Menarik! Pangeran Diponegoro Mursyid Syattariyah Mengambil Tarekat dari Neneknya

0

JAKARTA – “Pangeran Diponegoro adalah seorang Mursyid sebuah tarekat yang namanya tarekat Syattariyah. Ini bisa kita lihat di penelitiannya Pak Tomny Christomy, Pak Oman Fathurrahman atau peneliti-peneliti tarekat di Nusantara lainnya,” ucap Ahmad Ginanjar Sya’ban, Direktur Islam Nusantara Center saat memberikan sambutan testimoni dalam acara Launching Buku Jejaring Ulama Diponegoro; Kolaborasi Santri dan Ksatria Membangun Islam Kebangsaan Awal Abad ke -19, Kamis (25/7).

Dalam uraian singkatnya Ketua Pusat Kajian Islam Nusantara Pascasarjana UNUSIA Jakarta mengatakan bahwa Pangeran Diponegoro mengambil tarekat Syattariyah justru dari nenek beliau.

“Ini yang menarik. Ada sedikit Mursyid tarekat perempuan. Salah satunya adalah Ratu Ageng Kadipaten Ngayogyakarta, nenek Pangeran Diponegoro yang mentalqin tarekat Syattariyah,” imbuhnya.

Selain itu, Ratu Ageng atau neneknya Pangeran Diponegoro belajar tarekat Syattariyah dari jalur priyangan atau Jawa barat. Yang sebelumnya belajar dari Syaikh Abdurrahman Kartasura yang merupakan murid dari Syaikh Faqih Ibrahim Al Muhyi alias putra dari Syaikh Abdul Muhyi Pamijahan Tasikmalaya.

Kita jadikan Pangeran Diponegori sebagai cermin sebagai seorang muslim dan Nusantara. Beliau adalah perpaduan seorang kiyai, ulama, ksatria, bangsawan, sastrawan dan budayawan dan itu bisa ditemukan hanya pada Nahdlatul ulama. Karena secara sanad atau geneologis leluhur NU tersambung dengan Pangeran Diponegoro.

Acara yang diadakan di Perpustakaan Nasional Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat juga dihadiri Ibu Miranda Diponegoro.

“Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Gus Zainul Milal Bizawie,” ucap keturunan kelima Pangeran Diponegoro tersebut.

Selain itu hadir untuk memberikan sambutan testimoni diantaranya, perwakilan Gubernur DKI Jakarta, Wawan Purwanto dari Badan Intelijen Negara (BIN), KH. Miftah Faqih dari PBNU, Dr. Ngatawi Al Zastrouw seorang Budayawan, Prof. Dr. M. Ikhsan Tanggok, M.Si dari UIN Syarif Hidayatullah, Dr. Ahmad Suaedy, Dekan Fakultas UNUSIA, Saiful Umam, Ph.D Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarf Hidayatullah, Dr. Ahmad Rumadi Ketua Lakpesdam NU serta dari penulis sendiri Zainul Milal Bizawie. (eep)

Comments
Loading...