Maulid Nabi Muhammad Saw, Ini Pesan Habib Luthfi bin Yahya

September 22, 2023 - 20:10
 0
Maulid Nabi Muhammad Saw, Ini Pesan Habib Luthfi bin Yahya

Bogor, JATMAN Online – Peringatan Maulid Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Walau sudah berlalu dari bulan maulid-Nya, rasa mahabbah kecintaan dan kerinduan kepada manusia Suri Tauladan sepanjang sejarah tidak padam begitu saja, sudah mengakar dan mendarah daging pagi masyarakat Islam Nusantara.

Pada peringatan maulid Kanjeng Nabi SAW, Maulana Habib Luthfi bin Yahya mengungkapkan sungguh penting sekali peringatan kelahiran manusia yang banyak didambakan oleh para perindu surga sehingga rasa mahabbah kepada beliau SAW menjadi tolak ukur kadar keimanan seseorang.

Melunturnya kecintaan kita kepada Nabi Saw. akan berpengaruh kepada kadar keimanan seorang kepada Allah sebagai Kholik Ar-Rohman. Sebagaimana firman Allah SWT.

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

‘Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’

“Keberadaan Kanjeng Nabi Muhammad sebagai rahmat untuk alam semesta dan sholawat kita kepadanya adalah diampuninya dosa dan kesalahan kita,” Ujar
Ro’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyah (JATMAN).

Pada saat yang sama pula, Menjalankan ketaatan dengan mahabbah kecintaan, jelas terasa berbeda. Akan merasakan kelezatan tersendiri bagi mereka yang sudah jatuh cinta kepada sosok pribadi Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

“Jika kadar keimanan seseorang berkurang ini dikarenakan kadar mahabbahnya dipastikan berkurang, sehingga ini akan menjadikan dirinya jauh dari Allah dan Rasulnya, dan hal ini akan menggangu yang lainnya, mudah terprovokasi, mudah dipecah belah, akan mudah intoleransi dan fatalnya akan menghancurkan kita punya bangsa, yakni kecintaan kepada NKRI akan hilang,” Pungkas anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.

Acara maulid Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Di kediaman Bunda Rika Amalia yang berlokasi Perumahan Bogor Baru Blok D3 No. 17 Bogor Tengah, Kota Bogor.

Turut memberikan mauidzoh hasanah KH. Musthofa ABN selaku Ketua MUI Kota Bogor agar para jamaah yang hadir dapat mengambil faidah keberkahan dengan acara peringatan ini.

“Termasuk mukzijat Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Lahirnya beliau dan meninggalnya ditanggal yang sama yakni 12 Rabiul Awwal, dan juga hijrahnya beliau pun 12 Rabiul Awwal, ini menjadikan langkah hijrah-Nya dapat mengubah dan menjadikan Kota Baru dengan tatanan model untuk umat Islam terutama menjadi kiblat masyarakat Islam Nusantara dan menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” Ucap Abah Toto (sapaan Akrab) sebagai Rois Syuriah PCNU Kota Bogor.

Ceramah selanjutnya oleh KH. Zein Zarnuji selaku Pimpinan Pesantren Raudatul Hikam Cibinong menyampaikan bahwa keberuntungan bagi seorang hamba yang beristiqomah dengan sholawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

“Jika kita memiliki ilmu tanpa adanya guru, itu mengambil ilmu lewat jendela bukan dari pintunya, maka haruslah kita berguru kepada Kiai dan Asatidz yang jelas sanad keilmuannya sampai kepada Aslafuna Sholih terutama di Jam’iyyah Nahdlotil Ulama,” Ujar Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah.

Turut hadir Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim pada sambutannya berharap para Tokoh Agama Kiai, Habaib agar dapat menyebarkan Islam yang meneduhkan, Islam Rahmatan Lil Alamin, sehingga Kota Bogor menjadi Kota yang aman dan nyaman.

Hadir pula para Tokoh Agama, pengurus PCNU Kota Bogor, MWCNU se-Kota Bogor,
Dan jamaah Kota Bogor dan sekitarnya. (red. Abdul Musim Hasan)