Connect with us

Berita

Maulid Nabi Muhammad Saw, Ini Pesan Habib Luthfi bin Yahya

Published

on

Bogor, JATMAN Online – Peringatan Maulid Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Walau sudah berlalu dari bulan maulid-Nya, rasa mahabbah kecintaan dan kerinduan kepada manusia Suri Tauladan sepanjang sejarah tidak padam begitu saja, sudah mengakar dan mendarah daging pagi masyarakat Islam Nusantara.

Pada peringatan maulid Kanjeng Nabi SAW, Maulana Habib Luthfi bin Yahya mengungkapkan sungguh penting sekali peringatan kelahiran manusia yang banyak didambakan oleh para perindu surga sehingga rasa mahabbah kepada beliau SAW menjadi tolak ukur kadar keimanan seseorang.

Melunturnya kecintaan kita kepada Nabi Saw. akan berpengaruh kepada kadar keimanan seorang kepada Allah sebagai Kholik Ar-Rohman. Sebagaimana firman Allah SWT.

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

‘Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’

“Keberadaan Kanjeng Nabi Muhammad sebagai rahmat untuk alam semesta dan sholawat kita kepadanya adalah diampuninya dosa dan kesalahan kita,” Ujar
Ro’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyah (JATMAN).

Pada saat yang sama pula, Menjalankan ketaatan dengan mahabbah kecintaan, jelas terasa berbeda. Akan merasakan kelezatan tersendiri bagi mereka yang sudah jatuh cinta kepada sosok pribadi Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

“Jika kadar keimanan seseorang berkurang ini dikarenakan kadar mahabbahnya dipastikan berkurang, sehingga ini akan menjadikan dirinya jauh dari Allah dan Rasulnya, dan hal ini akan menggangu yang lainnya, mudah terprovokasi, mudah dipecah belah, akan mudah intoleransi dan fatalnya akan menghancurkan kita punya bangsa, yakni kecintaan kepada NKRI akan hilang,” Pungkas anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.

Acara maulid Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Di kediaman Bunda Rika Amalia yang berlokasi Perumahan Bogor Baru Blok D3 No. 17 Bogor Tengah, Kota Bogor.

Turut memberikan mauidzoh hasanah KH. Musthofa ABN selaku Ketua MUI Kota Bogor agar para jamaah yang hadir dapat mengambil faidah keberkahan dengan acara peringatan ini.

“Termasuk mukzijat Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Lahirnya beliau dan meninggalnya ditanggal yang sama yakni 12 Rabiul Awwal, dan juga hijrahnya beliau pun 12 Rabiul Awwal, ini menjadikan langkah hijrah-Nya dapat mengubah dan menjadikan Kota Baru dengan tatanan model untuk umat Islam terutama menjadi kiblat masyarakat Islam Nusantara dan menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” Ucap Abah Toto (sapaan Akrab) sebagai Rois Syuriah PCNU Kota Bogor.

Ceramah selanjutnya oleh KH. Zein Zarnuji selaku Pimpinan Pesantren Raudatul Hikam Cibinong menyampaikan bahwa keberuntungan bagi seorang hamba yang beristiqomah dengan sholawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

“Jika kita memiliki ilmu tanpa adanya guru, itu mengambil ilmu lewat jendela bukan dari pintunya, maka haruslah kita berguru kepada Kiai dan Asatidz yang jelas sanad keilmuannya sampai kepada Aslafuna Sholih terutama di Jam’iyyah Nahdlotil Ulama,” Ujar Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah.

Turut hadir Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim pada sambutannya berharap para Tokoh Agama Kiai, Habaib agar dapat menyebarkan Islam yang meneduhkan, Islam Rahmatan Lil Alamin, sehingga Kota Bogor menjadi Kota yang aman dan nyaman.

Hadir pula para Tokoh Agama, pengurus PCNU Kota Bogor, MWCNU se-Kota Bogor,
Dan jamaah Kota Bogor dan sekitarnya. (red. Abdul Musim Hasan)

Berita

Petanesia Gelar Rakernas II, Habib Luthfi Serukan Pesan Damai

Published

on

Mojokerto, JATMAN Online – Pencinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) menggelar forum Rapat Kerja Nasional II 2022 di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (6/8). Dalam Rekernas tersebut disuarakan pesan damai.

Pesan damai dari puluhan tokoh agama dan tokoh budaya itu disampaikan karena potensi konflik yang memecah belah bangsa sangat mungkin terjadi jelang momentum 5 tahunan Pemilu 2024.

“Kepentingan partai politik yang bersifat sesaat jangan sampai mengalahkan kepentingan bangsa yang lebih luas,” kata pendiri sekaligus Ketua Dewan Fatwa Petanesia Habib Lutfhi Bin Yahya dalam siaran pers kepada JATMAN Online.

Harapannya, Petanesia menjadi garda terdepan dan benteng merawat keberagaman budaya, kultur dan ragam agama di Indonesia.

Indonesia saat ini akan berusia 77 tahun. Jika diibaratkan manusia, kata Habib Luthfi, usia 77 tahun sudah tua. Namun bagi sebuah bangsa, usia tersebut masih sangat muda dan masih sangat rentan mengalami perpecahan.

“Bangsa Indonesia tidak boleh terpecah dalam momentum apapun, bangsa Indonesia harus tetap cinta tanah air,” jelasnya.

Sementara itu, penasihat Petanesia KH Asep Saifudin Chalim mengingatkan para pejabat dan tokoh politik akan adanya kelompok-kelompok tertentu baik itu kelompok ekstrem kiri maupun ekstrem kanan.

“Para tokoh politik dan pejabat harus menjunjung nilai toleransi dan tidak berpihak kepada kelompok manapun demi kepentingan bangsa,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto ini.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Petanesia Deni R Sagara, menyampaikan bahwa Petanesia adalah gerakan kebangsaan yang memiliki tugas mulia yakni merawat keberagaman,merawat budaya nusantara, mencintai indonesia.

“Karena itu, Petanesia harus tampil terdepan melayani semua elemen bangsa dalam menjaga keutuhan NKRI,” ungkapnya.

Kata pria yang akrab dipanggil Bung Sagara ini mengutip pesan populer Bung Karno yakni “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri,”.

Menurutnya, pesan tersebut mengandung makna bahwa Indonesia memiliki potensi perpecahan yang disebabkan oleh bangsanya sendiri.

Continue Reading

Berita

Bedah Buku ‘Toleransi’ Milik Prof Quraisy Shihab, TGB: Harus Lebih Tebal Lagi

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Dr KH Muchlis M. Hanafi memandu acara Launching dan bedah buku ‘Toleransi” karya Prof Quraisy Shihab yang diterbitkan oleh Muslim Council of Elders (مجلس حكماء المسلمين) pada event Islamic Book Fair 2022 di JCC Senanyan Jakarta pada hari Sabtu (06/08).

Pada bedah buku ini dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin, MA, menyampaikan perlunya warga Indonesia membaca dan memahami buku yang sangat bagus ini sebagai pedoman bertoleransi.

“Bahwa narasi gagasan beliau sangat kuat sekali, sangat sistematis, berbasis argumentasi Al-Qur’an dan Hadist, pengalaman dari sejarah, sehingga betapa pentinganya toleransi,” katanya.

Ia berpesan dan menganjurkan agar masyarakat membaca buku ini sebagai pedoman toleransi.

“Negara multi kultural yang majemuk, dari budaya, bahasa diperlukan sikap toleransi hal ini adalah sebuah kemestian, harus kita jalani,” terang Kamaruddin.

Bahwa buku Toleransi ini, lanjut dia, akan memberikan banyak manfaat untuk semua masyarakat sebagai warga Negara Indonesia.

“Mencerahkan mencerdaskan umat yang hidup ditengah Negara dan Bangsa yang sangat multi kultur,” ucapnya.

Dalam kesempatan lain, pembicara kedua Dr Tuan Guru Bajang (TBG) Muhammad Zainul Majdi Lc MA mengatakan bahwa hadirnya buku ini menjadi istimewa karena sesuai dengan tempatnya.
وضع شيئ على محله “Meletakkan sesuatu pada tempatnya” (proporsional).

Karena itu wadhoa syai’ fimahalihi menjadi penting.

“Hadirkanlah muamalah yang baik, diruang publik tentunya dengan bertoleransi,” jelas Ketua Organisasi Alumni Al-Azhar Internasional (OIAA) Cabang Indonesia ini.

TGB mengungkapkan, satu hal yang kurang dari buku ini adalah kurang tebal saja, isi dari pembahasannya akan menjadi rujukan untuk kita semua sebagai warga Indonesia yang cinta kepada tanah airnya.

“Satu saja yang Syekh (Prof Quraisy Shihab) bahwa harus lebih tebal lagi,” klakar ulama dan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat ini.

Muchlis M. Hanafi mengungkapkan kebanggaannya pada acara ini yang dihadiri langsung oleh penulis buku Toleransi yaitu Prof. Quraisy Shihab.

“Sehingga acara ini terasa keberkahannya, semoga beliau senantiasa Allah berikan kesehatan dan umur yang selalu memberikan kemanfaatan untuk kita semua sebagai warga Negara Indonesia,” Punkas Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pewarta: Abdul Mun’im Hasan

Editor: Warto’i

Continue Reading

Berita

Habib Luthfi Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan TNI Angkatan Darat

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Ketua Sufi Dunia Maulana Habib Luthfi bin Yahya Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan TNI Angkatan Darat oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, Pengukuhan digelar di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (5/8/22).

Dudung mengatakan bahwa Habib Luthfi merupakan sosok ulama besar yang telah berkontribusi kepada bangsa Indonesia.

“Beliau ini senantiasa mengedepankan tiga pilar pemberdayaan umat yaitu agama, kebangsaan atau nasionalisme dan pertumbuhan ekonomi.” kata Dudung dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Darat, Jumat malam (5/8).

Ketiganya dirangkai harmonis dalam platform sejarah kebangsaan menjadi strategi dakwah yang damai, berkarakteristik ke-Indonesia-an yang multi etnis, ” sambung Kasad.

Pada kesempatan tersebut, Habib Luthfi bin Ali Yahya berterima kasih banyak kepada Angkatan Darat dan khususnya kepada Kasad yang telah mempercayai dirinya, sehingga diangkat sebagai warga kehormatan Angkatan Darat.

Seberapa besar kita menghargai jasa para pendahulu dan pendiri bangsa Indonesia, serta sejauh mana kita berterima kasih, sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, katanya pula.

“Semoga dengan pengukuhan ini, saya akan menjadi perekat kekuatan-kekuatan, terutama kekuatan pertahanan nasional,” kata Habib Luthfi.

Pengukuhan Habib Luthfi Bin Yahya ditandai dengan penyematan jaket loreng dilanjutkan penyerahan sertifikat, plakat dan merchandise dari Kasad. Selanjutnya acara diakhiri dengan doa dan foto bersama.

Turut hadir dalam acara ini Wakasad beserta PJU Mabesad, Pangkostrad, Pangdam Jaya dan Wadanjen Kopassus.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending