Melalui Qalbu Manusia Berhubungan Dengan Tuhannya

0

JAKARTA – Selasa (14/5) Mudir Aam JATMAN KH Wahfiudin Sakam menghadiri acara buka puasa bersama LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) Nasional. Acara bertemakan ‘Ramadhan dan Perbaikan Diri’ dihadiri karyawan LPJK Nasional, perwakilan LPJK provinsi, asosiasi perusahaan serta asosiasi profesi.

Acara yang diadakan di Auditorium Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Jl. Pattimura, Jakarta Selatan ini dipadukan dengan program Corporate Social Responsibility perusahaan.

“LPJK Nasional berbagi untuk 30 anak yatim binaan Masjid Nurull Hidayah melalui program CSR. Semoga bermafaat bagi anak-anak penerima manfaat,” ujar Ketua LPJK Nasional, Ruslan Rivai.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi PUPR, Syarif Burhanuddin dalam sambutannya berharap kekompakan dan koordinasi antara LPJK dengan Kementerian PUPR harus tetap dijaga.

“Saya berharap kinerja LPJK terus dipertahankan selama Ramadhan ini. Tetap fokus memberikan pelayanan bagi masyarakat jasa konstruksi,” tegas Syarif.

KH. Wahfiudin Sakam dalam kajian jelang buka puasa membahas materi tentang qalbu. “Bicara tentang perbaikan diri tidak bisa lepas dari qalbu. “qalbu secara fisik adalah jantung. Sedangkan qalbu secara ruhani adalah hati nurani,” ungkap Wakil Talqin Abah Anom.

Qalbu secara fisik diterangkan dalam sebuah hadis riwayat Bukhari. “Sesungguhnya di dalam tubuh ada sebongkah daging. Jika ia sehat, sehatlah jasad seluruhnya. Jika ia rusak, rusaklah jasad seluruhnya. Bongkahan daging itu adalah qalbu.”

“Tidak sedikit para ustadz yang menganggap qalbu yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah hati. Hati dalam bahasa arab Kibd,” sambungnya.

Sedangkan qalbu secara ruhani diterangkan dalam hadis riwayat Ibnu Majah. “Sesungguhnya orang beriman itu kalau berbuat dosa akan terbentuk bercak hitam di qalbunya.” Menurut Kiai Wahfiudin qalbu yang dimaksud di dalam hadis tersebut adalah hati nurani.

Di akhir paparannya Kiai Wahfiudin menjelaskan bagaimana cara berhubungan dengan Allah SWT. “Perbanyak dzikir untuk membersihkan qalbu. Karena melalui qalbu-lah kita berhubungan dengan Tuhan.” (Idn)

Comments
Loading...