Portal Berita & Informasi JATMAN

Menag Ajak Guru Responsif Terhadap Perubahan Global

0 28

Surabaya – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan kata sambutan pada Malam Puncak Anugerah Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah yang bertepatan dengan Hari Guru Nasional (HGN) ke-73 di Dyandra Covention Hall, Surabaya, Ahad (25/11) malam.

Menurut Menag, ada dua tantangan guru dan tenaga kependidikan. Pertama globalisasi, hal ini tentu saja membawa pengaruh positif. Namun, globalisasi juga membawa paham-paham yang tidak saja bertolak belakang dengan nilai-nilai ke-Indonesia-an, tetapi juga nilai agama yang dianut masyarakat Indonesia. Pengaruh dari luar yang semakin mudah masuk mengundang masuknya liberalisasi, sekularisasi, dan trans-nasionalisme yang negatif ke ruang privat keluarga. “Bila tidak diwaspadai, itu semua akan merusak tatanan kehidupan dan nilai-nilai yang kita anut,” ujar Menag.

Menag melanjutkan, tantangan kedua adalah disrupsi teknologi, ditandai dengan munculnya berbagai inovasi perangkat yang berbasis artificial intelligence (kecerdasan buatan). Saat ini, anak didik tidak bisa dilepaskan dari perangkat digital virtual atau gadgetnya. Meski era ini bisa positif, tetapi hal itu juga dapat menyebabkan dehumanisasi atau ketercerabutan sisi kemanusiaan dari diri bangsa. Beliau mencontohkan “kita sering mengalami, berkumpul dengan keluarga tetapi tidak saling bicara. Itu bukti bahwa dehumanisasi sudah mempengaruhi kehidupan kita,” tutur putra KH. Saifuddin Zuhri tersebut.

“Saya ingin menegaskan kepada para pendidik kita, agar menyadari tantangan globalisasi dan disrupsi teknologi serta menyikapinya dengan benar dengan menjaga jatidiri kebangsaan dan keislaman,” pungkasnya.

Turut hadir, ribuan guru madrasah, Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin Amin, para Rektor PTKIN (Perguruan Tinggi Keislaman Negeri), Kakanwil (Kepala Kantor Wilayah) Kemenag se Indonesia serta jajaran direktur di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. (Eep)

Comments
Loading...