Memuliakan Orang Tua

Memuliakan orang tua adalah pekerjaan, perbuatan dan sikap yang amat terpuji bukan hanya dalam Islam tentunya, tapi juga untuk semua umat beragama.

Bangsa Indonesia, budayanya pun juga sangat memuliakan orang tua. Dalam Al Quran dengan tegas disebutkan “wa bil walidaini ihsana” dan terhadap kedua orang tuanya hendaklah berbuat baik.

Menarik ya, untuk kita kaji dalam ilmu Balaghah. Sebetulnya, kenapa Tuhan tidak menggunakan “wa lil walidaini ihsana” tapi malah menggunakan “wa bil walidaini ihsana.”

Berbuat baik kepada fakir miskin, yatim piatu, kemudian kerabat, Allah menggunakan huruf lam “wa lidzil qurba wal yatama wal masakin” berbuat baik kepada anak yatim piatu, fakir miskin, dan anak sebagainya itu menggunakan huruf lam. Tapi kalau berbuat baik kepada kedua orang tua, Allah menggunakan huruf ‘ba’ “wabil walidaini ihsana”.

Apa perbedaan huruf lam dan huruf ba, ini sangat penting. Kalau berbuat baik kepada fakir miskin, tetangga, boleh melalui perantaraan. “Pembantu, tolong antarkan makanan ini, terlanjur tercium tetangga pada hari itu juga sangat disenangi mereka”, “Pak supir, tolong antarkan ke panti asuhan sedekah saya untuk mereka”, boleh melalui perantaraan.

Tapi kalau orang tua, misalnya orang tua kita sakit di kampung, jangan kirim obat, jangan kirim uang, jangan kirim dokter, “wa bil walidaini ihsana” (secara langsung datangi) itu kedekatan kita yang harus langsung berbuat baik kepada kedua orang tua, berbuat baik kepada kedua orang tua itu adalah betul-betul, sangat-sangat istimewa, di situ tidak ada titik tidak ada koma, langsung “wa bil walidaini ihsana”.

Allah menetapkan untuk tidak menyembah selain Allah dan kepada kedua orang tuanya hendaklah berbuat baik. Seandainya ada yang bisa disembah selain Tuhan, maka kedua orang tua itu, dan tidak boleh kita musyrik tentunya. Dengan demikian kita perlu memuliakan dan menghormati kedua orang tua. Mari kita mengenang jasa besar orang tua kita. Mari kita berbuat baik kepada orang tua.

Berbuat baik kepada orang tua bukan hanya pada waktu hidupnya, tapi juga setelah wafatnya, dengan cara apa? mengirimkan doa. Jadi kematian bukan penghalang untuk berbakti kepada kedua orang tua, kita tetap bisa berbakti kepada orang tua dengan cara mengirimkan doa, mungkin juga menginfakkan, mewakafkan harta yang kita miliki, niatkan untuk kedua orang tua kita. Maka, insyaAllah pahalanya akan sampai kepada yang bersangkutan. Mari kita lakukan itu.

Oleh: Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA

Komentar
Loading...