Mengenal JATMAN: Kontribusi JATMAN (Bagian 3/3)

Dalam sebuah wawancara di Warta Thariqah, Sekretaris Jenderal JATMAN Idarah Aliyah, Dr. KH. Mashudi menjawab pertanyaan seputar JATMAN.

Bagaimana kontribusi JATMAN kepada bangsa dan negara?

Warga tarekat di Nusantara bukan hanya pandai mengukur tasbih atau dengan kata lain hanya berdzikir. Tetapi para pengamal tarekat bisa mengimplementasikan nilai-nilai luhur dalam tarekatnya untuk berpartisipasi bagi kemajuan bangsa dan negara.

Karena bangunan dalam dunia tarekat bukan hanya jasmani maupun rohani, maka para pengamal tarekat membangun bangsa bertumpu pada kebersihan dan kesucian jiwa. Sebagaimana dalam Al Qur’an

قَدۡ أَفۡلَحَ مَن زَكَّىٰهَا

“Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu),” (QS. Asy-Syams, Ayat 9).

وَقَدۡ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا

“dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams, Ayat 10).

Sehingga, kata kiai Mashudi, selain memberikan kontribusi positif untuk negeri ini juga siap bekerjasama dan bersinergi dengan komunitas dan komponen bangsa lainnya untuk membangun kejayaan bangsa.

Di akhir wawancara tersebut Kiai Mashudi berpesan kepada seluruh pengamal tarekat yang tergabung dalam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN). Serta yang ada di dalamnya seperti Muslimat Wathanah dan Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (MATAN).

“Pertama, mari kita memasyarakatkan thariqah dan menthariqahkan masyarakat. Karena dengan berthariqah kita akan menjadi insan yang mulia, insan yang selamat dunia akhirat,” ucapnya

Kedua, para Mursyid, muqaddam maupun badal dan khalifah bisa dibilang sudah mendapatkan pencerahan dan petunjuk (huda) dari Allah Swt. Karena tidak semua orang mendapatkannya.

“Marilah kita sebagai warga thariqah mengutamakan adab sopan santun dalam setiap perilaku dan menghormati para Mursyid kita, muqaddam, badal dan khalifah,” imbuhnya.

Dengan menghormati mereka, kita akan mendapatkan kucuran berkah dan hikmah. Sebagaimana hadis yang dikutip oleh Imam Ghazali dalam Al Ihya’.

اِنَّ الْحِكْمَةَ تَزِيْدُ الشَّرِيْفَ شَرَفًا وَ تَرْفَعُ الْمَمْلُوْكَ حَتَّى يُدْرِكَ مَدَارِكَ الْمُلُوْكِ

“Hikmah itu menambahkan kemuliaan bagi orang yang mulia, dan meninggikan seorang budak sampai ke tingkat raja?

Oleh karena itu mari kita menghormati dan berkhidmah kepada para guru Mursyid, muqaddam, badal, khalifah. Sehingga mendapatkan keberkahan. Bahkan mudah-mudahan saat sakaratul maut kita bisa dituntun oleh Mursyid kita bisa mengucapkan Laa Ilaha illa Allah. Kalimat yang mendatangkan keselamatan dan kebahagiaan di dunia maupun akhirat (sa’adatuddarain).

Baca Lainnya
Komentar
Loading...