Mengenal Lebih Dekat NU: Legalitas, Tujuan dan Sikap Kemasyarakatan (Bag. 1)

0

Legalitas

Nahdlatul Ulama (NU) didirikan di Surabaya pada tanggal 31 Januari 1926 bertepatan dengan tanggal 16 Rajab 1344 H, dan resmi berbadan hukum pertama kali pada tanggal 6 Februari 1930 sebagaimana tercatat dalam Bescluit Rechtsperson No. IX tahun 1930, yang kemudian diperbarui pada tahun 1989 berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman RI No. C2-7028.HT.01.05.TH.89.

Tujuan Organisasi

Menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah wal Jama’ah dan menganut salah satu dari mazhab 4 di tengah-tengah kehidupan masyarakat, di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Usaha Organisasi;

  1. Di bidang agama, melaksanakan dakwah Islamiyah dan meningkatkan rasa persaudaraan yang berpijak pada semangat persatuan dalam perbedaan.
  2. Di bidang pendidikan, menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, untuk membentuk muslim yang bertakwa, berbudi luhur, berpengetahuan luas.
  3. Di bidang sosial-budaya, mengusahakan kesejahteraan rakyat serta kebudayaan yang sesuai dengan nilai ke-Islaman dan kemanusiaan.
  4. Di bidang ekonomi, mengusahakan pemerataan kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan, dengan mengutamakan berkembangnya ekonomi rakyat.
  5. Mengembangkan usaha lain yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sikap Kemasyarakatan

  1. Tawassuth, yaitu sikap moderat yang berpijak pada prinsip keadilan serta berusaha menghindari segala bentuk pendekatan yang bersifat tatharruf (ekstrim).
  2. Tasamuh, yaitu sikap toleran yang berintikan penghargaan terhadap perbedaan pandangan dan kemajemukan identitas budaya masyarakat.
  3. Tawazun, yaitu sikap seimbang dalam berkhidmat demi terciptanya keserasian hubungan antara sesama umat manusia dan antara manusia dengan Allah SWT.

Sumber: Buku Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Center Board Of Nahdlatul Ulama)

Comments
Loading...