Memaafkan Itu Lebih Baik

0

CIREBON – Memaafkan adalah salah satu sifat dan akhlaq utama yang diajarkan Islam. Meski membalas secara setimpal dibolehkan, tetapi memaafkan itu lebih baik. Nabi Muhammad SAW adalah manusia pemaaf dalam segala keadaan.

Dalam sebuah hadits disebutkan;
Uqbah bin Amir mengatakan, aku bertemu Nabi. Beliau mengatakan kepadaku, “Uqbah, jalinlah kembali hubungan dengan orang yang pernah memutuskan hubungan persahabatan, berilah orang yang pernah menolak memberimu dan maafkanlah orang yang pernah menyakitimu.” Nabi tidak hanya bicara, tetapi juga mempraktikkan dalam kehidupan.

Dalam peristiwa ‘Fathu Makkah’ (pembebasan Makah) saat Nabi mampu mengalahkan musuh dan lawan politiknya dan berada dalam posisi puncak kekuasaannya beliau justru memaafkan mereka.

Husain Haekal, dalam bukunya yang sangat popular ‘Hayat Muhammad’ (Sejarah Hidup Muhammad), mencatat dan mengatakan, “Lihatlah betapa indahnya pengampunan itu ketika ia mampu (mengalahkan). Alangkah besarnya jiwa itu, jiwa yang telah melampaui segala kebesaran, melampaui segala rasa dengki dan dendam di hati. Jiwa yang telah menjauhi segala perasaan duniawi, jiwa yang telah mencapai segala yang di atas kemampuan insan.”

Al-Qur’an juga mengatakan dalam surat Asy Syura ayat 40, “Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.”

Oleh: KH. Husein Muhammad

Comments
Loading...