.

5. Minyak Kelapa

Minyak kelapa telah digunakan untuk kebutuhan medis selama ribuan tahun karena sifatnya yang sangat antibakteri dan antivirus, juga karena kekuatannya untuk mencegah dan meringankan berbagai penyakit.

Foto: Dana Tentis.

Minyak kelapa mengandung senyawa bernama chin triglycerides yang merupakan antivirus, antijamur, dan antibakteri yang kuat.

Sebagaimana diketahui, bakteri dan virus dilapisi lipid yang membungkus DNA mereka. Mengonsumsi minyak kelapa bisa merusak membran lipid dan membunuh patogen tanpa merusak bakteri usus yang berfungsi meningkatkan kesehatan.

Kelapa juga mengandung senyawa bernama Lauric Acid dan Monolaurin yang merupakan bahan utama yang berkhasiat sebagai antivirus yang luar biasa.

6. Minyak Zaitun

Ada banyak manfaat minyak zaitun yang sangat kaya antioksidan, yaitu untuk melawan radikal bebas, menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan kesehatan jantung dan kardiovaskular, serta meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Foto: Pixabay.

Senyawa seperti lemak tak jenuh tunggal banyak terdapat dalam minyak zaitun (75%). Senyawa tersebut berfungsi melindungi otak, menghambat penurunan kognitif serta meningkatkan daya ingat.

Minyak zaitun biasa dicampurkan dalam makanan seperti salad, atau bisa juga dikonsumsi dengan mencampurkan satu sendok teh minyak zaitun, perasan lemon atau jeruk nipis ke dalam air hangat. Meminumnya di pagi hari dapat membantu meningkatkan imunitas.

Nabi Saw dalam sejumlah riwayat juga menggunakan bahan-bahan yang lazim ada di dapur tersebut untuk pengobatan atau yang dikenal dengan thibbun nabawi.

Istilah thibbun nabawi sebenarnya belum dikenal pada masa Nabi. Istilah tersebut muncul sekitar abad ke-13 yang dipopulerkan oleh Ibnu al-Qayyim dalam kitabnya “Zaadul Ma’ad”.

Beberapa jenis bahan obat-obatan yang pernah dianjurkan Nabi Saw di antaranya habatussauda, madu, minyak zaitun, kurma, air zam-zam dan bawang putih.

Nah, sekarang coba cek adakah bahan-bahan di atas tersimpan di dapur Anda? Jika, ada mulailah mengonsumsinya guna meningkatkan imunitas tubuh agar terhindar dari berbagai ragam virus dan bakteri.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...